Share Like
Simpan

Senam hamil apa yang jadi favorit Ibu? Di antara berbagai jenis senam hamil yang bisa dilakukan, aerobic low impact merupakan salah satu jenis olahraga yang bisa dipilih karena memiliki banyak manfaat untuk Ibu dan janin. Selain membuat kondisi tubuh tetap bugar, senam hamil ini juga bisa membuat tidur malam menjadi lebih nyenyak. 

Meski termasuk jenis senam yang aman dilakukan wanita hamil, tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan sesuai dengan usia kehamilan Ibu, seperti berikut ini:

1. Trimester pertama

Sebelum mulai melakukan senam hamil, Ibu harus berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui kondisi kesehatan janin secara keseluruhan. Jika telah mendapat kepastian bahwa kesehatan Ibu dan janin berada dalam kondisi baik, maka tak perlu ragu untuk segera memulai aerobic low impact. 

Agar kegiatan senam hamil lebih menyenangkan dan tak membuat tubuh Ibu terasa kegerahan, gunakanlah pakaian yang berlapis namun tetap menyerap keringat. Ketika intensitas gerakan semakin meningkat dan tubuh semakin terasa panas, Ibu bisa membuka lapisan pakaian terluar untuk membantu mengurangi rasa gerah.  

2. Trimester ke dua

Senam hamil yang rutin dilakukan pasti membuat tubuh semakin terbiasa sehingga intensitasnya bisa dinaikkan, namun kekuatan Ibu juga perlu dipertimbangkan. Jika sering kesulitan bernafas dan susah berbicara di tengah senam hamil yang dilakukan, itu artinya Ibu terlalu lelah dan harus segera beristirahat.

Senam aerobic low impact umumnya dilakukan seiring alunan musik yang diputar sehingga Ibu bisa ikut bernyanyi sambil menggerakkan tubuh untuk menciptakan suasana yang lebih menyenangkan. Jangan lupa juga selalu menyiapkan sebotol air minum untuk mencegah dehidrasi yang bisa menimbulkan rasa pusing dan lemas.  

3. Trimester ke tiga

Memasuki trimester terakhir kehamilan, perut Ibu pasti semakin membesar sehingga tak bisa terlalu banyak melakukan gerakan yang sulit. Ibu juga harus menghindari gerakan senam hamil yang menimbulkan hilangnya keseimbangan seperti berputar di tempat dengan tempo cepat. Tak perlu memaksakan gerakan tertentu dan sebaiknya lakukan senam hamil yang ringan serta bisa dinikmati tanpa membuat terlalu kelelahan. 

Apabila di tengah senam hamil Ibu merasakan mual, pusing, penglihatan menjadi kabur, dan terasa ada cairan yang keluar dari vagina, segera beristirahatlah dan hentikan aerobic low impact yang sedang dilakukan. Namun, jika semua gejala masih juga belum hilang setelah beristirahat dan mengonsumsi makanan serta minuman tertentu, segera temui dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lengkap. 

Aerobic low impact akan jauh lebih menyenangkan jika dilakukan berama-ramai, jadi tak ada salahnya Ibu mengikuti kelas senam hamil di tempat yang direkomendasikan oleh dokter. Selain membuat lebih bersemangat saat berolahraga, Ibu juga bisa mendapat pengawasan dan arahan dari instruktur yang berpengalaman di kelas senam hamil tersebut. Ayo, rajin-rajin berolahraga untuk kebugaran tubuh dan kesehatan calon anak tersayang!