Whatsapp Share Like Simpan

Penting untuk mengetahui berbagai jenis makanan untuk ibu hamil muda guna memenuhi asupan nutrisi saat hamil. Sebab, pada trimester awal kehamilan, ibu hamil muda rentan mengalami keguguran, sehingga perlu mencukupi kebutuhan gizi harian dengan tepat agar kondisi kandungannya tetap terjaga. 

Ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati tercinta sejak masih di dalam kandungan. Nah, salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu dengan mengonsumsi makanan untuk ibu hamil muda yang sehat dan bernutrisi. Ini karena, makanan untuk ibu hamil muda bukan hanya bermanfaat bagi Ibu saja, tetapi juga penting untuk mengoptimalkan kesehatan dan tumbuh kembang janin. 

Jenis Makanan untuk Ibu Hamil Muda yang Bernutrisi 

Berikut ini adalah makanan untuk ibu hamil muda yang bisa dikonsumsi berdasarkan sumber nutrisinya, antara lain:

  1. Sumber protein

    Protein merupakan nutrisi penting yang harus ada di dalam menu makanan untuk ibu hamil muda. Ini karena protein memiliki fungsi khas yang tidak bisa digantikan oleh zat gizi lain, yaitu dapat membentuk dan memelihara sel-sel serta jaringan tubuh janin. Selain itu, tanpa kehadiran protein di dalam makanan untuk ibu hamil muda, maka konsumsi zat gizi lain tidak akan terserap secara optimal karena protein berperan untuk mengangkut zat gizi lainnya di dalam tubuh. 

    Makanan untuk ibu hamil muda yang mengandung protein juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan sebagai sumber energi. Saat hamil, Ibu dianjurkan untuk mengonsumsi 2-3 porsi makanan yang mengandung protein tinggi setiap harinya, seperti susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih. 

    Artikel Sejenis

    Asupan makanan untuk ibu hamil muda yang mengandung protein bisa didapatkan dalam susu ibu hamil dan menyusui. Susu ibu hamil dan menyusui menjadi pilihan tepat untuk mendukung asupan gizi harian ibu hamil agar lebih optimal. Ibu bisa mengonsumsi susu Frisian Flag MAMA karena mengandung beragam nutrisi penting, di antaranya protein, karbohidrat, lemak, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C, vitamin D, kalsium, kalium, zat besi, zinc (seng), fosfor, natrium, dan magnesium. 

    Susu Frisian Flag MAMA hadir dengan rasa cokelat yang lezat dan bisa diminum dalam sajian susu panas maupun dingin sesuai selera Ibu. Konsumsi 2 gelas susu Frisian Flag MAMA setiap hari dapat memberikan tambahan energi sebanyak 380 kkal dan protein 18 gram, guna mendukung asupan gizi selama periode kehamilan dan menyusui.

  2. Sumber vitamin B9 (asam folat)

    Vitamin B9 atau asam folat merupakan jenis vitamin B kompleks yang larut dalam air. Nutrisi ini memiliki peran penting dalam proses pembentukan DNA dan sel darah merah. Selain itu, vitamin B9 (asam folat) juga dapat mengurangi risiko cacat tabung saraf saat bayi lahir. Itulah sebabnya, makanan untuk ibu hamil muda yang mengandung asam folat penting untuk dikonsumsi secara rutin dan sesuai batas normal. 

    Makanan untuk ibu hamil muda yang mengandung asam folat cukup mudah ditemukan sehari-hari, beberapa di antaranya adalah hati sapi, telur, brokoli, bayam, kacang merah, kacang tanah, dan alpukat. Dengan mencukupi asupan vitamin B9 (asam folat), kemungkinan besar Ibu juga akan terhindar dari gangguan penyakit lain, seperti preeklamsia dan anemia. 

    Ibu hamil dianjurkan untuk mencukupi jumlah asupan vitamin B9 (asam folat) sekitar 600 mikrogram (mcg) setiap harinya. Namun, bagi ibu hamil yang pernah melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf, jumlah asupan vitamin B9 (asam folat) hariannya harus ditingkatkan hingga sekitar 4.000 mcg.

  3. Sumber zat besi

    Makanan untuk ibu hamil muda yang tak kalah penting yaitu berasal dari sumber zat besi. Zat besi merupakan mineral yang bertanggung jawab dalam pembentukan sel darah merah dan hemoglobin (Hb) yang sangat dibutuhkan untuk memasok oksigen dan nutrisi bagi Ibu dan janin. Dengan mencukupi asupan zat besi dari makanan untuk ibu hamil muda, maka kemungkinan besar Ibu akan terhindar dari anemia. 

    Selain itu, zat besi juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi risiko kelahiran prematur, mendukung proses tumbuh kembang janin, dan menurunkan risiko terjadinya kelelahan pada ibu hamil. Jumlah asupan zat besi yang dianjurkan bagi ibu hamil yaitu sekitar 600 mikrogram (mcg) per hari. 

    Zat besi bisa didapatkan dari beberapa jenis makanan untuk ibu hamil muda, seperti susu, kacang-kacangan, biji-bijian, daging sapi, daging ayam, telur, makanan laut (seafood), tahu, bayam, brokoli, dan lain sebagainya. Zat besi dari protein hewani diketahui dapat diserap tubuh dengan lebih mudah. Namun, ibu hamil juga perlu mencukupi asupan nutrisi seimbang dari berbagai variasi makanan sehat lainnya. 

  4. Sumber serat

    Ibu hamil sangat rentan mengalami sembelit atau konstipasi. Itulah sebabnya, makanan untuk ibu hamil muda yang mengandung serat perlu dikonsumsi secara rutin dan sesuai dengan batas normal. Selain dapat menjaga kesehatan saluran pencernaan, serat juga bermanfaat untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh, mengontrol berat badan, mengatur gula darah, dan mengurangi risiko penyakit jantung.

    Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2019 dari Kementerian Kesehatan RI, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi serat sekitar 33-35 gram per hari. Beberapa contoh makanan untuk ibu hamil muda yang mengandung serat di antaranya buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan.

  5. Sumber kalsium

    Nutrisi selanjutnya yang berperan penting dalam kehamilan adalah kalsium. Mineral yang satu ini bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi janin, menjaga kesehatan jantung, saraf, dan otot janin agar berkembang dengan baik, mengurangi risiko hipertensi pada ibu hamil, serta mencegah terjadinya preeklamsia. 

    Kalsium tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga asupannya perlu didapatkan dari makanan untuk ibu hamil muda yang kaya kalsium maupun suplemen. Ibu hamil disarankan untuk mencukupi kebutuhan kalsium sekitar 1.000 mg per hari. Jumlah ini setara dengan 3 gelas susu ukuran 230 ml atau 4 porsi makanan tinggi kalsium. Sumber makanan untuk ibu hamil muda yang tinggi kalsium di antaranya susu, sayuran hijau, makanan laut (seafood), kacang-kacangan, oatmeal, sereal, dan lain sebagainya. 

    Ibu hamil perlu mencukupi asupan kalsium sesuai batas normal, tidak boleh kekurangan maupun kelebihan. Jika ibu hamil mengalami kekurangan kalsium dalam jumlah besar, maka kebutuhan kalsium untuk janin terpaksa diambil dari tulang ibu. Hal ini dapat meningkatkan risiko munculnya osteoporosis di masa depan. Sedangkan, kelebihan kalsium pun dapat menyebabkan perut kembung, sembelit, batu ginjal, jantung berdebar, dan gangguan penyakit lainnya. 

  6. Sumber DHA 

    DHA juga termasuk nutrisi penting yang harus ada dalam menu makanan untuk ibu hamil muda. Ini karena DHA bermanfaat untuk perkembangan otak, mata, dan saraf bayi, serta mencegah kelahiran prematur dan depresi setelah melahirkan. Makanan untuk ibu hamil muda yang mengandung DHA bisa ditemukan pada ikan, udang, tiram, cumi-cimi, kerang, susu, dan lainnya. Nutrisi ini juga bisa Ibu dapatkan dengan mengonsumsi suplemen DHA sesuai anjuran dokter.

    Yang perlu jadi catatan saat mengonsumsi makanan-makanan di atas adalah tingkat kematangannya. Selama masa kehamilan, Ibu dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan yang mentah, makanan setengah matang, dan makanan atau minuman yang belum dipasteurisasi. Sebab, makanan-makanan tersebut masih memiliki bakteri atau parasit yang berbahaya bagi janin. 

    Selain itu, ibu hamil yang gemar mengonsumsi makanan laut juga harus berhati-hati memilih jenis seafood yang aman. Ini karena tak sedikit seafood yang sudah terkontaminasi oleh merkuri. Beberapa jenis seafood yang perlu dihindari adalah ikan todak, ikan kakap putih, ikan hiu, ikan tongkol, dan ikan makarel. 

Meskipun nutrisi-nutrisi yang disebutkan di atas penting bagi ibu hamil, bukan berarti Ibu mengabaikan jenis nutrisi lainnya, ya. Nutrisi-nutrisi seperti karbohidrat, lemak, serta jenis vitamin dan mineral lainnya pun tetap perlu dikonsumsi selama masa kehamilan karena dapat mengoptimalkan kesehatan Ibu dan tumbuh kembang janin. Oleh karena itu, pastikan untuk mengonsumsi makanan bernutrisi secara seimbang ya, Bu.