Whatsapp Share Like Simpan

Susu bayi penambah berat badan sering menjadi pilihan sebagian Ibu agar buah hatinya memiliki berat badan yang sesuai harapan. Lantas, apakah susu penambah berat badan perlu dikonsumsi untuk semua bayi? Sebab, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI menganjurkan agar bayi baru lahir hingga berusia 12 bulan diberikan ASI dengan optimal. Namun pada beberapa kasus, susu bayi penambah berat badan diperlukan sesuai dengan kondisi si Kecil dan anjuran dari dokter. 

Seberapa Penting Susu Bayi Penambah Berat Badan?

Bagi bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan, ASI merupakan nutrisi utama agar tumbuh kembangnya optimal. Pada rentang usia tersebut, sebaiknya setiap bayi mendapatkan ASI eksklusif dengan tepat. Sebab, tidak ada asupan yang lebih baik untuk bayi selain ASI. 

ASI memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi tumbuh kembang bayi, seperti vitamin, protein, karbohidrat, dan lemak. Komposisinya pun lebih mudah dicerna dibandingkan susu formula. Karena itu, ASI dapat dikatakan sebagai makanan utama bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya. Di usia ini, bayi dengan kondisi normal juga sebaiknya tidak diberikan air putih atau pun jus.

Setelah bayi berusia 6 bulan, ia sudah bisa diberikan MPASI yang terdiri dari beragam makanan yang mengandung nutrisi berkualitas, seperti protein, karbohidrat, lemak, serta vitamin dan mineral. Namun, pemberian ASI tetap bisa dilanjutkan hingga usianya 2 tahun. Oleh karenanya, pemberian susu bayi penambah berat badan tidak diperlukan untuk semua bayi. Susu ini dibutuhkan pada beberapa kondisi khusus yang memang mewajibkan si Kecil mengonsumsi susu bayi penambah berat badan, agar kesehatan dan tumbuh kembangnya lebih optimal. 

Faktanya, dalam beberapa kondisi ada bayi yang sulit mengalami kenaikan berat badan karena sulit makan, ASI tidak keluar, atau kondisi medis tertentu. Pada kasus seperti ini, Ibu boleh memberikan susu bayi penambah berat badan kepada si Kecil. Namun, pemberiannya harus sesuai dengan anjuran dari dokter terlebih dahulu ya, Bu. Susu bayi penambah berat badan akan membantu meningkatkan berat badan si Kecil agar sesuai dengan berat dan tinggi ideal bayi sesuai usianya. 

Artikel Sejenis

Setiap bayi memang lahir dengan berat badan yang berbeda, tetapi normalnya adalah sekitar 2,5-4 kg. Beberapa hari pertama setelah lahir, bayi akan mengalami penurunan berat badan. Pada hari ke-10, biasanya berat badan bayi akan kembali sama seperti saat lahir atau bahkan lebih. Namun, ada pula bayi yang lahir dengan berat badan jauh di bawah batas normal, sehingga banyak dokter yang menganjurkan untuk memberikan susu bayi penambah berat badan agar lebih ideal.

Maka dari itu, sebelum Ibu memutuskan untuk memilih susu bayi penambah berat badan, sebaiknya Ibu memantau pertumbuhan si Kecil secara rutin. Berikut ini rata-rata berat badan bayi normal sesuai rentang usia:

  • Berat badan ideal bayi usia 1-3 bulan
  • Bayi laki-laki: 5-7,9 kg
  • Bayi perempuan: 4,6-7,4 kg
  • Berat badan ideal bayi usia 4-6 bulan
  • Bayi laki-laki: 6,4-9,7 kg
  • Bayi perempuan: 5,8-9,2 kg
  • Berat badan ideal bayi usia 7-12 bulan
  • Bayi laki-laki: 7,8-11,8 kg
  • Bayi perempuan: 7,1-11,3 kg 

Melihat dari data tersebut, maka Ibu bisa memberikan si Kecil susu bayi penambah berat badan jika berat badannya di bawah rata-rata, disertai dengan kendala lain berupa ASI tidak keluar atau kondisi medis lainnya. 

Kandungan dalam Susu Bayi Penambah Berat Badan

Bila si Kecil membutuhkan susu bayi penambah berat badan, maka Ibu perlu memilih jenis susu yang tepat. Cara memilihnya dengan melihat kandungan nutrisi di dalam susu tersebut. Ini karena kandungan nutrisi sangat berperan penting dalam mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. Jika susu bayi penambah berat badan tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh si Kecil, maka berat badannya pun tidak akan ideal. Untuk itu, penting bagi Ibu mengetahui kandungan nutrisi yang penting dalam susu bayi penambah berat badan, di antaranya:

  • Protein

    Protein merupakan nutrisi penting yang harus ada dalam susu bayi penambah berat badan. Sebab, nutrisi ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan si Kecil, terutama di dua tahun pertama sejak kelahirannya. Protein juga memiliki fungsi khas yang tidak bisa digantikan oleh nutrisi lain, yaitu untuk memelihara sel-sel dan jaringan tubuh, mengangkut zat gizi, sebagai sumber energi, dan dapat menaikkan massa otot tubuh. 

    Protein yang masuk ke dalam tubuh akan berubah menjadi asam amino. 9 Asam Amino Esensial (9AAE) merupakan bentuk sederhana dari protein yang lebih mudah dicerna oleh tubuh. Asupan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) sangat penting karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga memerlukan asupan dari sumber protein berkualitas, salah satunya susu. Selain itu, si Kecil juga harus mendapatkan asupan protein dari makanan lain, seperti telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya.

  • Karbohidrat

    Selain protein, karbohidrat juga termasuk nutrisi yang harus ada dalam susu bayi penambah berat badan. Nutrisi ini berperan sebagai tambahan kalori yang akan membantu menambah berat badan si Kecil. Semakin tinggi jumlah kalori yang dikonsumsi oleh bayi setiap hari, maka energi yang diberi oleh tubuh pun jadi semakin banyak. Ketika bayi mengonsumsi kalori dengan jumlah yang lebih banyak dari yang ia butuhkan, tubuhnya pun akan menyimpan sisa kalori tersebut dalam bentuk lemak tubuh.

  • Asam lemak omega 3 dan omega 6

    Di dalam tubuh, asam lemak berfungsi sebagai energi untuk otot, jantung dan organ lain. Asam lemak juga dapat dimanfaatkan sebagai cadangan energi. Asam lemak omega 3 sangat penting untuk metabolisme tubuh, kesehatan otak, dan jantung. Sementara, asam lemak omega 6  termasuk nutrisi yang dapat menambah massa lemak sehat di dalam tubuh.

  • Vitamin D

    Vitamin D bermanfaat untuk memperkuat tulang dan gigi, serta menjaga kesehatan otot tubuh. Maka, penting bagi Ibu untuk memilih susu bayi penambah berat badan yang mengandung vitamin D. Selain itu, vitamin D juga bisa Ibu dapatkan dari ikan, kuning telur, tiram, jamur, produk kedelai, sereal, yoghurt, dan disertai sinar matahari pagi.

    Baca juga: 3 Fakta dan Mitos Tentang Susu Pertumbuhan yang Kaya Formula Asam Amino

  • Kalsium

    Kalsium termasuk mineral yang diperlukan untuk pembentukan dan kekuatan tulang. Supaya kalsium berperan secara maksimal, maka tubuh harus memiliki kadar vitamin D yang cukup. Sebab, vitamin D akan membantu penyerapan kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh untuk meningkatkan kepadatan mineral dalam tulang. Maka dari itu, vitamin D dan kalsium termasuk nutrisi yang harus ada dalam susu bayi penambah berat badan. 

  • Fosfor

    Sama seperti kalsium, mineral yang satu ini juga dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi si Kecil. Selain itu, fosfor juga berperan untuk menjaga otot dan saraf si Kecil agar berfungsi dengan baik, membantu pembentukan DNA dan RNA di sel-sel tubuh, serta mengoptimalkan metabolisme. 

  • Magnesium

    Mineral lain yang sebaiknya ada dalam susu bayi penambah berat adalah magnesium. Meskipun jarang disebut, mineral satu ini memiliki manfaat yang penting untuk tumbuh kembang si Kecil lho, Bu. Magnesium berperan untuk membantu meningkatkan pertumbuhan dan pembentukan tulang, menunjang kinerja saraf, dan otot. 

Pemilihan produk susu untuk bayi usia 0-6 bulan harus dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan dan Ibu tidak dianjurkan untuk memilih sendiri produk tersebut. Oleh karena itu, pemberian susu penambah berat badan sebaiknya sudah sesuai dengan anjuran dari dokter. Jika si Kecil tidak mengalami gangguan pertumbuhan, sebaiknya Ibu mengoptimalkan tumbuh kembangnya dengan memberikan ASI eksklusif di usia 0-6 bulan. Penting bagi Ibu untuk meningkatkan kualitas ASI dengan mengonsumsi susu Frisian Flag MAMA yang mengandung protein, serat pangan, asam folat, zat besi, serta kalsium. Susu ini diformulasikan khusus Ibu hamil dan Ibu menyusui untuk menjaga kesehatan Ibu dan tumbuh kembang si Kecil sejak dalam kandungan hingga lahir.