Share Like
Simpan

Dihampiri penyakit demam? Ah, sudah biasa, ya! Istirahat cukup, makan sehat dan makan serta minum minuman hangat seringkali sudah dapat mengusir demam.

Tapi, bagaimana kalau penyakit ini datang saat hamil? Duh, seperti saya dulu, Bu. Awalnya sih santai-santai saja dan memilih beristirahat di rumah. Tapi, ternyata penyakitnya tak kunjung sembuh dan membuat saya harus memeriksakan diri di rumah sakit. Lewat penjelasan dokter, saya jadi tahu kalau ternyata demam tidak boleh dianggap remeh. Soalnya, tubuh kita lebih rentan terpapar penyakit saat hamil karena daya tahan tubuh yang sedang “bertugas” melindungi dua orang, yaitu Ibu dan si Kecil di dalam kandungan. 

Pertanyaannya, apakah flu beserta demam tinggi membahayakan janin dan Ibu? Yuk, kita simak bersama, Bu!

Demam dalam Kehamilan

Demam sering kali kita anggap biasa saja. Tapi, jika kondisi ini tak pergi juga dalam waktu 36 jam, sebaiknya Ibu segera berkonsultasi dengan dokter ya, Bu. Apalagi jika Ibu mengalami kram perut, mual, kontraksi atau ruam pada kulit. Hal ini bisa menjadi pertanda kalau Ibu terinfeksi virus-virus seperti flu, toxoplasma, atau varicella.

Saya juga pernah mendengar mitos tentang demam saat kehamilan. Ada yang mengatakan kalau demam tinggi bisa mengakibatkan anak terkena cacat spina bifida saat lahir yaitu kondisi di mana tulang belakang tak menutup sempurna. Tapi, sejauh ini belum ada bukti pasti mengenai mitos tersebut, Bu. Jadi jangan khawatir, ya.

Penyebab-Penyebab Demam Saat Hamil

Kira-kira, apa saja sih yang dapat menjadi pemicu demam saat hamil? Berikut adalah beberapa penyebabnya:

  • Influenza

Inilah penyebab paling umumnya, Bu. Apalagi, di masa kehamilan ini, kita memang lebih mudah terserang flu. Walaupun tergolong ringan, tapi sebaiknya jika penyakit ini berlangsung lama, segera temui dokter, ya. Biasanya, dokter akan memberikan vaksin flu untuk ibu hamil yang aman bagi janin.

  • Infeksi Saluran Kemih

Sedikitnya 10% dari Ibu hamil terkena penyakit infeksi saluran kemih (ISK). Infeksi ini terjadi karena adanya bakteri masuk dan berkembang biak. ISK sebenarnya tak berbahaya jika segera ditangani oleh dokter. Namun, jika dibiarkan, dikhawatirkan dapat mengakibatkan kelahiran prematur, berat bayi rendah, atau keracunan darah.

  • Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

Virus ISPA menyerang dari saluran pernapasan atas, dan gejalanya mirip flu. Seperti hidung tersumbat dan beringus, sakit tenggorokan, batuk dan sesak napas. Menurut dokter, ini tak serius. Namun, jika berlangsung lebih dari dua minggu, dikhawatirkan Ibu terinfeksi lebih serius seperti bronchitis. Segera temui dokter agar ditangani lebih lanjut.

Mengurangi Demam dengan Aman

Saat kehamilan, sebaiknya jangan sembarangan meminum obat-obatan, Bu. Dulu, dokter saya menganjurkan untuk menghindari obat yang berbahan ibuprofen atau aspirin dan memilih yang mengandung bahan acetaminophen. Walaupun begitu, sebenarnya bila tak serius, Ibu tak perlu mengonsumsi obat-obatan, kok. Ada banyak cara agar demam segera pergi. Berikut beberapa tips dari saya:

  1. Mandi air hangat. Memang banyak orang bilang kalau air dingin bisa menyembuhkan demam. Tapi, sebaiknya gunakan air hangat karena penguapan air di kulit itulah yang akan menurunkan demam, bukan temperatur air yang digunakan untuk mandi.
  2. Naikkan temperatur pendingin ruangan agar tak terlalu dingin.
  3. Gunakan pakaian yang tak terlalu tebal agar sirkulasi udara ke tubuh berjalan lancar.
  4. Rutin minum air putih supaya tidak dehidrasi.
  5. Istirahat yang cukup
  6. Makan makanan hangat dan bergizi seperti sup dengan ragam sayuran yang bervitamin.

Semoga info dari saya ini bisa membantu ya, Bu. Selamat menjalani 9 bulan yang menakjubkan ini!