Share Like
Simpan

Sekitar tujuh tahun yang lalu, saya dan suami merencanakan untuk memiliki momongan. Sebelumnya, kami berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan perihal apa saja yang sebaiknya dilakukan dan dihindari saat merencanakan kehamilan.

Pada sesi pertemuan tersebut, dokter menjelaskan secara rinci kepada saya dan suami apa saja pengaruh dari pola hidup kami dan dampaknya terhadap fertilitas. Dari situ saya jadi tahu, bahwa sejak beberapa bulan sebelum merencanakan kehamilan, penting bagi kami untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat. Terutama saya yang nantinya akan mengandung dan memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan janin selama sembilan bulan. 

Saat berkonsultasi, saya diminta untuk menghindari beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat memberi dampak bagi kesuburan maupun si Kecil nantinya. Simak ulasan berikut, ya!

  • Minuman beralkohol

Menurut The American College of Obstetrics and Gynecologists, wanita yang sedang merencanakan kehamilan disarankan untuk menghindari minuman beralkohol. Hal ini berdasar pada alkohol sebagai penyebab utama kerusakan mental dan fisik. Sementara, masa awal kehamilan adalah tahap yang paling penting dalam perkembangan sistem saraf bayi yang mengirim pesan antara otak dan berbagai bagian tubuh, Bu.

  • Ikan bermerkuri tinggi

Selama merencanakan kehamilan, sebaiknya Ibu mulai mengurangi konsumsi ikan bermerkuri tinggi seperti ikan todak atau tuna albacore. Sebisa mungkin, kurangi konsumsi ikan ini terhitung dari tiga bulan sebelum perkiraan kehamilan ya, Bu. Menurut situs American Pregnancy Association, dalam seminggu Ibu hanya diizinkan untuk menyantap paling banyak 6 ons porsi ikan bermerkuri tinggi per bulannya. Jadi, pilihlah ikan jenis lain yang lebih aman, seperti  ikan salmon atau tuna kalengan bermerkuri rendah.

  • Minuman berkadar gula tinggi

Tidak ada salahnya jika Ibu mengurangi konsumsi minuman yang memiliki kadar gula tinggi seperti soda ataupun jus buah dengan pemanis buatan. Hal ini bisa berdampak meningkatnya gula darah yang berisiko mengakibatkan Ibu mengalami infertilitas. Sebaiknya, baca terlebih dahulu label yang tertera pada makanan serta minuman kemasan untuk menghindari risiko seperti ini ya, Bu.

  • Makanan atau minuman yang mengandung bakteri Listeria

Susu tidak berpasteurisasi, daging yang tidak dimasak hingga benar-benar matang, atau keju lunak memiliki potensi mengandung bakteri Listeria. Adapun bakteri ini tidak berbahaya bagi wanita yang belum hamil, namun sebaiknya Ibu tetap mewaspadai bakteri Listeria agar nantinya kehamilan Ibu bisa terhindar dari risiko seperti keguguran, lahir mati, atau infeksi pada bayi setelah lahir.

  • Kafein

Ibu penggemar kopi? Atau penggemar teh? Nah, saat merencanakan kehamilan, sebaiknya batasi konsumsi per harinya tidak lebih dari 200 mg (setara dengan dua cangkir kopi instan) ya, Bu. Memang sih, ada yang mengatakan bahwa kafein memiliki risiko yang cukup kecil bagi pertumbuhan janin. Namun, alangkah baiknya jika Ibu tetap menghindari risiko kecil itu, bukan? Kafein ini sendiri bisa Ibu temukan pada kopi, teh, ataupun cokelat.

Apabila salah satu makanan atau minuman yang saya sebutkan di atas merupakan favorit Ibu, ada baiknya jika Ibu hindari dulu selama beberapa bulan, ya. Cukup sulit memang. Awalnya saya cukup kesulitan menahan diri, apalagi saya termasuk penggila kopi dan penyuka steak yang dimasak setengah matang. Namun, mengingat hal ini adalah yang terbaik bagi saya dan si calon bayi, akhirnya saya putuskan untuk tetap melakukannya.

Untungnya, kesabaran saya tadi berbuah manis, Bu. Saya dapat melewati masa kehamilan tanpa masalah kesehatan yang berarti dan si Kecil juga bisa tumbuh dengan baik. Bagaimana dengan Ibu? Adakah pengalaman serupa dengan saya? Yuk, bagikan dengan ibu-ibu lain di sini!