Share Like
Simpan

Tidak hanya kebutuhan nutrisi balita dan perawatan bayi saja yang harus dipenuhi. Suatu hari, ketika si Kecil sudah memasuki usia sekolah, Ibu harus siap untuk membiayai pendidikan si Kecil sampai ia lulus kuliah. Biaya pendidikan memang tidak murah ya, Bu. Maka dari itu, akan lebih baik jika Ibu mulai berkonsultasi masalah anak sehubungan dengan tabungan pendidikan si Kecil.

Menurut salah forum diskusi masalah anak yang saya baca, biaya pendidikan si Kecil rata-rata naik 20% per tahun. Jika biaya masuk sekolah sekarang sekitar 20 juta rupiah dan si Kecil baru memasuki usia sekolah sekitar tiga tahun lagi, bisa dibayangkan berapa biayanya nanti. Pendidikan penting bagi perkembangan balita dan psikologi anak Ibu. Namun, melihat besarnya angka tersebut, jangan langsung pesimis ya, Bu. Ada beberapa hal yang perlu Ibu ketahui agar si Kecil tetap dapat mendapatkan pendidikan yang terbaik.

Menentukan pilihan

Sebelum tiba waktunya si Kecil bersekolah, akan lebih baik jika Ibu menentukan pilihan sekolah baginya. Ibu bisa melakukan survei dengan browsing di internet tentang berbagai pilihan sekolah yang baik bagi si Kecil. Bersekolah di sekolah berstandar internasional mungkin menjadi impian setiap orang tua. Namun, sesuaikan pilihan sekolah dengan kemampuan keluarga ya, Bu. Demi perkembangan kondisi psikis anak nantinya, jangan memaksakan si Kecil untuk bersekolah di sekolah yang melebihi kemampuan finansial keluarga. Pasalnya, sekolah tidak hanya soal biaya uang pangkal, tapi juga biaya buku sekolah, uang sekolah, uang jajan sampai biaya transportasi.

Menyusun target

Jika usia si Kecil masuk TK adalah sekitar dua tahun lagi, maka Ibu sudah mulai dapat menghitung kapan si Kecil akan masuk SD, SMP, SMA, dan kuliah. Dengan begitu, Ibu bisa menyusun target biaya di masa depan. Penghitungan biaya ini sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan laju inflasi tahunan, biasanya sekitar 10 hingga 20%.

Menentukan penempatan dana

Ada beberapa pilihan yang bisa menjadi pertimbangan Ibu dan Ayah, di antaranya tabungan pendidikan, deposito, asuransi, hingga investasi. Sesuaikan hal ini dengan jangka waktu dan kebutuhan Ibu. Pilihan lain jika Ibu dan Ayah berani mengambil risiko dan menabung dalam jangka waktu panjang adalah mencoba memilih investasi di bursa saham atau investasi reksadana saham, yang memiliki kemungkinan memberi jumlah dana akhir lebih tinggi dari tabungan pendidikan atau deposito.

Konsisten dalam menabung

Sebesar apapun jumlah tabungan pendidikan Ibu untuk si Kecil, menabunglah dengan konsisten. Usahakan untuk menyimpan uang tersebut dalam tabungan khusus untuk masing-masing anak. Lakukan ini demi tumbuh kembang si Kecil agar ia bisa mendapatkan pendidikan yang terbaik. 

Berhemat

Tips menabung untuk pendidikan si Kecil lainnya adalah melakukan penghematan. Kaji kembali pengeluaran bulanan Ibu dan keluarga dan lakukan beberapa tindakan berhemat, agar uangnya dapat disisihkan untuk tabungan pendidikan si Kecil. Sebagai contohnya, jika Ibu adalah wanita karier yang suka membeli kopi di kafe tertentu dalam perjalanan ke kantor, mulailah membuat kopi sendiri di rumah untuk dibawa ke kantor. Contoh lainnya, saat si Kecil baru lahir, banyak biaya dikeluarkan untuk kebutuhan popok, peralatan mandi, dan lainnya. Seiring bertambahnya usia si Kecil, biaya popok dan peralatan lain yang sudah tidak diperlukan pun dapat ditiadakan sehingga Ibu bisa mengalihkan pengeluaran untuk tabungan pendidikan si Kecil.

Hindari pinjaman

Jika Ibu ternyata masih mengalami kekurangan biaya untuk pendidikan si Kecil, sebisa mungkin, jangan sampai Ibu melakukan peminjaman uang ke bank. Hal ini hanya akan semakin membebani Ibu dan Ayah, karena pinjaman tentu memiliki bunga yang tidak sedikit. Setiap bulannya, Ibu akan dipusingkan dengan membayar cicilan pinjaman ditambah bunganya. Sebagai salah satu contoh solusi, Ibu bisa membicarakan langsung hal ini kepada orang tua atau sanak saudara Ibu dan meminta bantuan mereka. Minta mereka untuk mengurangi memberi kado si Kecil berupa barang mahal ketika ia berulang tahun, tapi kado tersebut bisa diganti dengan uang yang langsung ditransfer ke tabungan pendidikan si Kecil.

Semangat menabung demi pendidikan si Kecil dan janganlah ragu berkonsultasi masalah anak dengan keluarga ya, Bu!