Whatsapp Share Like
Simpan

Di bulan kedua kehadiran bayi ke dunia, Ibu akan dikejutkan dengan banyaknya perkembangan yang ia tunjukkan. Tidak lagi hanya bisa tidur, menyusu, dan buang air, kini bayi sudah mulai menunjukkan kebolehannya. Diantaranya adalah tersenyum, berguling, mencengkeram, mengoceh, mengenali wajah, dan menendang-nendang. Agar ia semakin pandai, Ibu pun perlu memberikan stimulasi. Ini dia beberapa stimulasi bayi 2 bulan yang bisa Ibu coba lakukan kepada buah hati:

Perkembangan Motorik

  • Bermain sebab-akibat. Di usia ini Ibu mulai bisa memperkenalkan permainan sebab-akibat. Maksudnya adalah permainan yang bisa menghasilkan sesuatu saat dimainkan. Sebagai contoh, berikanlah pakaikanlah gelang rattle pada pergelangan tangannya. Saat ia menggerakkan tangan, maka akan ada bunyi gemerincing yang keluar. Di sini ia akan mengenal konsep sebab-akibat, bahwa mainan tersebut dapat menghasilkan bunyi bila digerakkan.
  • Tummy time. Bayi Ibu mulai senang belajar berguling dan tengkurap. Tummy time bisa menjadi bentuk stimulasi bayi 2 bulan yang baik untuk melatih kemampuan tersebut. Saat ia bangun dan dalam kondisi good mood, posisikan ia secara telungkup, lalu letakkan mainan dengan aneka warna di hadapannya dengan posisi lebih tinggi. Bisa juga dengan menyisipkan bantal kecil di bawah dadanya supaya posisi kepala dan lehernya lebih tinggi. Cara ini juga dapat melatih kemampuan otot leher bayi agar dapat berkembang dengan baik.

Perkembangan Kognitif

  • Lakukan kontak mata. Indera penglihatan bayi memang masih buram dan belum berwarna, tapi ia sudah mampu mengenali wajah, terutama wajah Ibu. Bisa dikatakan bahwa wajah manusia adalah sesuatu yang sangat ia sukai untuk dilihat. Jadi sangat penting untuk rutin melakukan kontak mata kepada bayi.

    Pasang juga berbagai ekspresi saat memandangnya, seperti tersenyum, menggerak-gerakkan alis, menggembungkan pipi, dan sebagainya. Bayi akan sangat tertarik untuk mengenal berbagai ekspresi tersebut. Ajak juga ia untuk bercermin bersama dan ia pun akan tertarik untuk meraih refleksi dirinya.

  • Beri mainan beraneka warna. Selain senang memandang wajah, bayi 2 bulan juga suka melihat benda-benda dengan warna mencolok dan berbentuk kompleks. Jadi Ibu bisa memberikan ia mainan bayi beraneka warna yang dapat menarik perhatiannya. Bisa dengan digantung di atas boks, menggunakan play gym, atau diletakkan di hadapannya saat ia telungkup.
  • Sering mengajak interaksi. Di usia ini bayi sudah bisa merasakan bosan dan kesepian saat ditinggal sendiri. Biasanya ia akan menangis dan meminta perhatian Ibu. Sebisa mungkin seringlah berikan stimulasi bayi 2 bulan dengan cara meluangkan waktu untuk mengajak ia berinteraksi. Bisa dengan bermain, membaca buku, bernyanyi, atau sekedar mengobrol. Bayi akan lebih senang saat ia ditemani, terutama oleh Ibunya.

Perkembangan Sosial

  • Merespon senyumannya. Tersenyum adalah kebiasaan baru yang ia kuasai. Untuk itu sebagai stimulasi bayi 2 bulan pada aspek sosial, berilah respon saat ia tersenyum kepada Ibu dengan membalas senyumannya. Cara ini akan mendorong ia untuk terus tersenyum sekaligus mengajarkan hubungan timbal balik.
  • Berikan rasa aman. Bayi yang sering digendong dan dipeluk akan lebih merasa aman, dibandingkan yang sering diletakkan. Jadi, jangan ragu untuk melakukan keduanya. Termasuk saat ia menangis, segeralah angkat dan tenangkan ia agar merasa aman kembali.
  • Baby massage. Memijat bayi memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah memberikan rasa aman dan nyaman. Ibu bisa mencoba memberikan sendiri pijatan sederhana kepada bayi di rumah. Oleskan sedikit baby oil, lalu pijatlah bayi dengan lembut.
  • Membiarkan bayi menenangkan dirinya sendiri. Menghisap jari merupakan cara bagi bayi untuk memberikan kenyamanan dan menenangkan diri. Tak ada salahnya untuk sesekali membiarkan ia mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri saat ia merasa gelisah atau tidak nyaman.

Perkembangan Komunikasi

  • Ajak bercerita. Bayi Ibu mungkin sudah mulai mengoceh dengan sangat lucu, meski masih belum jelas. Ini menandakan bahwa perkembangan komunikasinya sudah nampak. Latihlah kemampuan bahasa dan komunikasinya dengan sering mengajak ia berkomunikasi, Bu. Misalnya saja dengan mengajak ia bercerita, menyenandungkan lagu, atau membacakan dongeng.
  • Beri respon saat ia mengoceh. Ibu juga perlu memberikan reaksi saat bayi berusaha “berbicara” alias mengoceh. Berikan pujian seperti bertepuk tangan dan memujinya, serta tirukan suaranya tapi menggunakan kata-kata yang benar.
  • Gunakan bahasa kedua. Tak perlu khawatir buah hati mengalami keterlambatan bicara jika Ibu ingin memperkenalkan bahasa kedua kepadanya. Mengajarkan bahasa asing kepada bayi justru akan lebih mudah terserap dan ia tetap memiliki tahap perkembangan komunikasi yang sama dengan bayi lainnya.
  • Membaca buku bersama. Buku anak-anak yang penuh gambar dan aneka warna menarik pasti akan sangat menarik perhatian bayi. Hal yang tak kalah penting, ia akan sangat suka mendengar suara dan irama bahasa Ibu. Jadi, buatlah membaca buku bersama menjadi kegiatan yang rutin dilakukan ya, Bu.

Saat Ibu berbicara, bayi akan memandang dan memperhatikan gerakan mulut Ibu sebagai proses belajarnya. Ibu juga sebaiknya menatap mata bayi saat berbicara, supaya ia bisa melihat wajah Ibu. Selain itu, berbicaralah secara perlahan dan gunakan intonasi yang lembut.

Stimulasi bayi 2 bulan perlu diberikan untuk menghindari terjadinya keterlambatan. Meski Ibu pasti tahu kalau perkembangan setiap bayi tentunya berbeda. Namun Ibu tentunya juga harus berusaha memberikan dorongan kepada buah hati agar ia tumbuh dan berkembang dengan optimal. Semoga tips di atas membantu dan selamat mencoba ya, Bu.

Laman Tanya Pakar hadir sebagai wadah bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar tumbuh kembang anak. Pertanyaan Ibu akan dijawab langsung oleh para pakar berpengalaman. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu.

Artikel Sejenis

 

Sumber:

id.theasianparent.com, indonesiamontessori.com