Share Like
Simpan

Ibu mungkin sudah pernah mendengar istilah “Pilates”. Ya, ini merupakan metode latihan tubuh yang menekankan pada latihan kekuatan otot, terutama di perut dan pernapasan. Pilates menjadi latihan terbaik dan sangat aman dilakukan oleh Ibu hamil. Pilates memang dirancang khusus untuk kehamilan karena olahraga ini bisa membuat Ibu hamil menjadi lebih fit dan rileks.

Pilates akan membantu Ibu agar terus bugar, meskipun masa kehamilan selama sembilan bulan adalah masa-masa yang membutuhkan banyak energi, begitupun saat melahirkan. Gerakan-gerakan dalam pilates selama kehamilan akan membantu tubuh tetap aktif dan dinamis, baik selama mupun pasca kehamilan.

Manfaat Pilates

Latihan pilates selama kehamilan akan bermanfaat bagi Ibu dan bayi dalam kandungan. Bagi Ibu, pilates bermanfaat menjaga berat badan dan postur tubuh selama kehamilan. Namun untuk menjaga postur tubuh, Ibu sebaiknya tidak melakukan diet yang ketat, karena hal tersebut bisa membahayakan kesehatan Ibu dan janin.

Pilates juga dapat mengatasi rasa lelah selama kehamilan. Kelelahan selama hamil disebabkan kerja organ di dalam tubuh ibu yang menjadi lebih berat, seiring pertumbuhan janin.

Selain itu, pilates juga dapat menghindarkan Ibu dari varises, kaki kram dan bengkak, karena gerakan kaki saat berlatih pilates akan melancarkan peredaran darah.
Secara psikologis, pilates juga sangat berguna untuk menjaga mood Ibu selama kehamilan, sekaligus mengurangi stres pasca melahirkan.

Nah, Ibu berniat melakukan pilates? Ada baiknya memperhatikan beberapa hal berikut:
• Sebelum melakukannya, Ibu wajib menggunakan alat bantu seperti bantal kecil atau gulungan handuk untuk mengganjal bagian bawah lutut supaya mengurangi ketegangan.
• Sebaiknya Ibu gunakan matras agar tidak licin saat melakukan olahraga ini.
• Jangan lupa cari guru pilates yang benar-benar berkualitas, sebisa mungkin telah mengikuti pelatihan resmi pilates yang terbukti melalui sertifikat, dan menguasai gerakan-gerakan untuk Ibu hamil.
• Saat kehamilan Ibu menginjak trimester kedua dan selanjutnya, sebaiknya Ibu tidak melakukan gerakan telentang dan bertumpu pada tulang punggung Ibu.
• Jangan berlebihan menggunakan otot-otot perut untuk menghindari diastases recti (peregangan otot-otot perut).
• Sebaiknya Ibu berhati-hati saat menggunakan punggung bagian bawah, karena beban punggung akan semakin berat dengan adanya janin dalam kandungan.
• Sebaiknya Ibu tidak meregangkan tubuh terlalu ekstrim. Saat kehamilan, kadar hormon progesteron yang meningkat akan membuat tubuh semakin fleksibel.