Share Like
Simpan

Bu, perkembangan otak si Kecil sudah dimulai sejak ia masih berada di dalam kandungan. Pada trimester pertama kehamilan, banyak hal yang memengaruhi perkembangan otak si Kecil, sehingga berpengaruh pada kecerdasan dan fungsi otaknya ketika sudah lahir. Selain memenuhi kebutuhan nutrisi Ibu hamil melalui asupan makanan dan minuman, Ibu juga sebaiknya menghindari beberapa kondisi dan kebiasaan buruk selama masa kehamilan berisiko menghambat perkembangan otak si Kecil.

Nah, apa saja kondisi dan kebiasaan buruk yang dimaksud? Mari simak bersama-sama, Bu!

1. Kurang Asupan Asam Folat

Bu, kekurangan Asam Folat selama masa kehamilan berisiko membuat perkembangan otak bayi dalam kandungan kurang optimal, karena berpotensi menyebabkan gangguan pada tengkorak janin, saraf, dan sumsum tulang belakangnya. Oleh sebab itu, pastikan Ibu mencukupi kebutuhan Asam Folat sebanyak 0,4 mg per harinya atau setara dengan 1 porsi hati ayam dalam sebulan.  Ibu juga bisa mendapatkan asupan Asam Folat dengan mengonsumsi sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, dan selada, kacang-kacangan, jagung rebus, serta buah-buahan seperti pepaya, alpukat, dan jeruk. Sebaiknya diskusikan kebutuhan Asam Folat Ibu dengan dokter kandungan, ya.

2. Pola Makan Tidak Teratur

Salah satu syarat pemenuhan nutrisi selama hamil adalah memiliki pola makan teratur. Jika Ibu tidak makan tepat waktu, asupan nutrisi bagi Ibu dan janin bisa terhambat. Hal itu berisiko menghambat proses perkembangan otak si Kecil dan potensi kecerdasannya. Ketika si Kecil telah lahir, ada kemungkinan ia akan mengalami kesulitan belajar dan terlambat mengembangkan kemampuan berbicara dan berbahasa. 

3. Kebiasaan Konsumsi Makanan Tidak Sehat

Ibu disarankan untuk mengetahui apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi saat hamil. Apapun yang dikonsumsi Ibu akan terserap oleh janin, lho. Oleh karena itu, Ibu harus memerhatikan asupan nutrisi agar janin mendapat asupan terbaik. Jadi, Ibu sebaiknya mulai menghindari kebiasaan konsumsi makanan tidak sehat, seperti makanan cepat saji, makanan dengan zat pewarna berbahaya, serta makanan yang tidak atau belum matang sempurna.

4. Mengonsumsi Obat Tanpa Resep Dokter

Ibu hamil mungkin sering mengalami keluhan atau sakit akibat kekebalan tubuhnya menurun, Namun, sebaiknya Ibu berhati-hati dalam mengonsumsi obat tanpa resep dokter. Beberapa obat umum memiliki kandungan yang mungkin berbahaya untuk janin. Jadi, apabila Ibu sudah merasa kurang fit, sebaiknya konsultasikan kepada dokter mengenai obat yang aman dikonsumsi.

5. Stres

Perubahan hormon dan tekanan dari lingkungan sekitar di masa awal kehamilan mungkin bisa membuat Ibu cemas dan stres. Namun, kondisi psikologis yang kurang baik bisa mengganggu perkembangan janin, Bu. Hal ini dikarenakan janin juga merasakan emosi Ibu dan akan memengaruhinya ketika sudah lahir. Oleh karena itu, Ibu disarankan untuk meminimalkan stres. Caranya, cobalah berpikir positif dan tidak mengkhawatirkan suatu hal secara berlebihan. Selain itu, Ibu juga bisa melakukan berbagai kegiatan menyenangkan yang membuat mood membaik.

6. Rokok dan Alkohol

Dua hal ini tentu saja sangat membahayakan kesehatan janin dan Ibu. Konsumsi alkohol dan rokok wajib Ibu hindari, tidak hanya di awal kehamilan, tapi selama hamil, bahkan sampai menyusui. Kandungan zat-zat dalam minuman beralkohol akan membuat si Kecil sulit belajar, sulit mengingat, dan perkembangannya akan lebih lambat dibanding anak seusianya.

Selain itu, Ibu juga disarankan untuk tidak berdekatan atau berada dalam lingkungan penuh asap rokok. Paparan nikotin pada rokok bisa mengganggu perkembangan sel-sel otak janin. 

Mengingat efeknya cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan otak si Kecil, yuk, mulai hindari hal-hal yang sudah dipaparkan di atas. Selain itu, Ibu juga perlu memenuhi asupan nutrisi Ibu hamil supaya si Kecil tetap sehat dan tumbuh menjadi anak yang pintar kelak. Selamat menjalani masa kehamilan, Bu!