Share Like
Simpan

Senang ya, Bu, waktunya si Kecil lahir akan segera tiba! Pasti Ibu sudah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut si Kecil, supaya tidak merasa kewalahan menjelang hari H, terutama jika Ibu adalah pekerja kantoran seperti saya. Bagaimana dengan rencana cuti melahirkan? Apakah Ibu sudah mengajukannya. Yang satu ini wajib masuk dalam agenda agar tidak mengganggu kinerja Ibu dan para rekan kerja di tempat kerja. Nah, simak beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum cuti melahirkan, Bu.

  • Lakukan riset

Cari tahu berapa lama waktu cuti yang berhak Ibu dapatkan. Lalu, tentukan apakah Ibu ingin mengambil banyak hari cuti sebelum atau setelah melahirkan. Hal ini tergantung dari beberapa faktor, misalnya bagaimana cara melahirkan yang Ibu pilih atau apakah terjadi komplikasi pada kehamilan Ibu. Pertimbangkan juga jika terjadi kondisi tak terduga yang mengharuskan Ibu untuk mengambil cuti lebih banyak dari yang seharusnya, tanpa tanggungan dari kantor. Ini penting untuk diperhitungkan sebelum memberitahu bos atau rekan kerja di kantor mengenai rencana cuti melahirkan Ibu.

  • Bicara pada HRD

Buatlah surat resmi mengenai rencana cuti melahirkan Ibu. Lalu, pastikan surat tersebut disetujui oleh pihak HRD ya, Bu. Beritahukan kepada mereka informasi selengkap-lengkapnya tentang kehamilan Ibu, jadi tidak ada kejutan di kantor ketika saatnya Ibu melahirkan.

  • Bicara pada atasan

Diskusikan dengan atasan tentang rencana cuti Ibu. Yang mungkin menjadi pertanyaan adalah apakah Ibu akan kembali bekerja setelah melahirkan nanti. Jawabannya tentu kembali kepada Ibu sendiri. Namun, bicarakan sedetail mungkin mengenai rencana melahirkan ini, sehingga atasan Ibu bisa mempersiapkan siapa pengganti Ibu selama cuti, atau juga apa yang harus dilakukan jika ternyata Ibu berencana berhenti bekerja setelah melahirkan.

  • Mempersiapkan sang pengganti

Sebelum cuti berlangsung, tentunya atasan sudah menunjuk seseorang yang akan mengisi pekerjaan Ibu. Nah, delegasikan segala hal yang berkaitan dengan pekerjaan Ibu kepada sang pengganti. Buatlah catatan lengkap tentang apa saja yang harus ia selesaikan selama Ibu tidak ada di kantor. Usahakan juga agar Ibu sudah menyicil sejumlah tugas yang bisa dikerjakan jauh-jauh hari. Hal ini dapat membantu agar pikiran Ibu lebih tenang selama cuti, dan sang pengganti juga tidak terlalu kelimpungan saat mengisi pekerjaan Ibu.

  • Buat aturan ketika cuti

Setelah melahirkan dan menjalani masa-masa awal menjadi ibu, saya pribadi tidak ingin perhatian saya teralihkan dengan urusan kantor. Oleh karena itu, belajar dari pengalaman saya, penting bagi Ibu untuk memperjelas bahwa Ibu tidak ingin diganggu dengan urusan pekerjaan selama cuti, kecuali benar-benar mendesak. Namun, jika Ibu tidak keberatan dihubungi oleh kantor, beritahukan  waktuyang tepat untuk menghubungi Ibu tentang masalah pekerjaan.

  • Rapikan barang-barang

Saat hari cuti sudah semakin dekat, usahakan untuk tidak meninggalkan barang-barang pribadi dan berharga Ibu di kantor. Jadikan setiap hari menjelang cuti itu seperti hari terakhir Ibu bekerja, dengan membereskan pekerjaan pada hari itu juga, meninggalkan nomor-nomor penting yang berhubungan dengan pekerjaan di kantor kepada sang pengganti, membalas email klien secepatnya, dan meninggalkan meja kantor dalam keadaan rapi. Dengan begini, Ibu pun lebih tenang saat meninggalkan kantor.

Jadi, bagaimana, Bu, sudah siap cuti dan fokus menyambut kedatangan si Kecil?