Share Like
Simpan

Wanita hamil sebetulnya diperbolehkan untuk tidak berpuasa, tetapi jika tetap ingin berpuasa selama hamil, perhatikan asupan makanan agar kebutuhan zat gizi Ibu dan janin tetap terpenuhi.

Saat hamil Ibu boleh berpuasa, asalkan asupan makanan mencukupi. Tips saat sahur, berbuka, dan jenis makanan yang dapat menambahkan stamina untuk berpuasa.

Pada prinsipnya, jika sehat dan tidak ada komplikasi, ibu hamil bisa berpuasa, terlebih jika usia kehamilannya sudah memasuki trimester kedua. Jika Ibu berniat untuk tetap berpuasa selama kehamilan kali ini, pastikan bahwa sebelumnya Ibu sudah berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan menyarankan supaya Ibu tidak terlalu capek dan sering-sering beristirahat di siang hari, serta memperhatikan asupan zat gizi dan kalori ketika berbuka maupun sahur.

Berikut beberapa tips aman dan nyaman berpuasa saat hamil :

Asupan zat gizi
Bagi ibu hamil yang memasuki usia kehamilan trimester ke-2 dan ke-3, maka asupan hariannya perlu ditambah sebanyak :
• energi : 300 kalori
• karbohidrat : 4 gram
• lemak : 10 gram
• protein : 11-20 gram
• serat 4 gram
dari kebutuhan dasar sesuai kelompok umur.

Cukup minum
Untuk menghindari dehidrasi, usahakan untuk minum sekitar 1,5-2 liter air di antara waktu buka dan sahur. Hindari minuman berkafein seperti teh dan kopi. Susu bagi ibu hamil dapat dikonsumsi sebanyak 2 gelas sehari untuk mencukupi kebutuhan cairan dan nutrisi.

Saat berbuka
Mulailah dengan minuman hangat dan makanan ringan, seperti buah atau jus buah segar. Kurangi konsumsi makanan/minuman yang manis. Setelah shalat Magrib, makanlah menu lengkap rendah lemak yang terdiri dari nasi, lauk pauk, dan sayur mayur. Sesudah tarawih, Ibu boleh mengonsumsi cemilan sehat seperti roti gandum isi telur rebus & sayuran, pasta, atau salad buah/sayur.

Saat sahur
Untuk sahur, pilih makanan yang melepaskan energi secara perlahan, sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama, yaitu makanan-makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi, biji-bijian dan umbi-umbian. Lengkapi dengan makanan kaya serat, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan, untuk membantu mencegah sembelit.

Cukup istirahat
Kurangi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra dan istirahat lebih banyak daripada biasanya.

Vitamin dan mineral
Perbanyak asupan sayuran hijau, hati, daging, telur dan kacang-kacangan sebagai sumber asam folat dan zat besi. Tambahkan segelas susu saat sahur dan sebelum tidur sebagai sumber kalsium serta berbagai vitamin dan mineral lainnya.

Waspada
Segera batalkan puasa jika Ibu mengalami muntah, merasa lemas/pusing dan mata berkunang-kunang, berkeringat dingin, atau keluhan lainnya. Sebaiknya Ibu segera berkonsultasi dengan dokter ketika mengalami keluhan tersebut.