Share Like
Simpan

Ibu yang baru pertama kali mengalami kehamilan pastinya sering bertanya-tanya soal proses dan persiapan melahirkan. Bahkan, mulai muncul kekhawatiran dan rasa cemas menghadapi momen ini. Saya pun sempat mengalami hal serupa ketika akan melahirkan anak pertama, Bu. Saya merasa persiapan belum sempurna dan panik saat hari prediksi lahir si Kecil semakin dekat. Namun, tahukah Ibu, semua kekhawatiran ini bisa memengaruhi proses persalinan, lho. Dokter kandungan saya mengatakan, perasaan tidak tenang bisa mempengaruhi si Kecil nantinya. Oleh sebab itu, saya mau berbagi beberapa pengalaman seputar proses melahirkan dan ketakutan yang pernah saya alami.

1. Tidak Tahan Sakitnya Melahirkan

Saat menonton beberapa film yang memuculkan adegan persalinan, pemerannya terlihat sangat kesakitan. Tentunya, ini membuat saya berpikir, sepertinya saya tidak kuat untuk melalui proses melahirkan. Ketakutan itu pun sempat saya rasakan hingga berada di ruang persalinan. Uniknya, ketika memulai proses persalinan, saya seakan-akan tidak sempat ketakutan. Bahkan, saya terkagum-kagum dengan kekuatan yang saya miliki, Bu. Menurut dokter kandungan yang menangani saya, tubuh seorang Ibu memang tercipta untuk melakukan persalinan. Saat memulai proses persalinan, tubuh Ibu akan menjadi lebih kuat. Bahkan, Ibu mungkin tidak tahu kekuatan itu datang dari mana. Hal ini yang membuat para Ibu kuat menghadapi rasa sakit yang luar biasa saat melahirkan. Hebat kan, Bu!

2. Menghadapi Kelahiran Caesar

Selama menanti hari lahir si Kecil, saya sering mendengar topik kelahiran caesar dari orang-orang di sekeliling saya. Terlepas dari pro dan kontra persalinan caesar di mata masyarakat, sejujurnya hal yang sering dikhawatirkan adalah proses pemulihannya yang lebih lama dibanding persalinan normal. Meski begitu, waktu pemulihan sendiri tidak bisa dibanding-bandingkan Bu, karena tergantung kondisi fisik, kesehatan, dan tingkat keparahan luka yang didapat. Oleh sebab itu, sebaiknya Ibu siap dengan berbagai metode persalinan, baik normal maupun caesar, asalkan si Kecil lahir dengan selamat dan sehat, serta tidak membahayakan nyawa Ibu.

3. Telat ke Rumah Sakit

Ketika mendapatkan tanggal perkiraan kelahiran, saya langsung mempersiapkan segala kebutuhan di rumah sakit nanti. Sayangnya, selalu ada kemungkinan si Kecil lahir lebih awal dari waktu perkiraan. Saya mengalami hal ini Bu, dan beberapa orang beranggapan saya telat masuk rumah sakit.

Sebenarnya, tidak ada kata telat untuk masuk rumah sakit, terutama jika Ibu masih dalam tahap pembukaan satu atau dua. Umumnya, untuk mencapai pembukaan selanjutnya, bisa melalui proses alami hingga delapan jam, sehingga Ibu bisa tetap tenang menjalani aktivitas sambil mengecek jarak waktu tiap kontraksi. Ibu bisa segera ke rumah sakit saat kontraksi berlangsung setiap 3-5 menit sekali dengan durasi 2-3 menit, karena itu menandakan jalur lahir telah siap dan proses bersalin akan segera berlangsung. Selain itu, apabila Ibu mengalami beberapa kondisi seperti air ketuban merembes, sakit saat kontraksi tak tertahankan, dan terjadi flek atau pendarahan, sebaiknya Ibu juga tidak menunda untuk datang ke rumah sakit.

Itu dia pengalaman dan kecemasan saya ketika persiapan melahirkan, Bu. Semoga setelah menyimak pengalaman saya dan cara menghadapinya, kekhawatiran Ibu berkurang, ya. Intinya, Ibu harus tenang dalam menyambut kehadiran si Kecil. Saya harap pengalamaan ini bisa bermanfaat dan membantu Ibu dalam proses persalinan kelak.