Share Like
Simpan

“Putingku lecet karena menyusui. Padahal si Kecil baru lahir dan belum tumbuh gigi,” curhat seorang teman saat baru menjadi seorang ibu.

Ketika mendengar cerita ini, saya jadi teringat ketika pertama kali menyusui si Kecil. Ada perasaan takut dan antusias yang membuat saya bertanya-tanya; apakah cara saya sudah benar, atau apakah ASI yang saya berikan cukup. Agar tidak salah langkah, saya pun menggali informasi dari teman-teman yang sudah lebih berpengalaman. Ternyata ada beberapa  kesalahan seputar menyusui yang biasanya dilakukan oleh ibu baru, termasuk saya pada saat itu.

Kurang Persiapan

Menyusui memang merupakan hal alami dan naluriah, Bu. Tapi, Ibu tetap harus melakukan berbagai persiapan. Sebagai langkah pertama, Ibu dapat membaca beragam informasi terkait proses menyusui, Bu. Misalnya, apa saja yang dapat membuat ASI lancar, apa yang menyebabkan ASI sulit keluar dan bagaimana cara mengatasinya. Lewat persiapan ini, Ibu juga dapat mengetahui makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi selama menyusui. Dengan begitu, Ibu tak akan panik berlebihan ketika menghadapi masalah saat menyusui

Salah Posisi

Hanya kita sendiri yang mengetahui posisi seperti apa yang dapat membuat aktivitas menyusui menjadi lebih nyaman, Bu. Saya sendiri lebih suka menyusui sambil bersandar. Mungkin Ibu lebih suka menyusui dengan si Kecil di atas tangan yang disangga bantal. Perlu dicatat bahwa posisi yang nyaman dapat membuat Ibu lebih rileks sehingga memperlancar keluarnya ASI. 

Payudara Lecet

Dulu, saya sempat mengalami payudara lecet saat menyusui si Kecil, Bu. Beberapa teman saya juga mengeluhkan hal serupa. Ternyata, hal itu dikarenakan mulut si Kecil tak melekat dengan sempurna pada payudara. Posisi mulut yang baik atau dikenal dengan nama latch on ini dapat meminimalisir terjadinya lecet.

Enggan Menyusui di Ruang Publik

Sebagai ibu baru, kita pasti merasa tak nyaman untuk menyusui di ruang publik. Saya juga mengalaminya. Akan tetapi rasa enggan untuk menyusui si Kecil di tempat umum justru berisiko menarik perhatian publik lebih banyak, Bu. Bayangkan, jika si Kecil tak mendapatkan ASI saat haus, ia pasti akan merengek hingga menangis kencang. Orang di sekitar kita pun akan memusatkan perhatian pada keributan yang dibuat si Kecil. Oleh karena itu, mulailah berlatih untuk tidak malu menyusui di tempat publik. Kabar baiknya, saat ini ada kain penutup menyusui yang bisa Ibu pakai saat harus memberikan ASI pada si Kecil di tempat umum. Atau, segera temukan ruang khusus menyusui bagi si Kecil jika ia mulai menunjukkan tanda ingin menyusui.

Malu Bertanya pada Ibu Lain

Beruntungnya, saya tak pernah malu untuk bertanya pada ibu lain yang lebih berpengalaman. Sebab, masa awal menyusui jadi momen penting bagi tumbuh kembang si Kecil. Dengan bertanya pada orang lain, kita bisa belajar dari pengalaman mereka, Bu, mulai dari cara menyusui yang benar sampai tempat mencari baju khusus menyusui. Ibu juga dapat mengantisipasi dan mendapatkan saran jika terjadi hal yang tak diinginkan, seperti ASI yang tak mau keluar atau berat badan si Kecil yang tak bertambah.

Nah, sekarang Ibu tak perlu khawatir lagi karena bisa menghindari kesalahan saat menyusui. Persiapan yang baik dan kondisi yang jauh dari stres dapat membuat proses menyusui menjadi hal yang menyenangkan lho, Bu. Semangat terus menyusui si Kecil, ya.