Whatsapp Share Like
Simpan

Selamat, Bu, buah hati sudah masuk usia 6 bulan! Di usia ini bayi dianggap mampu untuk makan makanan pendamping ASI (MPASI). Apakah Ibu sudah mempersiapkan semua hal untuk MPASI-nya? Waktu itu saya cukup antusias untuk mulai menyuapi bayi saya. Semua peralatan, bahan, dan tak lupa mental pun harus dipersiapkan. Buat Ibu yang masih bingung bagaimana caranya memulai MPASI dan mengatur jadwal makan bayi 6 bulan, tips di bawah ini mungkin bisa membantu Ibu:

Mengenali Tanda-tanda Bayi Siap Makan

Sebelumnya Ibu harus mengenali dulu tanda-tanda bayi yang sudah siap makan. Berikut adalah beberapa tandanya:

  • Dapat menyangga kepala dengan baik
  • Mampu duduk dengan tegak
  • Dapat menutup mulut jika disodori sendok
  • Mampu menggerakkan makanan dari depan ke belakang mulut dengan lidah
  • Sering memperhatikan dan berusaha mengambil makanan yang Ibu makan

Tips Memberi MPASI

Jika bayi sudah menunjukkan semua atau beberapa tanda-tanda di atas, maka Ibu sudah mulai bisa memberikan MPASI. Ikuti tips-tips berikut ini:

  1. Tidak memaksa jika bayi menolak makan.
    Kebanyakan bayi tidak mau langsung mencoba MPASI pertamanya. Jadi lebih baik jangan memaksa ia untuk mau makan, Bu. Cobalah tunggu beberapa menit, jam, hari, bahkan minggu untuk kembali mengenalkannya pada MPASI. Bisa jadi ia belum tertarik untuk makan. Pada periode ini MPASI bukanlah sumber makanan utama bagi bayi, melainkan sebagai makanan pelengkap.

  2. Bila bayi sudah mau makan, tunggulah 3 hari sebelum mengenalkan menu baru.
    Pemberian jeda waktu tersebut bertujuan untuk melihat apakah ia memiliki reaksi alergi terhadap menu yang sudah Ibu berikan. Supaya tidak lupa, Ibu dapat membuat catatan harian menu MPASI bayi jika ia memang alergi terhadap bahan makanan di dalamnya. Dengan begitu Ibu bisa menghindarinya dan mengganti dengan yang lain.

  3. Memberikan campuran cairan dan satu jenis menu.
    Di tahap perkenalan awal, disarankan untuk memberikan cairan dan satu jenis menu saja hingga bayi sudah bisa mengonsumsi MPASI dengan baik.

  4. Kenalkan MPASI berupa sayuran terlebih dulu.
    Anak-anak cenderung susah untuk makan sayur karena tidak menyukai rasanya. Meski begitu, Ibu tetap harus memperkenalkannya agar bayi mendapatkan banyak manfaat dari sayuran. Nah, untuk menyiasatinya, kenalkan MPASI berupa sayuran terlebih dulu dibandingkan buah. Tujuannya untuk menghindari bayi lebih memilih buah karena rasanya yang manis.

  5. Memperhatikan tekstur dan konsistensi makanan.
    Sebagai awal, tekstur dan konsistensi makanan bayi cenderung cair dengan perbandingan cairan (ASI/susu/air) yang lebih banyak. Untuk cara pengolahannya, sayuran dan buah sebaiknya dimasak dengan cara dikukus. Merebus makanan dapat menghilangkan kandungan nutrisinya. Kemudian untuk protein dipanggang atau ditumis. Setelah bayi mulai terbiasa dengan tekstur ini, Ibu dapat menaikkan teksturnya jadi lebih kental dengan mengurangi cairannya.

  6. Hindari pemberian garam dan gula.
    WHO tidak menganjurkan pemberian garam dan gula untuk MPASI. Kandungan sodium di dalam garam membuat ginjal bayi bekerja ekstra karena belum berfungsi sempurna dan garam dapat menyebabkan hipertensi saat bayi tumbuh dewasa. Sementara gula adalah sumber energi yang hanya mengandung karbohidrat. Di masa pesat tumbuh kembangnya, bayi lebih membutuhkan asupan lemak dan protein lebih banyak.
    American Academy of Pediatrics (AAP) juga tidak menganjurkan pemberian garam dan gula dalam MPASI. Menurut mereka, keduanya bersifat adiktif dan jika dikonsumsi terus-menerus dengan kandungan tinggi dapat berisiko menyebabkan obesitas dan CVD (Cardiovascular Disease).

  7. Makan diselingi minum air.
    Agar bayi lebih mudah menelan makanan, Ibu boleh menyuapinya dengan diselingi minum air. Untuk pemberian air, sebaiknya gunakan air yang direbus dengan matang. Jangan gunakan air minum kemasan untuk menghindari kemungkinan adanya kuman.

  8. Jangan memberikan madu dan susu sapi murni.
    Di bawah usia 1 tahun, bayi belum diperbolehkan untuk mengonsumsi madu dan susu sapi murni yang belum diolah menjadi susu formula karena didalamnya terkandung bakteri yang belum dapat dibasmi oleh pencernaannya. Untuk penggunaan susu formula, berkonsultasilah selalu dengan tenaga medis.

  9. Hindari menyimpan makanan di dalam kulkas lebih dari dua hari.
    Makanan yang disimpan di dalam kulkas selama lebih dari dua hari dikhawatirkan akan merubah tesktur dan rasanya. Sebaiknya berikan makanan dalam kondisi fresh saja ya, Bu.

Cara Mengatur Jadwal Makan Bayi 6 Bulan

Sumber kalori utama bayi berusia 6 bulan masih tetap ASI. Umumnya ia akan menyusu sebanyak empat hingga enam kali dalam sehari dan dapat menghabiskan 180-240 ml ASI setiap menyusu. Bayi bisa juga menghabiskan lebih dari jumlah tersebut, tapi tidak boleh lebih dari 960 ml.

Pemberian MPASI bisa dimulai sebanyak dua kali sehari sekitar dua sendok makan bayi. Biasanya bayi bisa mengonsumsi MPASI sebanyak dua sendok makan hingga dua cangkir (480 gr) per hari, tergantung dari kemampuan masing-masing bayi. Waktu makan ini dapat ditingkatkan dari dua kali hingga tiga atau empat kali per hari sesuai dengan kebutuhan bayi. Di antara waktu makannya, Ibu boleh memberikan jus buah homemade sebanyak 120 ml per hari atau camilan bayi.

Supaya bayi mau untuk makan MPASI-nya, Ibu harus memilih waktu makan yang tepat, yakni saat ia tidak merasa lelah, ngantuk, gelisah, dan tidak terlalu lapar. Untuk berjaga-jaga jika ia belum mau makan, Ibu harus tetap menyediakan susu dengan takaran yang biasa ia minum. Berikut adalah panduan jadwal makan bayi 6 bulan yang bisa Ibu terapkan:

  • Pukul 06.00 : minum ASI hingga cukup.
  • Pukul 09.00 : makan MPASI pagi sebanyak 2-3 sendok makan bayi.
  • Pukul 12.00 : minum ASI hingga cukup.
  • Pukul 15.00 : makan MPASI siang dengan takaran yang sama.
  • Pukul 18.00 : minum ASI hingga cukup.
  • Pukul 21.00 : minum ASI hingga cukup.

Terkesan rumit ya, Bu? Namun sebenarnya memulai MPASI dan mengatur jadwal makan bayi 6 bulan tidaklah serumit yang Ibu bayangkan. Lakukan saja secara perlahan, sabar, dan terus berpikir positif. Perlahan-lahan bayi akan mulai menyukai makanannya dan tumbuh kembangnya pun bisa lebih optimal. Semangat ya, Bu! Jika masih ingin mengetahui seputar MPASI, silahkan kunjungi Tanya Pakar sebagai tempat untuk mencari informasi tentang anak. Untuk bisa mengaksesnya, jangan lupa untuk registrasi lebih dulu ya, Bu.

Sumber:
alodokter.com, popmama.com, nakita.grid.id