Whatsapp Share Like Simpan

Manfaat ikan tuna sudah tak perlu diragukan lagi ya, Bu. Ikan tuna memang salah satu sumber protein hewani yang penting bagi tumbuh kembang si Kecil. Protein di dalam ikan tuna mampu diolah oleh tubuh menjadi 9 Asam Amino Esensial atau yang lebih dikenal dengan istilah 9AAE. Ikan tuna merupakan salah satunya. Manfaat ikan tuna diketahui punya peranan penting dalam menjaga proses tumbuh kembang bayi agar selalu dalam masa optimal. 

Kandungan Protein Tuna dan Manfaat Ikan Tuna untuk Anak

Manfaat ikan tuna sebagai sumber makanan kaya akan protein sangat dibutuhkan oleh tubuh guna memproduksi 9 asam amino esensial. Sebagaimana yang telah diketahui oleh Ibu, tubuh tidak bisa secara alami memproduksi 9 asam amino esensial atau 9AAE. Salah satu asam amino esensial yang diproduksi oleh ikan tuna adalah Isoleusin. 

Dalam memproduksi 9 asam amino esensial atau 9AAE, tubuh mengurai kandungan protein yang didapatkan oleh sumber makanan. Maka dari itu Ibu perlu memahami bahwa peran makanan, seperti ikan tuna dalam menu konsumsi MPASI bayi di umur 7 hingga 12 bulan. 

Proses penguraian protein yang hadir dalam ikan tuna menjadi 9 asam amino esensial atau 9AAE ini juga membantu melancarkan metabolisme tubuh bayi guna menyerap nutrisi lainnya yang dibutuhkan untuk proses tumbuh kembangnya. Selain ikan tuna, tubuh juga dapat memproduksi 9 asam amino esensial atau 9AAE dari sumber protein hewani berkualitas seperti susu, telur, ikan jenis lain, daging merah, dan daging putih.

Ikan tuna termasuk sumber protein berkualitas yang mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE) secara lengkap. Anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang harus mendapatkan asupan 9AAE yang lengkap agar tumbuh kembangnya lebih prima. Ini karena penelitian dari J.Nutr yang dipublikasi dalam National Center for Biotechnology Information menjelaskan bahwa kekurangan 1 jenis 9 Asam Amino Esensial (9AAE) akan menurunkan potensi tinggi badan anak sebanyak -34%, dan kekurangan semua jenis 9 AAE akan menurunkan potensi tinggi badan sebanyak -50%.

Artikel Sejenis

Dalam jurnal EBioMedicine yang dipublikasi oleh The Lancet juga menyebutkan bahwa masalah stunting pada anak berkaitan erat dengan kurangnya asupan Asam Amino Esensial (9AAE) dalam tubuh. Maka dari itu, ikan tuna bisa Ibu olah ke dalam menu MPASI lezat dan bergizi untuk memenuhi nutrisi hariannya dengan tepat. 

Ikan tuna dikenal sebagai salah satu sumber makanan hewani yang memiliki banyak kandungan nutrisi. Dengan banyaknya nutrisi yang dikandung, maka bukan hal yang diragukan lagi bahwa ikan tuna memberikan manfaat untuk kesehatan dan tumbuh kembang prima bayi dan anak-anak. 

Manfaat Ikan Tuna untuk Bayi

Agar Ibu senantiasa mendapatkan nutrisi terbaik untuk tumbuh kembang bayi, berikut adalah beberapa manfaat ikan tuna yang bisa menguntungkan untuk bayi.

  1. Meningkatkan kecerdasan bayi

    Dalam masa tumbuh kembangnya, tingkat kecerdasan yang baik dan optimal bisa memberi kemudahan pada bayi untuk mengetahui banyak hal sebagai bekal yang dibutuhkan ketika bertambahnya usia. Salah satu manfaat ikan tuna yang bisa dirasakan oleh bayi adalah membantu meningkatkan kecerdasannya. 

    Manfaat ikan tuna terhadap kecerdasan bayi berasal dari DHA yang dikandung oleh ikan tuna. Asupan DHA yang cukup dari salah satu manfaat ikan tuna ini dapat meningkatkan bayi dalam menguasai bahasa atau kosakata yang dibutuhkan di masa tumbuh kembangnya untuk berkomunikasi. Selain itu, manfaat ikan tuna membuat bayi memiliki kemampuan memerhatikan atau menyimak yang baik serta dapat meningkatkan IQ bayi.

  2. Memperlancar produksi hemoglobin

    Di dalam tubuh, hemoglobin berperan untuk menangkap serta membawa oksigen dalam darah ke seluruh jaringan tubuh yang memerlukan oksigen. Untuk hal itu, ikan tuna dikenal memiliki manfaat dalam memperlancar produksi hemoglobin. 

    Manfaat ikan tuna dalam memproduksi hemoglobin ini dapat terjadi berkat kandungan vitamin B6 yang terdapat di dalam ikan tuna. Produksi hemoglobin ini menjadi penting karena jaringan tubuh membutuhkan oksigen agar dapat berfungsi secara optimal. Jika kadar oksigen dalam darah berkurang maka dapat menyebabkan tubuh gampang lelah. Memiliki tubuh yang sehat dan kuat merupakan elemen penting dalam proses tumbuh kembang bayi.

  3. Meminimalisasi risiko peradangan

    Sistem atau jaringan tubuh di dalam bayi di masa tumbuh kembangnya masih membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian agar bisa bekerja secara optimal. Di masa-masa tersebut, jaringan tersebut pun rentan mengalami peradangan yang berujung pada penyebab penyakit kronis. 

    Agar terhindar dari risiko penyakit tersebut, manfaat ikan tuna lainnya yang bisa dirasakan oleh bayi adalah sebagai anti peradangan. Manfaat ikan tuna sebagai anti peradangan ini hadir berkat kandungan DHA dan EPA. Kedua kandungan yang termasuk manfaat ikan tuna tersebut berguna untuk menurunkan risiko penyakit kronis seperti radang usus, radang sendi, hingga penyakit kardiovaskular.

  4. Memproteksi jaringan tubuh dan otak

    Sebagaimana yang telah Ibu ketahui, ikan tuna merupakan salah satu sumber makanan hewani yang kaya akan kandungan protein. Protein ini diperlukan oleh tubuh bayi demi memproduksi 9 asam amino esensial atau 9AAE. Manfaat ikan tuna yang kaya akan protein dalam memproduksi 9 asam amino esensial atau 9AAE berfungsi untuk menjaga jaringan tubuh serta otak pada bayi. Proteksi yang dibutuhkan pada jaringan tubuh dan otak bayi ini sangat diperlukan agar bayi bisa tumbuh dan berkembang sehat dan kuat. 

  5. Menjaga kesehatan mata

    Manfaat ikan tuna lainnya yang sangat berguna di masa tumbuh kembang bayi adalah mampu menjaga kesehatan mata. Kandungan DHA tinggi yang terdapat sebagai manfaat ikan tuna ini berguna agar retina pada mata bayi mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Manfaat ikan tuna yang baik untuk mata ini berguna agar mata bayi mampu mendeteksi dan merespon cahaya yang nantinya diteruskan ke otak untuk diproses dalam bentuk visual. 

    Selain itu, DHA yang terkandung sebagai manfaat ikan tuna ini juga punya peran penting dalam meminimalisasi risiko penyakit mata yang dapat menyerang bagian pembuluh darah di area mata. Omega 3 yang ada pada kandungan gizinya ikan tuna juga bermanfaat untuk mempertajam pandangan bayi di masa tumbuh kembangnya. 

    Tak hanya itu, kesehatan kulit juga akan terjaga jika Ibu memberikan ikan tuna yang dibarengi dengan pola hidup sehat pada anak sejak dini. Dengan begitu, kesehatan kulit si Kecil akan meningkat di hingga jangka panjang. 

  6. Meningkatkan metabolisme tubuh

    Ikan tuna juga punya manfaat baik untuk meningkatkan metabolisme tubuh pada bayi. Salah satu manfaat ikan tuna ini hadir berkat kandungan gizi vitamin B yang terdapat pada salah satu ikan air asin tersebut. 

    Vitamin B sebagai manfaat ikan tuna ini berguna dalam meningkatkan laju metabolisme tubuh, sehingga bayi lebih cepat mendapatkan energi dari proses pembakaran lemak secara alami yang dilakukan oleh tubuh. Energi yang cukup dari manfaat ikan tuna ini dibutuhkan agar bayi senantiasa dengan mudah melakukan aktivitasnya, seperti bermain dan belajar.

  7. Mendukung pertumbuhan tulang dan gigi

    Pertumbuhan tulang dan gigi merupakan salah satu manfaat ikan tuna yang baik untuk tumbuh kembang bayi. Di antara banyaknya nutrisi, ikan yang berasal dari laut ini diketahui memiliki kandungan vitamin D dan kalsium. Kedua kandungan gizinya tersebut merupakan elemen penting dalam mendukung pertumbuhan tulang dan gigi. 

    Dengan mencukupi asupan vitamin D dan kalsium, manfaat ikan tuna lainnya yang bisa dirasakan adalah bayi dapat tumbuh dengan fisik yang kuat dan sehat. Meskipun memiliki manfaat yang baik untuk tumbuh kembang bayi, Ibu harus memerhatikan konsumsi ikan tuna pada bayi. 

Selain itu, manfaat ikan tuna juga penting untuk mencegah penyakit jantung di kemudian hari. Ini karena ikan tuna mengandung asam lemak omega 3 yang cukup tinggi sehingga akan menurunkan risiko penyakit jantung pada bayi dan anak-anak. 

Cara Mengolah Ikan Tuna untuk MPASI Bayi

Setelah mengetahui peranan ikan tuna dalam memberikan manfaat untuk kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Kini saatnya Ibu mengetahui cara pengolahan ikan tuna yang tepat untuk MPASI bayi. Berikut penjelasannya: 

  • Pilih ikan tuna yang segar

    Pastikan Ibu memilih ikan tuna yang masih segar dan kualitasnya masih baik. Ikan segar harus memiliki aroma segar khas lautan. Ikan tuna segar juga akan mengeluarkan bau amis yang normal. Sebab, bau amis ikan yang segar pasti berbeda dengan ikan yang sudah dalam kondisi tidak bagus. Hindari memilih ikan tuna yang mengeluarkan bau amis, seperti bau ikan busuk. 

  • Cuci ikan tuna hingga bersih

    Ibu juga perlu mencuci ikan tuna hingga benar-benar bersih. Seperti yang diketahui, daya tahan tubuh dan pencernaan bayi masih belum bekerja dengan optimal. Oleh karena itu, semua jenis makanan harus dicuci bersih untuk menghilangkan kuman dan bakteri. 

  • Buang sisik dan duri ikan tuna 

    Ini merupakan bagian terpenting saat mengolah ikan tuna untuk MPASI bayi. Jangan sampai ada sisik, sirip, dan duri yang masih tertinggal ya, Bu, karena bisa menyebabkan si Kecil tersedak. Duri ikan juga bisa tersangkut di tenggorokan si Kecil.

  • Masak hingga matang dan lunak

    Ibu bisa mengolah ikan untuk MPASI dengan cara dikukus, direbus, dan ditumis hingga matang dan lunak. Hindari menyajikan ikan dalam keadaan mentah karena bakteri yang terkandung di dalamnya dapat mengganggu saluran pencernaan si kecil yang masih berkembang. 

Disarankan untuk tidak memberikan ikan tuna secara berlebihan. Sebaiknya Ibu menyeimbangkan gizi harian si Kecil dari beragam nutrisi penting lainnya, mulai dari protein, karbohidrat, lemak, serat, serta berbagai vitamin dan mineral yang bisa terkandung di dalam menu MPASI bernutrisi. Demi menjaga kualitas ASI yang dibutuhkan oleh bayi usia 7 hingga 12 bulan, Ibu bisa jadikan susu Frisian Flag MAMA sebagai tambahan nutrisi yang penting bagi Ibu dan si Kecil selama masa menyusui. 

Susu Frisian Flag MAMA merupakan sumber protein yang penting untuk pertumbuhan tulang si Kecil dan daya tahan tubuh Ibu selama masa kehamilan dan menyusui. Susu Frisian Flag MAMA mengandung kalsium yang tinggi untuk kesehatan tulang Ibu dan si Kecil, zat besi tertinggi untuk mencegah anemia, sumber serat pangan inulin untuk mencegah terjadinya sembelit atau konstipasi, serta tinggi asam folat untuk mencegah terjadinya cacat pada tabung saraf janin. 

Selain itu, Frisian Flag MAMA juga mengandung multivitamin dan multimineral lainnya yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. Tersedia dalam rasa cokelat yang bisa dikonsumsi dalam suhu panas maupun dingin yang pastinya disukai oleh Ibu.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz