Share Like
Simpan

Rasanya wajar bila ibu hamil merasa lelah, meski tingkat lelah itu akan berbeda-beda bagi setiap orang. Biasanya rasa lelah lebih terasa pada saat memasuki trimester satu dan tiga, yakni pada saat tubuh menghasilkan hormon-hormon baru dan terjadi banyak perubahan dalam tubuh.

Pada kehamilan trimester satu, seluruh sistem dalam tubuh ibu bekerja sangat berat. Salah satunya yaitu membentuk plasenta yang akan menunjang kehidupan janin. Kadar hormon dan metabolisme tubuh berubah dengan cepat, sementara kadar gula darah dan tekanan darah cenderung menurun. Rasa lelah seringkali sebagai salah satu gejala ‘mabuk hamil’, yang ditandai dengan mual, hilang nafsu makan, dan kadangkala muntah. Jika gejala-gejala tersebut mengganggu waktu tidur, dapat dipastikan ibu hamil akan semakin lelah dan lekas marah.

Perubahan-perubahan fisik dan mental selama hamil juga bisa menyebabkan stres yang bisa semakin menambah rasa lelah yang ada. Yang perlu dikhawatirkan adalah bila rasa lelah terus terjadi disertai sulit tidur, karena bisa saja itu merupakan gejala-gejala depresi, sehingga perlu segera berkonsultasi dengan dokter . Namun bisa juga rasa lelah dan berkurangnya tenaga adalah akibat dari anemia. Biasanya dokter/bidan akan mengetahuinya dan memberikan obat penambah darah.

Mulai memasuki usia kandungan 28 minggu, ukuran janin semakin besar, sehingga membuat Ibu semakin merasa kesulitan tidur karenanya. Akibat berat badan yang semakin bertambah, rasa lelah pun semakin terasa.

Berikut tips untuk mengatasi kelelahan saat hamil:

  • Memahami tubuh. Segera beristirahat bila merasa lelah. Jangan hiraukan pekerjaan rumah tangga yang menumpuk, karena kesehatan ibu dan janin jauh lebih penting. Biasakan tidur malam lebih awal. Bagi ibu bekerja, luangkan tidur sekira 15 menit saat waktu istirahat.
  • Mintalah bantuan orang lain untuk menjaga anak (bagi yang sudah punya anak) atau untuk mengerjakan urusan rumah tangga.
  • Makan makanan sehat agar tetap memiliki energi. Perut kosong dapat membuat semakin lelah dan mual. Jaga kadar gula darah tetap baik dengan sering mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan protein.
  • Sering-seringlah makan hingga 5-6 kali. Rasa lelah bereaksi dengan baik pada makanan, karena berpengaruh pada kadar gula darah.
  • Sempatkan untuk senam atau berolahraga ringan, misalnya jalan kaki saat pagi hari. Selain membuat tubuh lebih segar, juga akan membuat kualitas tidur malam lebih baik, sehingga lebih bertenaga keesokan harinya.
  • Jika rasa lelah terus-menerus berlangsung selama kehamilan, dan ditambah dengan sulit napas, lemah, dan bahkan pernah pingsan, segera konsultasi ke dokter/bidan; mungkinan itu gejala-gejala anemia.


Setelah mengetahui bahwa rasa lelah adalah hal yang wajar bagi ibu hamil, jalanilah kehamilan dengan perasaan nyaman dan bahagia. Ketenangan Ibu akan berpengaruh pada perkembangan janin secara mental, sehingga kelak ia akan tumbuh menjadi pribadi yang tenang dan bahagia.