Share Like
Simpan

Selamat ya, Bu! Akhirnya, perjuangan selama sembilan bulan terbayar sudah dengan kelahiran bayi sehat nan menggemaskan. Memandikan, mengganti popok, dan menyusui si Kecil, kini menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari. Namun, tugas Ibu tidak hanya sampai di situ, lho, karena masih ada hal penting yang perlu dipersiapkan, yaitu perencanaan keuangan rumah tangga.

Pengeluaran yang bertambah saat memiliki anak memang hal yang tidak bisa dipungkiri, Bu. Setelah si Kecil lahir, Ibu harus mengeluarkan biaya untuk kesehatan bayi, pakaian, dan perlengkapan seperti popok dan tempat tidur. Untuk menjaga keuangan rumah tangga tetap stabil dan bisa menjamin kehidupan si Kecil, yuk, lakukan beberapa persiapan berikut ini! 

  • Mendaftar Asuransi Jiwa

Jika sebelumnya Ibu menganggap asuransi jiwa bukan sebuah hal yang penting, sebaiknya Ibu memikirkannya lagi. Mengapa? Karena asuransi jiwa dapat memberikan anak perlindungan finansial jika orang tua meninggal dunia. Agar lebih efektif, Ibu disarankan untuk memilih kebijakan asuransi yang tidak membayarkan uang klaim sekaligus, namun secara bulanan.

  • Jangan Mengabaikan Dana Pensiun

Ketika si Kecil lahir, anggaran dana pensiun yang sebelumnya mungkin berjalan, bisa saja terabaikan karena tertutup oleh keperluan lain. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan ya, Bu, karena dana pensiun tersebut bisa juga digunakan untuk membiayai kuliah si Kecil saat dewasa nanti.

  • Mempersiapkan Dana Darurat

Keadaan darurat seperti kondisi kesehatan bayi yang tiba-tiba menurun dan membutuhkan perawatan di rumah sakit, tentu membutuhkan biaya yang mungkin tidak diperhitungkan sebelumnya. Oleh karena itu, Ibu juga perlu untuk memiliki dana darurat yang sewaktu-waktu bisa digunakan saat kondisi mendesak.

  • Mempersiapkan

Yuk, persiapkan biaya pendidikan si Kecil dari sekarang, Bu. Pasalnya, biaya pendidikan selalu meningkat tiap tahunnya, sehingga menabung untuk jenjang pendidikan tinggi sedini mungkin dapat mengurangi beban pengeluaran Ibu di kemudian hari.

Tips Menyiasati Pengeluaran

Selain melakukan persiapan di atas, ada beberapa tips lho, Bu, yang bisa dilakukan untuk menyiasati pengeluaran agar keuangan rumah tangga dapat terkelola dengan baik. Apa saja? Ayo simak sama-sama!

  • Bijak dalam Mengelola Pengeluaran

Menghemat pengeluaran bisa Ibu mulai dengan mengubah kebiasaan konsumtif, seperti berhenti membeli barang mahal yang tidak perlu, dan kurangi makan di luar. Baiknya, pertimbangkan prioritas untuk kebutuhan si Kecil ya, Bu, seperti asupan untuk bayi sehat, popok, dan pakaian bayi.

  • Tidak Berlebihan dalam Membeli Perlengkapan Bayi

Membeli perlengkapan dan pakaian bayi memang sangat menyenangkan ya, Bu, apalagi ketika menemukan motif dan warna yang lucu untuk si Kecil. Namun, jangan sampai hal tersebut membuat Ibu membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Guna mengurangi pengeluaran, Ibu bisa kok meminjam beberapa perlengkapan bayi dari teman atau kerabat, misalnya kereta dorong dan tempat tidur bayi. Yang penting, pastikan barang-barang tersebut masih layak dan bersih ya, Bu.

  • Tidak Menggunakan Jasa Baby Sitter

Baby sitter atau pengasuh mungkin memang dibutuhkan jika Ayah dan Ibu sama-sama bekerja. Namun, untuk menggunakan jasanya, Ibu perlu mengeluarkan biaya lagi. Guna menyiasatinya, Ibu bisa menitipkan si Kecil pada kakek neneknya atau kerabat yang Ibu percayai ketika harus pergi bekerja. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan melatih asisten rumah tangga agar bisa membantu mengurus si Kecil.

  • Memberikan ASI Eksklusif

Selain memang disarankan oleh dokter, pemberian ASI eksklusif juga dapat menghemat biaya lho, Bu. Di samping itu, kandungan nutrisi alami yang dimiliki ASI juga memiliki peran penting untuk membuat bayi sehat. Guna membantu meningkatkan kualitas ASI, Ibu disarankan untuk mengonsumsi susu Frisian Flag Mama yang bisa juga menjadi asupan untuk ibu menyusui.

Nah, kini Ibu sudah tahu, kan, anggaran apa saja yang perlu dipersiapkan untuk si Kecil? Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!