Share Like
Simpan

Memasuki bulan Ramadan, Ibu tentu memiliki keinginan untuk ikut menjalankan ibadah puasa, namun juga ingin memberikan gizi yang cukup melalui ASI agar bayi sehat. Akan tetapi, sering kali Ibu khawatir terbatasnya asupan makanan selama berpuasa, dapat membuat produksi ASI Ibu jadi berkurang. Apabila Ibu kini sedang mengalami dilema ini, Ibu tak perlu khawatir. Saya dulu juga sempat mengalami hal serupa dan akhirnya berkonsultasi dengan dokter untuk mencari solusi terbaik. Untungnya, setelah berkonsultasi dengan dokter, saya bisa menjalankan keduanya dengan baik—lancar memberikan ASI sambil berpuasa. Berikut adalah informasi untuk Ibu berdasarkan pengalaman saya.

Kuantitas dan kualitas ASI untuk si Kecil, memang sangat tergantung pada apa yang Ibu konsumsi setiap harinya. Jadi, jika Ibu tetap ingin ibadah puasa berjalan dengan lancar dan pemberian ASI eksklusif untuk menjaga kesehatan si Kecil tak terganggu, perhatikan tips-tips berikut, ya!

1. Lakukan Diet Menyusui yang Baik
Biasanya, puasa dianggap sebagai salah satu cara untuk mengembalikan berat badan setelah melahirkan seperti sedia kala. Namun ingat, Ibu juga sedang dalam menyusui si Kecil agar bayi sehat. Oleh sebab itu, yuk lakukan diet menyusui yang baik dengan banyak mengonsumsi makanan sehat dan menghindari kandungan lemak jenuh berlebih. Sebaiknya, batasi menu tertentu dari daftar diet Ibu seperti, keju, mentega, dan minyak kelapa sawit untuk mengurangi kadar kolesterol jahat, dan gantilah dengan menu yang lebih baik untuk Ibu dan juga produksi ASI seperti daging sapi tanpa lemak, ayam, atau ikan.

2. Minum Banyak Air Putih Saat Sahur dan Berbuka Puasa
Menyusui saat puasa, dapat membuat rasa haus semakin bertambah. Oleh sebab itu, pastikan Ibu mendapatkan cukup cairan saat sahur dan juga berbuka, yaitu dua gelas air putih saat sahur, empat gelas saat makan malam hingga menjelang tidur, dan dua gelas saat berbuka. Perlu Ibu ketahui, berkurangnya produksi ASI sebagai penunjang kesehatan anak juga dapat terjadi karena Ibu mengalami dehidrasi. Oleh sebab itu, Ibu wajib memastikan bahwa kebutuhan air saat puasa tetap tercukupi, ya.

3. Konsumsi Makanan Sehat dan Susu Khusus Ibu Menyusui
Salah satu tips untuk menjaga produksi ASI selama puasa adalah mengonsumsi makanan sehat. Gunakan momen sahur dan berbuka puasa untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dengan makanan yang tidak hanya baik untuk Ibu, namun juga untuk si Kecil melalui ASI. Sebagai tambahan, lengkapilah kebutuhan nutrisi ibu menyusui dengan mengonsumsi satu gelas susu Frisian Flag Mama saat sahur dan juga berbuka, ya. Kini, susu Frisian Flag Mama tak hanya untuk ibu hamil saja lho, Bu. Ibu menyusui juga dapat ikut merasakan nikmatnya susu cokelat Frisian Flag Mama sekaligus memenuhi kebutuhan Protein, Serat Pangan, Asam Folat, Zat Besi , dan juga Kalsium yang dapat membantu memperlancar ASI meski sedang puasa.

4. Berbagi Tugas dengan Suami
Selama menyusui, Ibu mungkin cukup sulit membagi waktu antara merawat si Kecil, menyelesaikan pekerjaan rumah, dan juga beristirahat untuk melancarkan produksi ASI. Akibatnya, tenaga Ibu banyak terkuras dan tubuh jadi kelelahan. Tubuh yang lelah bisa menjadi salah satu faktor lancar tidaknya produksi ASI, apalagi saat ibu sedang berpuasa. Jadi, sebaiknya berbagilah tugas dengan suami atau mintalah pertolongan kepada anggota keluarga lain untuk membantu melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci pakaian ataupun pekerjaan dapur, sementara Ibu fokus memberikan perawatan terbaik untuk bayi Ibu.

5. Istirahat Cukup
Menyusui merupakan sebuah aktivitas yang sering terasa melelahkan. Apabila Ibu sedang berpuasa, rasa lelah yang dirasakan bisa menjadi dua kali lipat. Itulah sebabnya, cobalah untuk beristirahat di sela-sela aktivitas selagi bisa ya, Bu. Tingkat energi yang terjaga dengan baik, dapat membantu meningkatkan produksi serta kualitas ASI. Jadi, selagi si Kecil tertidur pulas, Ibu bisa mencuri waktu untuk istarahat agar kondisi tubuh tetap prima.

Itulah sedikit tips dari saya, agar ibu menyusui dapat tetap berpuasa dan produksi ASI tetap lancar. Namun, perlu diingat juga, bagi Ibu yang memiliki masalah dengan gula darah seperti diabetes atau hipoglikemia dan juga masalah kesehatan lainnya, sebaiknya tunda dulu ibadah puasa karena memiliki risiko untuk kesehatan Ibu. Jadi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum melanjutkan puasa, agar kesehatan Ibu tetap terlindungi, ya. Stabilnya kesehatan Ibu dapat menjaga bayi sehat dan proses tumbuh kembangnya tetap optimal.