Share Like
Simpan

Berpuasa saat sedang menjalani masa kehamilan, sering kali menghadirkan dilema tersendiri bagi para Ibu, mengingat salah satu cara menjaga kehamilan adalah dengan memerhatikan betul asupan nutrisi yang Ibu dapat setiap harinya. Tapi apakah kecukupan nutrisi itu dapat tetap terpenuhi saat Ibu puasa? Saya pun dulu mempertanyakan hal yang sama, Bu. Di satu sisi saya ingin tetap beribadah, namun di sisi lain saya tak ingin ada gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi perkembangan janin. Menurut seorang teman, Ibu dianjurkan untuk segera membatalkan puasa jika memang tidak kuat.

Agar mendapatkan jawaban yang lebih pasti, akhirnya saya berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui syarat-syarat berpuasa saat sedang hamil. Nah, agar Ibu tak bingung lagi, yuk ketahui beberapa tanda fisik kondisi yang mengharuskan ibu hamil membatalkan puasa!

1. Sakit Kepala atau Migrain

Sakit kepala atau migrain saat hamil, sering kali dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi dan juga preeklamsia . Mengingat gejala utama dari kondisi preeklamsia adalah darah tinggi, maka sebaiknya Ibu berhenti puasa saat mengalami sakit kepala dan segera makan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, ya. Jika tidak, dikhawatirkan kondisi ini akan semakin parah yang berisiko menyebabkan kelahiran prematur.

2. Kelelahan

Sebagai salah satu cara menjaga kesehatan ibu hamil, sebaiknya segera batalkan puasa saat Ibu merasa kelelahan. Terlalu lelah saat hamil, dapat mengakibatkan sulit tidur yang dapat memicu depresi. Hal tersebut tentu sangat berbahaya untuk Ibu dan perkembangan janin. Jadi, jika Ibu tetap ingin menjalankan ibadah puasa saat hamil, lebih baik hindari kegiatan yang terlalu berat dan pastikan Ibu mendapatkan istirahat yang cukup, ya.

3. Gangguan Pencernaan

Melambatnya sistem pencernaan, dapat bermanfaat bagi janin dalam kandungan karena memberikan tubuh Ibu lebih banyak waktu untuk menguraikan nutrisi untuk janin melalui plasenta. Namun, jika Ibu merasa sembelit saat berpuasa, sebaiknya segera batalkan puasa sebagai upaya menjaga kehamilan, ya.
Mengapa? Pasalnya, sembelit dapat menyebabkan gangguan lain, seperti wasir (pembesaran pembuluh darah di dalam atau di sekitar dubur). Oleh sebab itu, untuk mencegah adanya gangguan kesehatan lainnya, Ibu perlu mencukupi kebutuhan air putih dalam sehari, yaitu sekitar delapan gelas sebagai cara menjaga kehamilan saat berpuasa.

4. Nyeri Lambung

Jika Ibu merasa nyeri pada bagian lambung atau tepat di bawah tulang rusuk (atau sering dikenal juga dengan nama heartburn), sebaiknya segera batalkan puasa dan konsumsilah makanan yang dapat meredakan nyeri tersebut, ya. Apabila rasa nyeri yang dirasakan seperti menusuk, sebaiknya segera berkonsultasilah dengan dokter kandungan Ibu, karena bisa jadi kondisi tersebut adalah gejala dari preeklampsia, seperti yang telah dijelaskan di atas .


Nah, itulah empat kondisi yang harus diperhatikan oleh Ibu hamil ketika berpuasa. Agar kesehatan Ibu selama hamil dan beribadah tetap terjaga, lengkapilah kebutuhan nutrisi Ibu dengan mengonsumsi satu gelas susu Frisian Flag Mama setiap hari, ya. Kandungan nutrisi lengkap dan rasa yang nikmat, dapat membantu Ibu memenuhi kebutuhan Protein, Asam Folat, Zat Besi, serta Asam Folat meski sedang berpuasa.

Sebagai salah satu cara menjaga kehamilan sebelum berpuasa, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter kandungan Ibu untuk memastikan bahwa kondisi Ibu cukup prima untuk berpuasa, ya. Selamat berpuasa!