Whatsapp Share Like
Simpan

Si Kecil sudah memasuki bulan ketiga nih, Bu. Bagaimana perkembangannya selama 2 bulan kemarin? Apakah sesuai dengan tahapan usianya?

Nah, kini di usia 3 bulan si Kecil akan menunjukkan perkembangan lainnya. WHO mengatakan bahwa 28 hari pertama sejak kelahirannya, bayi ada pada risiko tinggi untuk bertahan hidup. Oleh karenanya dalam fase ini peranan Ibu sangat utama dalam mendukung semua kebutuhannya, baik dari segi asupan ASI maupun perhatian. Berikut ini adalah perkembangan bayi 3 bulan dari segi fisik, motorik, sensorik, komunikasi, dan kognitif:

Perkembangan Fisik

Dimulai dari perkembangan fisik, untuk anak laki-laki panjang badannya sekitar 57,6 - 65,3 cm, berat badannya berkisar antara 5,1 - 7,9 kg, dan lingkar kepala berkisar antara 38,3 - 42,7 cm. Sedangkan untuk anak perempuan panjang badan sekitar 55,8 - 63,8cm, berat badan sekitar 4,6 - 7,4 kg, dan lingkar kepala sekitar 37,2 - 41,9 cm. (sumber: www.popmama.com)

Bila si Kecil memiliki perkembangan fisik dengan angka tersebut, maka ia tumbuh dengan normal. Namun Ibu tak perlu khawatir bila ia terlihat agak kurus dan sering haus. Keduanya merupakan tanda si Kecil sedang mengalami growth spurt atau percepatan pertumbuhan bayi. Growth spurt biasanya terjadi sejak 6 minggu pertama bayi hingga usia 12 bulan. Biasanya gejala growth spurt terlihat pada bulan ke-3, ke-4, ke-6, dan ke-9, tapi tidak menutup kemungkinan dialami di periode lainnya.

Perkembangan Motorik

Untuk perkembangan bayi 3 bulan dari segi motorik, si Kecil semakin pintar dalam mengkoordinasikan tangan dan matanya di mana ia sering menyatukan kedua tangannya serta belajar memegang benda dengan dua tangannya tersebut. Beberapa bayi juga mulai bisa berguling sendiri dari posisi terlentang ke tengkurap ataupun sebaliknya. Ibu pun harus memberikan perlindungan di sekeliling si Kecil saat akan meninggalkannya tanpa pengawasan agar ia tidak terjatuh.

Ia juga mulai menunjukkan kemampuan dalam menegakkan kepalanya dalam berbagai posisi. Misalnya saat tengkurap atau digendong tegak, ia akan berusaha menegakkan kepalanya. Meski begitu Ibu tetap harus menopang lehernya karena ia belum benar-benar terampil. Kemudian saat tummy time atau tengkurap, si Kecil mulai bisa mengangkat dadanya serta kakinya menendang-nendang dengan kuat. Ini menunjukkan otot dada dan kakinya sudah semakin kuat.

Untuk melatih kekuatan dada dan kakinya, Ibu bisa menggendong si Kecil dengan menyentuhkan kakinya ke pangkuan atau lantai. Ia pun akan menendang dengan keras dan tampak sangat senang saat melakukannya.

Perkembangan Sensorik

Untuk perkembangan sensorik, bayi berusia 3 bulan akan lebih peka dan berusaha menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitarnya. Berkat saraf di otak yang bertugas untuk mengkoordinasikan kemampuan inderanya semakin berkembang, maka ia pun jadi lebih peka terhadap bau dan suara di sekitarnya serta bisa mengenali orang atau benda yang dilihatnya dengan cepat.

Ia akan tersenyum saat menatap wajah ibunya atau orang yang sering mengasuhnya. Tak hanya pandangannya saja, tapi pendengarannya pun semakin peka, terlebih saat mendengar suara orang terdekatnya. Ia akan menoleh ke arah suara dan merespon dengan mengeluarkan suara nyaring. Si Kecil juga sudah menunjukkan ketertarikan terhadap suara musik. Pada fase ini Ibu bisa memperdengarkan musik-musik klasik atau yang menenangkan.

Selain itu ia juga mulai tertarik saat melihat bayangannya di cermin dan menyukai sentuhan. Ia akan merasa senang saat Ibu menyentuh dan membelainya. Ibu bisa memperkenalkan si Kecil dengan berbagai tekstur benda, seperti halus dan kasar.

Perkembangan Komunikasi

Perkembangan bayi 3 bulan juga ditandai dengan kemampuannya dalam berkomunikasi. Tidak hanya berupa tangisan, tapi lebih ke suara mengoceh yang mulai terdengar nyaring dan berdurasi panjang. Pada fase ini ia sedang belajar bicara meski masih sangat awal. Ibu harus terus mengajak si Kecil bicara, seperti membacakan cerita atau menyebutkan benda-benda yang ada di sekelilingnya. Menurut sebuah penelitian, bayi yang sering diajak berbicara IQ nya akan meningkat saat ia besar.

Perkembangan Kognitif

Secara kognitif, bayi usia 3 bulan mulai memahami manakah anggota keluarga dan mana orang lain. Bila ada yang mengajak tersenyum, maka ia akan membalasnya. Si Kecil juga mulai mana orang yang ia sukai dan tidak, serta senang berinteraksi dengan orang lain. Bermain cilukba, bersama bayi atau anak lain, dan memainkan mainan yang ia senangi merupakan kegiatan yang ia sukai. Di usia ini bayi lebih menyukai mainan yang memiliki suara dan berwarna terang.

Bagaimana dengan si Kecil, apa saja perkembangan bayi 3 bulan yang sudah dilakukannya? Teruslah berikan nutrisi berupa ASI dan stimulasi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya ya, Bu. Bila nutrisi si Kecil tercukupi, maka ia akan terhindar dari gejala stunting yang banyak dialami oleh bayi di Indonesia. Ibu pun harus mengonsumsi makanan yang bergizi agar kualitas ASI pun meningkat.