Share Like
Simpan

“Ya ampun Bu, apa nggak sebaiknya di rumah aja lagi hamil gini?”, atau “Sudah hamil besar kok masih keluyuran?”. Kira-kira kalimat seperti itulah yang saya dengar hampir setiap hari waktu dulu ke kantor dengan perut yang semakin hari semakin membesar.

Memang sih, rasanya lebih lelah ketika bekerja di masa kehamilan. Namun, entah mengapa saya lebih nyaman untuk menjalani aktivitas seperti biasa selama hamil. Sebaliknya, ketika di rumah seharian tanpa melakukan pekerjaan yang berarti, saya lebih sering mengalami kram dan pegal-pegal.

Tetap masuk kerja saat hamil memang harus memperhatikan banyak hal agar tetap aman dan sehat. Oleh karena itu, sebisa mungkin saya mengontrol fisik dan emosi selama di kantor agar tidak cepat stres dan lelah. Seperti misalnya, saya meminta pada atasan untuk selalu pulang on time dan tidak lembur.

Mungkin ada juga di antara para Ibu yang lebih memilih untuk tetap bekerja saat hamil, seperti halnya saya. Nah, berikut ini ada beberapa tips agar tetap aman dan sehat selama bekerja saat hamil.

Ciptakan meja kerja senyaman mungkin.

Ibu bisa meletakkan sebuah tumpuan untuk menunjang kaki di bawah meja, bisa menggunakan kardus atau bantal kecil. Selain itu, Ibu juga bisa menempatkan bantal di kursi agar bisa duduk dengan nyaman. Dulu saya juga tak lupa membawa alat kompres untuk berjaga-jaga ketika sakit punggung dan pinggul menyerang.

Usahakan sering bergerak.

Memang pada dasarnya tubuh manusia diciptakan untuk terus bergerak, jadi pasti akan terasa sangat pegal ketika duduk di posisi yang sama dalam waktu lama. Untuk mencegahnya, Ibu bisa bangun, lalu meregangkan badan dan bergerak-gerak santai di sekitar ruangan.

Ibu hamil sangat disarankan untuk minum air putih yang banyak agar selalu merasa segar. Banyak minum berarti menambah frekuensi bolak-balik buang air kecil. Nah, saat bergerak mengambil minum dan pergi ke toilet inilah Ibu dapat sekaligus menggerakkan otot-otot yang tegang.

Berusaha cuek sebisa mungkin.

Banyak perubahan yang terjadi pada Ibu hamil. Tidak hanya perubahan fisik, namun juga perubahan emosi. Semua itu dipengaruhi oleh hormon yang juga mengalami perubahan. Dulu, saya sangat mudah emosi saat pekerjaan menumpuk dan tidak berjalan dengan semestinya. Saya juga mudah merasa senewen pada rekan-rekan kantor.

Setiap mereka mengatakan atau melakukan hal-hal yang saya rasa cukup mengganggu, saya selalu menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan. Untunglah cara ini cukup berhasil, sehingga saya tidak perlu meledak-ledak dan bisa mengabaikannya. Jika saya sudah kesal sampai ubun-ubun, saya langsung memakai headset dan mendengarkan lagu favorit di handphone.

Pakai pakaian yang paling nyaman.

Nah, ini dia hal yang mungkin sepele namun dampaknya besar. Lupakan sejenak pikiran tentang betapa tidak cocoknya warna rok dan baju Ibu. Memang, pakaian hamil tidak memiliki model dan gaya sebanyak baju normal. Namun, pakaian yang nyaman dapat berpengaruh pada suasana hati dan kinerja Ibu di kantor. Saya dulu selalu memilih pakaian yang longgar, sejuk, mudah menyerap keringat, dan yang terpenting sepatu datar yang super nyaman.

Bagaimana, Bu? Tidak terlalu sulit kan untuk melakukan tips di atas. Jangan lupa untuk memilih makanan yang bernutrisi tinggi saat makan siang ya, Bu. Aktivitas segudang membutuhkan tubuh yang fit dan sehat.  Oleh karena itu, selain melakukan hal di atas, saya juga menyimpan persediaan Frisian Flag Mama di kantor agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi di sela-sela kesibukan. Selamat beraktivitas, Bu!