Whatsapp Share Like Simpan

Hamil anggur atau dikenal dalam istilah medis dengan mola hidatidosa merupakan ‘kegagalan’ dalam kehamilan. Karena adanya kesalahan genetik saat proses pembuahan sel telur oleh sperma, maka plasenta dan janin tidak berkembang normal. Namun, walau proses kehamilan ini tidak berkembang sebagai janin, Ibu akan tetap menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Hamil anggur terjadi 1 diantara 1.000 kehamilan, yang berarti 999 wanita hamil di antara 1.000 orang tidak memiliki masalah ini.

Apa yang terjadi pada hamil anggur? Proses abnormal yang terjadi saat pembuahan menyebabkan jutaan sel-sel yang merupakan asal muasal plasenta, atau dalam istilah medis disebut sel trofoblas, berkembang tidak sebagaimana mestinya. Sel-sel ini akan membentuk kantung-kantung berisi cairan atau disebut sebagai kista yang berkelompok sehingga menyerupai bentuk buah anggur.

Beberapa hal di bawah ini merupakan faktor yang mungkin dapat menyebabkan risiko hamil anggur meningkat:
• Umur Ibu saat hamil lebih dari 35 tahun.
• Pernah mengalami hamil anggur pada kehamilan sebelumnya.
• Pernah mengalami keguguran .
• Diet makanan Ibu rendah karoten yang didapat dari vitamin A.

Apa saja gejala hamil anggur yang perlu diwaspadai? Karena gejala dan tanda hamil anggur serupa dengan kehamilan normal seperti terlambat datang bulan, adanya mual dan muntah (morning sickness), kadang-kadang Ibu tidak menyadari kehamilan yang dialami adalah hamil anggur. Namun demikian ada beberapa tanda hamil anggur yang umum terjadi, diantaranya:
• Perdarahan dari vagina.
• Rahim membesar lebih dari ukuran kehamilan normal.
• Mual muntah hebat.
• Adanya tanda-tanda hipertiroid, seperti mudah capai dan gelisah, detak jantung berdebar dan sering berkeringat.
• Rasa tidak nyaman pada panggul.
• Keluarnya jaringan menyerupai anggur dari vagina, yang merupakan salah satu tanda pasti terjadinya hamil anggur.

Hamil anggur ada 2 jenis, yaitu mola sempurna dimana tidak ada jaringan plasenta yang normal sama sekali dan tidak ada janin. Rahim Ibu dipenuhi oleh masa atau tumor yang terdiri dari sel-sel yang berkembang tidak normal. Tipe yang kedua adalah mola sebagian, dimana masih terdapat jaringan plasenta normal dan kadang-kadang terdapat janin namun perkembangannya tidak normal dan biasanya tidak mampu bertahan hingga usia kehamilan 3 bulan. Pada kasus yang langka, dapat terjadi kehamilan ‘kembar’, yaitu terdapat janin yang normal dan mola secara bersamaan.

Artikel Sejenis

Walau hamil anggur tidak tergolong dalam keganasan, namun harus diambil tindakan kuret yang dilakukan oleh dokter ahli kandungan. Setelah tindakan kuret dilakukan, beberapa sel yang tertinggal dalam rahim sebagian besar akan mati dengan sendirinya. Ibu yang telah menjalani tindakan kuret, secara rutin harus melakukan pemeriksaan dan pemantauan kadar hormon human chorionic gonadotrophin/ HCG yang diproduksi oleh sel mola. Kadar HCG dapat dideteksi dari urin dan darah. Ibu dianjurkan untuk tidak hamil terlebih dahulu hingga kadar hormon ini kembali normal dan biasanya dalam 2 bulan ke depan, namun bisa juga hingga 1 tahun. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah mola tetap ada atau pada kasus yang jarang dapat terjadi keganasan. Bila terjadi keganasan, tindakan terapi yang diperlukan adalah kemoterapi dan cukup berhasil pada semua kasus keganasan mola.

Penangan hamil anggur

Hamil anggur memiliki risiko yang cukup besar bagi kesehatan Ibu. Untuk hal itu, bagi Ibu yang mengalami hamil anggur harus segera mendatangi dokter agar mendapatkan penangan terbaik. Meskipun begitu, Ibu perlu memahami jenis-jenis penangan yang akan Ibu lewati demi memisahkan diri dari hamil anggur. Penanganan hamil anggur ini memerlukan tindakan operasi. Setidaknya dengan membaca artikel ini, Ibu mengetahui apa yang harus Ibu lewati untuk melakukan penangan hamil anggur.

Penanganan hamil anggur perlu dilakukan secepat mungkin demi menghindari risiko mengalami komplikasi yang dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan Ibu. Hamil anggur juga dapat menyebabkan komplikasi yang memiliki risiko tinggi, di antaranya adalah gestational trophoblastic neoplasia hingga Choriocarcinoma.

1. Kuret

Kuret merupakan sebuah tindakan operasi yang dilakukan dalam penanganan hamil anggur oleh dokter. Dalam hal penanganan hamil anggur melalui kuret, dokter akan melebarkan serviks untuk mengangkat jaringan abnormal penyebab hamil anggur menggunakan alat khusus. Prosedur ini dilakukan dalam mengatasi hamil anggur agar Ibu bisa hamil kembali.

Meskipun telah berhasil diangkat, sisa-sisa sel abnormal masih memiliki kemungkinan untuk bisa tertinggal di dalam rahim seusai proses kuret. Jika hal tersebut terjadi pasca penanganan hamil anggur, Ibu perlu kembali konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut. Namun, biasanya sel abnormal tersebut juga akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan.

Demi memastikan penanganan kuret untuk hamil anggur berjalan lancar dan tidak ada lagi sel abnormal yang tersisa, Ibu sebagai pasien diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan kadar hormon human chorionic gonadotropin atau HCG dengan cara mengambil sampel dari tes darah dan urin. Hal tersebut dilakukan agar dokter dapat mengetahui tingkatan kadar hormon yang ada di dalam tubuh Ibu.

Sewajarnya setelah penanganan hamil anggur melalui kuret, kadar hormon HCG di dalam tubuh Ibu akan berkurang dan berangsur normal dari waktu ke waktu. Namun, jika kadar hormon HCG tersebut masih tinggi, berarti masih ada sel abnormal yang tertinggal di dalam rahim dan membutuhkan penanganan khusus. Pemeriksaan terkait kadar hormon HCG ini perlu dilakukan selama 6 bulan hingga satu tahun pasca mengalami hamil anggur. Ibu juga disarankan untuk tidak dulu memiliki rencana hamil dalam satu tahun ke depan anggar proses pemulihan akibat hamil anggur bisa berjalan dengan optimal.

2. Histerektomi

Penanganan hamil anggur lainnya dengan tindakan operasi yang juga bisa dilakukan adalah histerektomi. Histerektomi merupakan sebuah tindakan operasi pengangkatan rahim. Penanganan hamil anggur melalui histerektomi ini memang jarang disarankan, namun biasanya jadi pilihan yang perlu diambil jika ada risiko tinggi dalam kehamilannya serta bagi Ibu yang tidak memiliki rencana untuk menambah momongan.

Untuk itu, sangat penting bagi Ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan di awal kehamilan secara rutin ke dokter atau bidan, sehingga bila ada gangguan, dapat ditangani dengan segera. Walau hamil anggur cukup menimbulkan kesedihan dan kekhawatiran pada Ibu, namun dengan bimbingan, konsultasi dan pengobatan dokter niscaya Ibu akan pulih kembali.