Share Like
Simpan


Ketika Ibu mendapatkan hasil positif saat melakukan tes kehamilan, tentu Ibu akan merasa bahagia dan rasanya tidak sabar menantikan kehadiran si Kecil. Namun, sejak kapankah hari kelahiran dapat dihitung? Apakah 9 bulan 7 hari atau 40 minggu menjelang hari kelahiran si Kecil dihitung mulai hari ini, saat hasil tes kehamilan positif, ataukah sejak hari seharusnya Ibu datang bulan? Kapan tepatnya si Kecil akan lahir? Masih banyak pertanyaan yang akan timbul.

Walau saat konsepsi atau bertemunya sel telur dan sel sperma adalah hari pertama dalam periode kehamilan, namun umumnya usia kehamilan tidak dihitung sejak hari perkiraan terjadinya konsepsi. Mengapa? Karena kapan terjadinya konsepsi tidak dapat diketahui dengan tepat. Oleh karena itu, usia kehamilan dihitung mulai dari hari pertama hari terakhir menstruasi/HPHT. Bila bulan ini Ibu terlambat atau belum datang bulan, cobalah untuk mengingat kapan Ibu mendapat menstruasi sebelumnya. Acuan ini juga digunakan dokter dan bidan untuk menghitung perkiraan si Kecil lahir nantinya. Walau perkiraan medis usia kehamilan ini janggal, mengingat saat HPHT sel telur Ibu belum bertemu dengan sel sperma Ayah, sehingga usia kehamilan terhitung 2 minggu lebih awal daripada saat konsepsi, namun HPHT akan lebih mudah diingat Ibu ketimbang kapan Ibu mengalami ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur).

Lamanya kehamilan dihitung 40 minggu atau 280 hari, namun umumnya bayi-bayi cukup bulan dilahirkan pada usia kehamilan 38 hingga 42 minggu. Taksiran usia kehamilan yang digunakan dokter dan bidan umumnya adalah per minggu. Usia kehamilan Ibu sangatlah penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan si Kecil dan dapat mengetahui jadwal Ibu untuk melakukan pemeriksaan kehamilan.

Taksiran hari kelahiran si Kecil dapat diperkirakan secara matematis dengan aturan Nagele bila siklus menstruasi Ibu teratur setiap 28 hari.

Misalnya, HPHT Ibu jatuh pada bulan Januari hingga Maret, maka taksiran kelahiran menggunakan rumus :
tanggal HPHT +7, bulan HPHT +9 dan tahun HPHT +0.
• Misalkan tanggal HPHT Ibu 25 Februari 2000, maka untuk memperkirakan tanggal kelahiran si Kecil :

24 - 2 – 2000
+ + +
7 9 0
31 - 11 - 2000

Karena bulan November berjumlah 30 hari maka taksiran tanggal kelahiran si Kecil adalah 1 – 12 – 2000 (1 Desember 2000)

Bila HPHT Ibu jatuh pada bulan April hingga Desember, maka taksiran kelahiran menggunakan rumus :
tanggal HPHT +7, bulan HPHT -3 dan tahun HPHT +1.
• Misalkan tanggal HPHT Ibu 25 September 2000, maka untuk memperkirakan tanggal kelahiran si Kecil :

25 - 9 – 2003
+ - +
7 3 1
32 - 6 - 2004

Karena bulan Juni berjumlah 30 hari, maka taksiran tanggal kelahiran si Kecil 2 – 7 – 2004.

Untuk Hari Perkiraan Lahir sebaiknya ditambah atau dikurangi tenggang waktu 7 hari. Sedangkan untuk menentukan usia kehamilan per minggu, Ibu dapat mulai menghitung setiap tanggal HPHT. Misalnya, HPHT Ibu tanggal 24 Februari 2000, maka usia kehamilan per minggu dihitung setiap tanggal 24. Pada tanggal 24 Maret usia kehamilan 4 minggu, pada 24 April usia kehamilan 8 minggu dan seterusnya.

Usia kehamilan secara akurat juga dapat diketahui melalui pemeriksaan ultrasonogram (USG) dan pemeriksaan kehamilan oleh dokter atau bidan. Dengan mengetahui usia kehamilan, maka diharapkan Ibu mengetahui perkembangan si Kecil secara bertahap dan dapat memenuhi kebutuhan tumbuh kembangnya dengan optimal, termasuk pemenuhan kebutuhan gizi selama hamil.