Whatsapp Share Like Simpan

Apakah Ibu pernah menemukan hasil USG air ketuban sedikit? Jika iya, alangkah baiknya Ibu lakukan konsultasi kepada dokter mengenai kondisi air ketuban dengan kadar sedikit tersebut, ya. Sebagaimana yang telah Ibu ketahui, air ketuban merupakan media yang penting bagi kelangsungan hidup janin di dalam rahim Ibu. Jumlah air ketuban yang sedikit tentunya akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan janin.

Air ketuban diproduksi oleh tubuh secara otomatis setelah kantung kehamilan terbentuk atau sekitar 12 hari setelah terjadi pembuahan. Jumlah Air ketuban di dalam tubuh Ibu di masa kehamilan akan terus bertambah seiring dengan berjalannya usia kehamilan dan perkembangan janin.

Pada usia kehamilan yang mencapai 10 minggu, kadar air ketuban di dalam rahim akan mencapai sekitar 30 mililiter. Ketika Ibu memasuki usia kehamilan 20 minggu, sumber utama air ketuban akan berasal dari urin yang dikeluarkan oleh janin. 

Umumnya volume air ketuban akan mencapai jumlah tertingginya ketika menginjak usia kehamilan 34-36 minggu. Namun, jumlah tersebut akan berangsur berkurang saat mendekati masa persalinan atau ketika usia kehamilan mencapai 40 minggu. Supaya memudahkan Ibu untuk mengetahui Hari Perkiraan Lahir (HPL), sebaiknya Ibu memanfaatkan fitur Kalkulator Kehamilan yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima.

Maka, jumlah air ketuban sedikit, berisiko untuk menghambat perkembangan janin dan kesehatannya. Dalam menjaga kadar air ketuban di dalam tubuh, Ibu perlu memerhatikan keseimbangan asupan cairan. Hal tersebut cukup memberi pengaruh pada produksi volume air ketuban di dalam tubuh. 

Artikel Sejenis

Fungsi air ketuban

Sebelum membahas tentang bahaya jumlah cairan ketuban yang sedikit, mari mengetahui apa itu air ketuban. Terkait dengan fungsinya, Air ketuban berguna sebagai pelindung atau bantalan bagi janin terhadap benturan di perut Ibu.

Selain itu, air ketuban membantu perkembangan otot, paru-paru, serta sistem pencernaan janin selama berada di dalam kandungan. Seiring dengan pertumbuhannya, janin akan semakin aktif bergerak dan berenang dalam rahim Ibu. Saat memasuki usia kehamilan trimester kedua, janin mulai bernapas dan dapat menelan cairan ketuban.

Meskipun kadar cairan ketuban diproduksi oleh tubuh secara mandiri dan otomatis, namun pada keadaan tertentu, kadang-kadang volume cairan ketuban bisa menjadi terlalu sedikit. Dalam istilah medis kondisi ini disebut dengan oligohidramnion.

Untuk mengetahui kadar air ketuban yang sedikit atau cukup ini, hanya bisa dilakukan dengan pemeriksaan USG melalui dokter. Selanjutnya perhitungan kadar tersebut diidentifikasi menggunakan metode indeks cairan amnion (amniotic fluid index/AFI). Selain itu, untuk mengetahui kadar cairan ketuban juga bisa dilakukan dengan cara mengukur kedalaman kantung kehamilan (maximum vertical pocket/MPV).

Penyebab air ketuban sedikit

Untuk meningkatkan kewaspadaan, Ibu perlu mengetahui penyebab kenapa cairan ketuban di dalam tubuh punya kadar di bawah rata-rata. Berikut adalah beberapa penyebab yang bisa Ibu jadikan acuan untuk melakukan konsultasi lebih lanjut kepada dokter.

  1. Sistem kemih janin bermasalah

    Salah satu penyebab oligohidramnion bisa berasal dari sistem kemih janin yang bermasalah. Sebagaimana yang dijelaskan di atas, bahwa pada masa tertentu urine janin jadi sumber produksi untuk air ketuban. Dengan sistem kemih janin yang bermasalah, maka ginjal janin pun akan sulit berkembang dan juga beroperasi dengan baik.

  2. Gangguan pada plasenta

    Plasenta atau ari-ari merupakan organ tubuh yang penting dalam menjaga tumbuh kembang janin di dalam rahim. Untuk itu, konsultasi kehamilan secara rutin dapat mengurangi risiko terjadinya gangguan pada plasenta.

    Pasalnya, gangguan pada plasenta juga jadi penyebab kadar cairan ketuban jadi sedikit. Gangguan plasenta bisa menyebabkan aliran darah dan asupan nutrisi untuk janin menjadi terhambat. Hal tersebut membuat produksi urine janin juga ikut terganggu yang dapat membuat cairan ketuban jadi sedikit jumlahnya.

  3. Ketuban pecah sebelum waktunya

    Ibu tentu pernah mendengar istilah ketuban pecah sebelum waktunya. Istilah ini tentu harus segera ditangani dengan cepat dan serius. Pasalnya, robekan kecil yang terjadi pada kantung ketuban bisa menyebabkan cairan ketuban merembes keluar dari rahim dan perlahan mengurangi jumlah air ketuban. Kondisi ini akan berisiko pada perkembangan janin tentunya.

  4. Komplikasi kehamilan kembar

    Dengan mengetahui bahwa Ibu kini sedang mengandung janin kembar, maka penting bagi Ibu untuk meningkatkan kewaspadaan terkait kondisi rahim. Pasalnya, jika tidak melakukan konsultasi secara rutin, bisa-bisa Ibu menemukan kadar cairan ketuban memiliki jumlah sedikit dalam rahim.

    Hal itu terjadi karena pada kehamilan kembar identik, ibu hamil berisiko mengalami komplikasi twin to twin transfusion syndrome (TTTS). Komplikasi ini membuat janin kembar saling berbagi plasenta yang memungkinkan salah satunya harus menerima sedikit air ketuban.

Sebagai pencegahan, Ibu bisa jadwalkan pemeriksaan USG secara rutin dan berkala. Pasalnya, tanda-tanda kondisi oligohidramnion biasanya kerap ditemukan terjadi ketika memasuki masa 3 bulan terakhir kehamilan atau trimester ketiga. Berikut adalah gambaran umum kondisi oligohidramnion tersebut:

  • Pada usia kehamilan 32-36 minggu, volume cairan ketuban kurang dari 500 ml.
  • Tingkat indeks cairan amnion (AFI) kurang dari 5 cm.
  • Maximum vertical pocket (MPV) kurang dari 2 cm.

Risiko bayi akibat oligohidramnion 

Oligohidramnion dapat mengakibatkan kelahiran prematur hingga keguguran, juga infeksi pada janin dan Ibu. Namun Ibu tidak perlu khawatir, karena dokter akan mengambil tindakan sesuai dengan usia kehamilan Ibu saat itu. Bila usia kehamilan telah cukup, maka dokter akan mengakhiri kehamilan dan melahirkan si Kecil.

Bila usia kehamilan Ibu belum cukup, dokter akan melakukan pemantauan jumlah air ketuban, keadaan janin dan pertumbuhannya serta kondisi kesehatan Ibu hingga usia kehamilan cukup dan si Kecil siap dilahirkan. 

Tindakan lain yang dilakukan dokter adalah menambah air ketuban selama proses persalinan melalui kateter, sehingga memberikan ‘bantalan’ pada tali pusat dan si Kecil terhindar dari risiko lilitan tali pusat dan dapat dilahirkan secara normal. Tambahan air ketuban ini juga dapat dilakukan dengan menyuntikkan cairan salin ke dalam kantung kehamilan atau dikenal sebagai tindakan amniosentesis. 

Hal tersebut dilakukan agar dokter dapat melihat anatomi bagian-bagian janin lebih jelas untuk membuat suatu diagnosis. Pemberian cairan pada Ibu atau rehidrasi juga bermanfaat dan membantu meningkatkan volume air ketuban.

Dengan risiko yang ada, tentu Ibu kini memahami mengapa konsultasi di masa kehamilan secara rutin sangat diperlukan demi menjaga kesehatan janin di dalam kandungan. Selain itu, Ibu juga tetap harus menjaga asupan nutrisi harian demi melengkapi kebutuhan tumbuh kembang janin di dalam rahim.

Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi Ibu di masa kehamilan, susu Frisian Flag PRIMAMUM bisa menjadi pilihan tepat. Pasalnya Susu Frisian Flag PRIMAMUM mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga mengandung tinggi asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA) untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak si Kecil serta kesehatan Ibu.

Susu Frisian Flag PRIMAMUM mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Diperkaya juga dengan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel si Kecil. Susu Frisian Flag PRIMAMUM tersedia dalam rasa cokelat yang lezat dan tidak membuat Ibu merasa enek atau mual, serta praktis karena dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui.