Whatsapp Share Like Simpan

Ibu pasti paham bahwa sistem saraf memiliki peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Kesehatan sistem saraf akan menentukan kinerja organ tubuh secara keseluruhan. 

Untuk itu, Ibu juga perlu mengetahui fungsi sistem saraf supaya bisa memaksimalkan pertumbuhan anak serta menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kinerja sistem sarafnya. Sistem saraf merupakan jaringan kompleks yang memiliki peran penting untuk mengatur setiap fungsi dalam tubuh. 

Ada beberapa fungsi sistem saraf yang mungkin sering Ibu dengar, antara lain fungsi untuk berpikir, berbicara, bergerak, melihat, mendengar dan mengatur kinerja organ lainnya. Sistem saraf ini terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, organ-organ sensorik (seperti mata, telinga, hidung, kulit, dan organ lain), serta semua saraf yang menghubungkan organ-organ tersebut dengan seluruh bagian tubuh. 

Bagaimana Fungsi Sistem Saraf Bekerja?

Sistem saraf bekerja dengan cara mengambil informasi melalui bagian tubuh tertentu, kemudian memproses informasi tersebut, hingga bisa memicu reaksi. Sebagai contoh, reaksi yang ditunjukkan adalah bernapas, merasakan sakit, mencium wewangian, menggerakan otot, dan lainnya. 

Dalam menjalankan kerjanya tersebut, sistem saraf terbagi menjadi dua kelompok besar lho, Bu, di antaranya sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. 

Artikel Sejenis

Kumpulan saraf di otak, tulang belakang, dan jaringan otot disebut juga dengan istilah saraf motorik. Saraf motorik berperan untuk mengatur fungsi pergerakan otot tubuh. Kerja saraf motorik memungkinkan tubuh anak untuk melakukan berbagai aktivitas. 

Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf somatik dan saraf otonom. Sistem saraf somatik bekerja dengan mengontrol semua hal yang anak sadari dan secara sadar memengaruhi respon tubuh, seperti menggerakkan tangan, kaki, dan bagian tubuh lainnya. 

Sebaliknya, sistem saraf otonom mengontrol aktivitas yang dilakukan secara tidak sadar atau tanpa perlu memikirkannya. Sistem ini akan terus aktif untuk mengatur berbagai aktivitas, seperti bernapas, detak jantung, dan proses metabolisme tubuh. 

Ada 2 bagian dalam sistem saraf otonom, yaitu sistem saraf simpatik dan parasimpatik. Sistem saraf simpatik mengatur respon perlawanan dari dalam tubuh ketika ada ancaman pada diri sendiri. Sistem saraf ini juga mempersiapkan tubuh untuk mengeluarkan energi dan menghadapi potensi ancaman di lingkungan. 

Sedangkan, sistem saraf parasimpatik bekerja untuk menjaga fungsi tubuh normal setelah ada sesuatu yang mengancam. Setelah ancaman berlalu, sistem ini akan memperlambat detak jantung, laju pernapasan, dan lainnya. 

Nah, setelah mengetahui kinerja sistem saraf dalam tubuh, saatnya Ibu memahami lebih jauh tentang fungsi sistem saraf dari penjelasan di bawah ini ya!

Fungsi Sistem Saraf 

Seperti yang sudah dijelaskan, fungsi sistem sarah yang paling utama adalah untuk menerima, mengolah, dan menyampaikan rangsangan dari seluruh organ tubuh. Untuk lebih jelasnya, berikut fungsi sistem saraf manusia secara umum:

  • Mengumpulkan informasi dari dalam dan luar tubuh (disebut fungsi sensorik)
  • Mengirimkan informasi ke otak dan sumsum tulang belakang
  • Memproses informasi di otak dan sumsum tulang belakang (disebut fungsi pengatur)
  • Mengirimkan informasi ke otot, kelenjar, dan organ lain sehingga dapat merespon dengan tepat (disebut fungsi motorik)

Fungsi sistem saraf secara keseluruhan akan berjalan dengan baik jika ada koordinasi antara fungsi sensorik, fungsi pengatur, dan fungsi motorik. Namun, fungsi sistem saraf tidak sampai di sini saja, Bu. 

Fungsi sistem saraf lebih luas dibedakan berdasarkan dua kelompok besar yang tadi dijelaskan, yaitu fungsi sistem saraf pusat dan fungsi sistem saraf tepi. Keduanya memiliki fungsi masing-masing yang perlu Ibu ketahui.

  1. Fungsi sistem saraf pusat

    Otak dan sumsum tulang belakang berfungsi untuk menerima informasi atau rangsangan dari seluruh bagian tubuh, kemudian mengendalikan informasi tersebut untuk menghasilkan respons tubuh.
  2. Fungsi sistem saraf tepi

    Secara garis besar, fungsi sistem saraf tepi adalah menghubungkan respons sistem saraf pusat ke organ tubuh lainnya. 

Itulah gambaran umum fungsi sistem saraf yang memiliki peran penting dalam kinerja organ tubuh anak. Nah, ada cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan fungsi sistem saraf tersebut, salah satunya dengan memenuhi asupan nutrisi harian si Kecil. 

Bagian Dalam Sistem Saraf

Berikut ini anatomi atau bagian di dalam sistem saraf, antara lain:

  • Otak

    Otak merupakan bagian dalam sistem saraf pusat manusia yang menjadi pengendali utama dari segala fungsi tubuh. 

  • Sumsum tulang belakang

    Sumsum tulang belakang juga merupakan bagian dari susunan sistem saraf pusat yang langsung terhubung ke otak melalui batang otak dan kemudian mengalir ke sepanjang ruas tulang belakang. 

  • Sel saraf atau neuron

    Fungsi sel saraf atau neuron yaitu untuk menghantarkan informasi berupa rangsangan atau impuls saraf. 

Makanan yang Dapat Meningkatkan Fungsi Sistem Saraf

Supaya bisa berkembang dan berfungsi secara optimal, si Kecil membutuhkan asupan bergizi dari pola makannya sehari-hari. Ini karena fungsi sistem saraf sangat berpengaruh terhadap kecerdasan, daya ingat, sikap, serta kemampuan organ tubuh dalam beraktivitas. Berikut rekomendasi makanan yang dapat meningkatkan fungsi sistem saraf:

  • Makanan Sumber Asam Lemak Esensial

    Asam lemak omega 3 dan omega 6 sangat dibutuhkan si kecil untuk meningkatkan perkembangan fungsi otak dan sistem saraf. Selain itu, nutrisi ini juga dapat membantu pembentukan sel, melancarkan aliran darah, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Ibu dapat memberikan nutrisi ini melalui makanan seperti susu, telur, ikan tuna, dan kacang-kacangan.

  • Makanan Sumber Vitamin B1

    Vitamin B1 termasuk vitamin yang bisa membantu meningkatkan fungsi sistem saraf si Kecil. Melansir laman resmi National Health Service, studi menunjukkan bahwa kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan daya ingat anak kurang dan sulit konsentrasi karena fungsi sistem sarafnya lemah. Sumber vitamin B1 di antaranya ikan salmon, daging sapi, hati sapi, kacang-kacangan, kembang kol, kentang, kale, dan asparagus. 

    Baca juga: Manfaat Asam Amino Esensial (9AAE) untuk Pertumbuhan Anak

  • Makanan Sumber Vitamin B12

    Kelompok vitamin B kompleks yang bisa membantu meningkatkan fungsi sistem saraf adalah vitamin B12. Penelitian juga menunjukkan anak yang kekurangan vitamin B12 akan berpengaruh terhadap daya ingat dan memorinya. Contoh makanan sumber vitamin B12 terbaik adalah ikan salmon, ikan tuna, ikan sarden, daging sapi, hati sapi, susu, yogurt, dan telur. 

  • Makanan Sumber Asam Folat (Vitamin B9)

    Asam folat (vitamin B9) juga penting untuk perkembangan tubuh yang sehat dan fungsi sel anak. Makanan kaya folat dan memiliki sumber nutrisi terbaik di dunia antara lain sereal gandum, sayuran berwarna hijau seperti brokoli dan bayam, serta biji-bijian. 

  • Makanan Sumber Kalium

    Asupan kalium dalam tubuh cukup penting untuk mendukung kelancaran aliran sinyal saraf serta kesehatan sistem saraf secara keseluruhan. Kehadiran kalium ini dibutuhkan oleh sistem saraf otonom yang termasuk ke dalam bagian sistem saraf tepi. Beberapa makanan sumber kalium antara lain pisang, brokoli, kentang, ubi, labu, bayam, tomat, alpukat. 

  • Makanan Sumber Protein

    Selain asam lemak, vitamin, dan mineral di atas. Protein juga bisa membantu meningkatkan fungsi sistem saraf anak. Ini karena protein memiliki fungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain, yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh. 

    Di dalam tubuh, protein ini akan dipecah menjadi bentuk lebih sederhana yang disebut asam amino. Kehadiran asam amino sangat penting, terutama 9 asam amino esensial (9AAE) karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga harus didapatkan dari makanan yang mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) berkualitas, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya. 

Namun, Ibu juga perlu tahu bahwa protein hewani adalah jenis protein yang paling penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati, terutama di masa tumbuh kembang. 

Hal tersebut dikarenakan protein nabati, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. Sedangkan, makanan yang mengandung protein hewani memiliki 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap.

Sama seperti namanya, 9 Asam Amino Esensial (9AAE) memiliki fungsi yang esensial bagi tubuh si Kecil, di antaranya untuk tumbuh kembang, membangun dan memelihara sel-sel serta jaringan tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, memperkuat tulang, menjaga kesehatan mata, mencerdaskan, dan lain sebagainya.

Lantas, bagaimana jika asupan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) si Kecil kurang? Jika kebutuhan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) tidak terpenuhi secara lengkap, maka tumbuh kembang si Kecil akan terhambat. 

Hal tersebut dibuktikan dalam penelitian dari J.Nutr yang dipublikasi dalam National Center for Biotechnology Information yang menjelaskan bahwa kekurangan 1 jenis asam amino esensial akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan sebanyak -34%. Bahkan, kekurangan semua jenis asam amino esensial akan menurunkan kinerja hormon pertumbuhan sebanyak -50%. 

Hormon pertumbuhan tersebut mencakup potensi tinggi badan, daya tahan tubuh, dan kecerdasan anak. Ibu pasti tidak ingin kondisi ini terjadi pada si Kecil, bukan? Maka dari itu, pastikan Ibu memenuhi asupan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) secara lengkap yang meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin.

Nah, kandungan 9 asam amino esensial (9AAE) bisa secara lengkap Ibu dapatkan dalam susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+, kandungan nutrisi di dalam susu bubuk pertumbuhan ini sudah ditingkatkan dari sebelumnya, untuk mendukung potensi tumbuh kembang optimal si kecil. 

Susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ juga mengandung kombinasi 8 nutrisi penting untuk dukung kreativitas si Kecil, di antaranya DHA 4x lebih tinggi, asam lemak omega 3, asam lemak omega 6, minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi.

Susu pertumbuhan ini pun diperkaya 5 nutrisi penting lainnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C tertinggi yang dikombinasikan dengan 9 Asam Amino Esensial (9AAE), serta mengandung serat pangan inulin yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan si Kecil.

Ibu dapat memberikan asupan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ kepada si Kecil sebanyak 2-3 gelas per hari. Penelitian yang dilakukan oleh Prof. DR. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA (K) pada anak balita membuktikan bahwa mengonsumsi susu pertumbuhan seperti susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ dengan kadar di atas 300 ml sehari bisa mencegah terjadinya stunting sebesar 72%.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz