Share Like
Simpan

Apa makanan favorit Ibu saat hamil? Kalau saya dulu suka sekali mengonsumsi apel, Bu. Mulai dari apel malang, sampai apel fuji semuanya saya suka. Padahal, waktu saya hamil dulu tersiar kabar bahwa ada apel impor terserang bakteri Listeria monocytogenes.

Setelah mendapat kabar tersebut, lantas saya langsung menanyakan hal ini kepada dokter kandungan. Melalui telepon, ia menjelaskan bahwa bakteri yang kasusnya sempat heboh di Amerika Serikat dan Kanada ini belum menyerang Indonesia. Akan tetapi, kita harus tetap waspada dengan memantau pilihan makan kita saat hamil.

Sekarang pasti Ibu bertanya-tanya, apa sih bakteri Listeria itu? Apa akibatnya pada janin? Jadi, Listeria monocytogenes adalah bakteri tidak membentuk spora yang dapat ditemukan pada beberapa spesies. Itulah yang menyebabkan sayur-sayuran dan buah-buahan juga bisa terkontaminasi melalui tanah.

Bu, bakteri Listeria monocytogenes dapat menyebabkan penyakit bernama listeriosis. Jika bakteri ini menyerang Ibu hamil, maka akan berakibat fatal pada si Kecil yang masih dalam kandungan. Dampak terburuknya bisa menyebabkan keguguran, lho. Gejala penyakit ini pun biasanya baru terlihat 21 hari setelah infeksi menjangkit. Adapun gejala-gejala tersebut antara lain:

  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot pada punggung dan leher.
  • Kenaikkan suhu tubuh yang drastis (demam tinggi).
  • Linglung atau kebingungan.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Kejang-kejang.
  • Mual dan diare.

Itulah beberapa gejala yang terjadi pada penderita listeriosis. Waktu berbincang dengan dokter kandungan di telepon, ia memberikan saya beberapa tips mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes ini, yaitu: 

  • Hindari susu yang belum melewati proses pasteurisasi, apalagi susu kambing dan susu domba. Ibu tidak boleh meminum susu segar yang baru diperah langsung dari sapinya, ya. Masalahnya, susu yang belum streril tersebut dapat memicu bakteri Listeria monocytogenes tumbuh dan berkembang di dalam tubuh.
  • Daging yang belum matang tidak boleh langsung dicicipi. Baik daging hewan mamalia, unggas, ataupun ikan harus dimasak sampai benar-benar matang. Daging ayam atau sapi yang mengeluarkan cairan berwarna merah saat ditekan, tandanya masih belum matang. Sedangkan Ikan harus dimasak sampai warna dagingya memudar ya, Bu.
  • Buah yang akan dikonsumsi harus dicuci dengan air mengalir. Pasalnya, bakteri Listeria monocytogenes dapat mengontaminasi buah-buahan dan sayuran melalui tanah saat proses panen. Jika ingin membuat jus, pastikan buah yang sudah dikupas juga harus dicuci terlebih dahulu.
  • Konsumsi telur yang benar-benar sudah matang, misalnya telur rebus atau telur dadar. Sebaliknya, telur mentah atau telur setengah matang tidak baik untuk dikonsumsi oleh Ibu hamil. Makanan-makanan lain yang terbuat dari telur mentah seperti mayones juga harus dihindari.
  •  Apabila Ibu memiliki simpanan makanan terlalu lama di kulkas, sebaiknya segera dihabiskan oleh Ayah atau disingkirkan saja, Bu. Bakteri Listeria monocytogenes bisa bertahan di dalam lemari pendingin. Makanan dalam kemasan lebih baik langsung dikonsumsi setelah dibuka. Jika ingin mengonsumsi makanan yang sudah disimpan di dalam kulkas, sebaiknya dipanaskan terlebih dahulu.

Selain empat hal tersebut, Ibu juga sebaiknya waspada terhadap bakteri Listeria monocytogenes sejak merencanakan kehamilan. Sebelum hamil mungkin Ibu tidak  merasakan efeknya secara langsung, namun dampaknya akan terlihat setelah hamil nanti. Klik di sini untuk mengetahui makanan dan minuman yang harus dihindari saat merencanakan kehamilan.

Selamat menjalani hidup sehat selama hamil, Bu! Semoga Ibu dan si Kecil terbebas dari berbagai macam penyakit!