Share Like
Simpan

Di trimester akhir ini, ada beberapa gangguan tidur yang biasa dikeluhkan para Ibu hamil. Tak melulu soal kesulitan menemukan posisi tidur yang nyaman, mendengkur atau ngorok juga menjadi keluhan Ibu hamil yang cukup populer. Sewaktu mengandung anak kedua beberapa tahun lalu, saya juga mengalaminya. Padahal, biasanya saya tak pernah mendengkur lho, saat tidur.

Khawatir hal ini memberikan dampak negatif bagi kesehatan saya maupun calon buah hati, saya dan suami pun segera mengunjungi dokter kandungan untuk mengonsultasikan keluhan kehamilan yang saya alami ini. Dari sesi konsultasi itu, saya jadi tahu beberapa fakta seputar mendengkur atau ngorok saat hamil. Penasaran apa saja, Bu? Berikut saya rangkum infonya untuk Ibu. Simak, yuk!

Sekilas Seputar Mendengkur

Menurut penjelasan dokter, mendengkur atau ngorok terjadi karena adanya getaran jaringan pada tenggorokan saat seseorang sedang tidur. Getaran ini sebenarnya menandakan adanya hambatan aliran udara pada mulut dan hidung, Bu. Nah, mendengkur atau ngorok bisa terjadi pada siapa saja, tak peduli berapa pun usia dan apa pun jenis kelaminnya. Namun, sekitar 30-50% di antaranya terjadi pada orang dewasa.

Mendengkur pada Ibu Hamil

Meski sebelumnya tidak pernah mendengkur, wanita berisiko mendengkur saat hamil, Bu. Menurut keterangan dari dokter, kondisi ini biasanya mulai terjadi di trimester kedua kehamilan dan frekuensinya semakin meningkat saat memasuki trimester ketiga.

Setidaknya, ada empat hal yang menyebabkan Ibu hamil mendengkur saat tidur, yaitu:

  • Ukuran perut yang membesar dari waktu ke waktu

Seiring perkembangan janin dalam kandungan, ukuran perut Ibu akan membesar dari waktu ke waktu. Hal ini menyebabkan diafragma (otot utama yang memisahkan rongga perut dan rongga dada) tertekan, sehingga aliran udara yang keluar-masuk tubuh Ibu terhambat.

  • Perubahan pada Sistem Saluran Napas

Selama hamil, terdapat jumlah hormon kehamilan dalam tubuh Ibu meningkat. Kondisi ini ternyata memengaruhi saluran pernapasan lho, Bu. Menurut penjelasan dokter, peningkatan kadar hormon kehamilan di tubuh Ibu hamil membuat lendir di dalam hidung semakin banyak. Efeknya, pernapasan Ibu terhambat sehingga terdengar dengkuran saat tidur.

  • Berat Badan yang Meningkat

Dengkuran selama trimester kedua dan ketiga kehamilan juga dipicu oleh peningkatan berat badan Ibu. Semakin meningkat berat badan, saluran pernapasan Ibu berisiko semakin terdesak sehingga mengalami penyempitan. Inilah yang menyebabkan saluran napas berbunyi saat dilewati udara.

  • Stres Selama Hamil

Di samping tiga faktor di atas, ternyata kondisi psikologis yang tidak stabil juga memicu Ibu hamil tidur mendengkur. Dokter kandungan tempat saya berkonsultasi menyebutkan, penelitian yang dilakukan ahli fisioterapi asal Australia, Tess Graham. Peneliti tersebut menemukan kaitan yang erat antara kondisi psikologis yang tidak stabil dan dengkuran saat tidur.

Apakah Kondisi Ini Berbahaya?

Setelah mengetahui faktor-faktor pemicu mendengkur, saya pun menanyakan pada dokter, apakah keluhan di masa kehamilan ini bisa membahayakan kesehatan saya dan janin, atau sebaliknya, Bu.

Menurut dokter, meski terkesan sepele, sebenarnya mendengkur saat hamil tidak boleh diremehkan, Bu. Seperti yang telah disebutkan di atas, dengkuran merupakan pertanda saluran pernapasan Ibu terhambat. Dengan kata lain, membiarkan dengkuran terjadi terus-menerus sama saja membiarkan proses pertukaran oksigen dan karbondioksida di tubuh Ibu tidak lancar. Efeknya, tak hanya Ibu yang jadi lemas karena kekurangan oksigen, pertumbuhan janin dalam kandungan Ibu pun bisa terhambat.

Ini yang Perlu Dilakukan Bila Ibu Hamil Mendengkur

Sebelum saya dan suami meninggalkan ruangan konsultasi, saya juga sempat bertanya pada dokter seputar hal yang bisa dilakukan agar efek negatif bisa berkurang. Berikut rangkuman saran dari dokter saat itu.

  • Bernapas Lebih Banyak Saat Pagi dan Siang Hari

Mengingat mendengkur atau ngorok selama tidur berpotensi membuat kadar oksigen tubuh berkurang, dokter menyarankan agar saya lebih banyak menghirup oksigen saat terjaga. Di sela-sela aktivitas, saya diminta untuk lebih sering menghela napas panjang dan menahannya beberapa detik sebelum melepaskannya. Hal ini bisa membantu meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh saya dan si Kecil, sehingga meski saya mendengkur di malam hari, risiko tubuh kekurangan oksigen tetap berkurang.

  • Kontrol Kenaikan Berat Badan

Saya juga disarankan mengontrol kenaikan berat badan selama hamil, Bu. Hal ini membantu mencegah kegemukan yang berpotensi membuat saluran napas tertekan saat tidur. Dengan begini, frekuensi mendengkur bisa berkurang.

  • Hindari Makan Berlebih Jelang Waktu Tidur

Supaya diafragma pada tubuh tidak semakin tertekan karena perut dalam kondisi terisi penuh, dokter juga menyarankan saya untuk menghindari makan berat secara berlebihan di malam hari. Katanya, lebih baik saya makan dalam porsi kecil 3-4 jam sebelum tidur. Bila lapar, saya disarankan untuk mengonsumsi camilan saja.

  • Jaga Kondisi Psikologis Senantiasa Stabil

Mengingat kondisi psikologis pun memperbesar risiko Ibu hamil mendengkur saat tidur, menghindari stres termasuk salah satu saran yang diberikan dokter saat sesi konsultasi, Bu. Mengonsumsi makanan penjaga kestabilan mood juga menjadi tips penting yang saya dapatkan. 

Itulah serba-serbi mendengkur yang cukup sering menjadi keluhan Ibu hamil. Semoga info ini cukup membantu, terutama bagi para Ibu hamil yang kebetulan juga mengalami keluhan serupa. Terus menjaga kesehatan ya, Bu!