Share Like
Simpan

Tahukah Ibu, posisi tidur si Kecil sangat penting untuk tumbuh kembangnya, lho. Saya pernah mendengar cerita teman bahwa anaknya yang berusia enam bulan mengalami sesak napas akibat salah posisi tidur. Tentunya, ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri sehingga saya mencari berbagai informasi soal posisi tidur anak yang benar. Berikut ini beberapa informasi yang saya dapat.

Siapkan Kondisi untuk Tidur si Kecil

Hal pertama yang bisa Ibu lakukan agar detak jantung si Kecil stabil dan kesehatannya terjaga selama tidur adalah menjaga suasana di sekitarnya, sehingga mudah terlelap. Berikut ini yang harus Ibu lakukan.

  • Hindari bertatapan langsung. Ketika Ibu mencoba menidurkan si Kecil, ada baiknya tidak melihat ke arah wajahnya. Dari artikel yang saya baca, saat mata si Kecil bertatapan dengan Ibu, detak jantungnya semakin kencang sehingga tekanan darah meningkat. Hal ini menyebabkan si Kecil tetap terjaga.
  • Sesuaikan temperatur kamar tidur. Menurut artikel medis yang saya baca, Ibu bisa membiarkan kamar tidur si Kecil lebih hangat ketika siang hari, sedangkan saat malam hari, ruangan harus lebih dingin. Temperatur yang paling pas untuk tidur si Kecil adalah sekitar 18-22 derajat Celcius.
  • Redupkan lampu di kamar. Saat si Kecil bersiap tidur, ada baiknya Ibu meredupkan sinar lampu di kamar. Ibu juga bisa memilih lampu tidur yang dijual di toko. Hal ini supaya si Kecil tidak berpikir kalau hari masih siang saat jam tidur malam tiba.
  • Timbulkan suara. Dari artikel yang saya baca, Ibu bisa membiasakan si Kecil dengan suara ketika tidur. Bunyikan musik atau senandungkan lagu pengantar tidur. 

Bagaimana Posisi Tidur yang Tepat?

Selain suasana, posisi tidur yang tepat juga diperlukan untuk tumbuh kembang anak yang optimal. Coba Ibu perhatikan posisi tidur si Kecil dan segera memperbaikinya seperti posisi berikut ini.

  • Tidur terlentang. Biasanya, bayi berusia 0-3 bulan hanya menguasai posisi tidur terlentang. Sayangnya Bu, posisi ini terkadang mudah membuat si Kecil terbangun. Namun, posisi ini juga mengurangi risiko terjadinya SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Oleh sebab itu, apabila si Kecil lebih sering tidur terlentang, sebaiknya Ibu meminimalkan gangguan di sekitarnya agar ia tak mudah terbangun.
  • Tidur posisi tengkurap. Si Kecil yang berusia tiga bulan ke atas biasanya suka tidur tengkurap. Sebenarnya, tidur tengkurap membuat si Kecil lebih lelap dan membentuk kepala dengan sempurna. Namun, Ibu tetap berhati-hati serta rajin mengubah posisi si Kecil jadi terlentang, ya. Ini disebabkan posisi tengkurap berisiko membuat si Kecil menghirup karbondioksida yang dikeluarkannya.
  • Tidur posisi menyamping. Posisi tidur miring bermanfaat untuk proses pengosongan lambung, Bu. Maka dari itu, posisi tidur ini dianjurkan oleh sejumlah dokter anak. Namun, sebaiknya Ibu mengganti posisi tidur anaksecara berkala untuk mencegah sindrom kepala rata atau plagiocephaly, yang juga dikenal dengan nama kepala peyang.

Bagaimana, Bu? Semoga informasi yang saya kumpulkan soal tidur bayi bisa bermanfaat. Ibu juga tidak perlu khawatir lagi membuat si Kecil terlelap. Semangat terus merawat si Kecil kesayangan di rumah!