Share Like
Simpan

Saat Ibu mendapatkan anugrah mengandung lagi padahal si Kecil masih menyusu, bukan berarti Ibu harus stop menyusui si Kakak, terlebih bila masih membutuhkan ASI eksklusif. Seperti Ibu ketahui, pemberian ASI eksklusif dianjurkan hingga si Kecil berusia enam bulan dan dapat dilanjutkan hingga usia dua tahun disertai makanan pendamping ASI.

Sebagian ibu memilih untuk menyapih si Kakak begitu mengetahui hasil tes kehamilannya positif, dan sebagian yang lain melanjutkan untuk tetap memberikan ASI. Kalau Ibu memilih tetap memberikan ASI pada si Kakak, hendaknya Ibu siap dengan perubahan yang akan terjadi. Kandungan ASI mungkin berubah, demikian pula dengan rasa dan jumlah yang dapat berkurang, terutama memasuki usia kehamilan bulan ke-4 atau ke-5. Mungkin saja si Kakak berhenti menyusu dengan sendirinya, meski adiknya belum lahir. Pantaulah secara rutin berat badan si Kakak untuk memastikan asupan makanannya cukup.

Kenyamanan ibu menyusui sementara mengandung lagi juga perlu dipertimbangkan, karena umumnya puting susu menjadi lebih lunak dan sering lecet. Ibu dapat menyiasatinya dengan mencari posisi menyusui yang nyaman. Agar Ibu terhindar dari kelelahan. konsumsilah vitamin dan nutrisi yang dapat mencukupi kebutuhan Ibu saat ini yang ‘dobel’.

Hal lain yang perlu Ibu perhatikan selama memberikan ASI saat hamil adalah kemungkinan terjadinya kontraksi rahim saat menyusui. Kontraksi ini normal terjadi dalam kehamilan, karena pengaruh hormon oksitosin. Walau belum pernah ditemukan kasus ibu menyusui selama kehamilan muda dapat menyebabkan keguguran, namun bila Ibu pernah memiliki riwayat keguguran atau melahirkan bayi prematur sebelumnya, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter atau bidan lebih dulu sebelum melanjutkan pemberian ASI pada si Kakak. Menurut para ahli, rahim tidak terpengaruh hormon stimulasi oksitosin hingga usia kehamilan 24 minggu, sehingga umumnya cukup aman memberikan ASI pada si Kakak hingga usia kehamilan ibu berusia 20 minggu. Tentunya selama kesehatan dan kehamilan Ibu dalam kondisi baik.

Memberikan ASI saat hamil juga tidak mengurangi jatah nutrisi janin atau menguras nutrisi tubuh Ibu, asalkan kebutuhan nutrisi Ibu terpenuhi dengan baik. Selama menyusui, sebaiknya Ibu mendapat tambahan sekira 500-800 kalori setiap harinya, mengonsumsi gizi sehat, lengkap dan seimbang, serta cairan yang cukup agar berat badan meningkat sesuai usia kehamilan. Selain mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beristirahatlah yang cukup agar Ibu tidak lelah dan si Kakak pun tetap mendapat perhatian dan kasih sayang penuh dari Ibu.

Untuk lebih jelasnya, Ibu dapat berkonsultasi dengan dokter atau bidan ya Bu!