Share Like
Simpan

Tahun ajaran baru sudah dimulai, tak terasa si Kecil banyak menghabiskan waktunya berada di sekolah, ya. Coba perhatikan, apa ia mulai terbiasa dengan rutinitas barunya ini? Jika si Kecil menunjukkan tanda-tanda tak betah di sekolah, Ibu tak perlu berkecil hati. Peralihan dari PAUD ke Sekolah Dasar memang membutuhkan waktu. Secara bertahap, kita bisa membantunya untuk beradaptasi dengan aktivitas barunya ini agar ia lebih semangat menjalani hari-hari di sekolah, Bu. 

Pertama-tama, perlu kita sadari bahwa sistem belajar di SD berbeda dengan di PAUD. Nah, ada baiknya si Kecil diberitahu sejak awal perbedaan apa saja yang akan ia hadapi. Ini penting supaya ia bisa lebih percaya diri dan punya bekal cukup untuk mulai menjalani aktivitasnya di sekolah nanti. Supaya Ibu lebih siap, saya akan berbagi hal-hal terkait sistem belajar di sekolah yang bisa Ibu perkenalkan kepada si Kecil:

  • Menyiapkan Perlengkapan Sekolah

Dorong si Kecil mulai mandiri dengan mengajaknya menyiapkan serba-serbi keperluan sekolah bersama Ibu. Melibatkan ia dalam kegiatan seperti menyiapkan seragam dan buku-buku pelajaran yang mesti dibawa ke sekolah, bisa melatih kedisiplinannya, lho.

  • Menaati Tata Tertib Sekolah

Waktu belajar di PAUD dulu, si Kecil mungkin belum mengenal adanya tata tertib sekolah. Sementara, di SD, setiap siswa diharapkan menaati peraturan sekolah yang berlaku. Sebagai permulaan, cobalah beritahu si Kecil hal-hal sederhana seperti pentingnya masuk sekolah setiap hari, kerapihan seragam, kerukunan dengan teman, sopan santun dengan guru, dan sebagainya. Berikan alasan mengapa ia harus melakukan hal-hal tersebut. Jika dibiasakan, nantinya ia pun akan memahami tata tertib dengan baik.

  • Mengelola Pekerjaan Rumah

Di SD, Ibu akan lebih sering menemukan si Kecil mendapat tugas rumah dari guru. Berikan pemahaman bahwa pekerjaan rumah (PR) adalah kewajiban yang mesti ia kerjakan dengan sungguh-sungguh. Ciptakan suasana yang kondusif untuk mengerjakan PR. Misalnya, siapkan ruangan yang tenang dengan meja dan kursi yang nyaman. Temani ia selama mengerjakan PR dan berikan pujian setiap ia berhasil menyelesaikan PR-nya dengan baik.

  • Mengikuti Etika di Kelas

Si Kecil akan melewati jam belajar yang lebih panjang di sekolah. Wajar jika pada awalnya ia mengeluh bosan dan lelah ketika mendengarkan pelajaran di sekolah. Mungkin si Kecil akan melakukan hal-hal yang tak terduga seperti berjalan-jalan di kelas, mengobrol dengan teman sebangku, atau mencorat-coret bukunya. Tenang saja, Bu. Dampingi ia dengan sabar dan tegaskanlah bahwa ketika guru mengajar di depan kelas, ia mesti duduk tertib dan mendengarkan dengan baik. Perlahan-lahan, si Kecil akan mengerti, kok.

  • Menetapkan Jadwal Belajar di Rumah

Ciptakan keseimbangan antara waktu belajar, bermain, serta waktu istirahatnya. Katakan dengan jelas padanya kapan waktunya bermain dan mengerjakan PR. Sebaiknya, pilih waktu di sore hari untuk mengerjakan PR sehingga ia mendapatkan jam tidur yang cukup di malam hari. Alokasi waktu mengerjakan PR sebanyak 30 menit sampai 1 jam sudah cukup untuk usia awal sekolahnya kini. Kondisi sekitar yang kondusif juga dapat membantunya untuk lebih fokus dalam mengerjakan PR.

Tak lupa, luangkanlah waktu untuk mendengar ceritanya tentang sekolah ya, Bu. Memahami kegiatan dan tantangan yang ia hadapi sehari-hari dapat memudahkan kita membantu si Kecil beradaptasi dengan sistem belajar di sekolah.

Semoga informasi dari saya bermanfaat ya, Bu. Selamat mengantar si Kecil ke sekolah!