Share Like
Simpan

Konsultasi kehamilan dengan dokter atau orang yang sudah lebih berpengalaman, biasanya menjadi sebuah agenda utama bagi calon orang tua baru. Mulai dari cara menjaga kesehatan Ibu hamil, makanan yang boleh dan tidak untuk dikonsumsi, hingga tips memilih keperluan untuk si Kecil setelah ia lahir nanti. Nah, satu hal yang dulu sempat saya lupakan, Bu, yaitu berkonsultasi seputar hak istimewa sang calon ayah.

Sejujurnya, saya dulu termasuk orang yang cukup keras kepala. Saya tidak mau dibantu untuk hal-hal yang bisa saya kerjakan sendiri. Melihat sifat saya yang seperti itu, tentu saja suami khawatir dengan kesehatan saya sebagai wanita hamil. Jadi, ia berusaha membatasi aktivitas saya dengan beragam alasan. Saat saya mencurahkan perasaan dengan ibu saya, beliau berkata bahwa hal tersebut wajar dan kekhawatiran suami saya tersebut adalah hak istimewanya sebagai calon ayah. Nah, jika Ibu ingin mengetahui lebih dalam mengenai hak-hak istimewa ini, yuk simak selengkapnya!

  • Berhak merasa khawatir

Menurut pengalaman saya dan beberapa orang terdekat saya, timbulnya perasaan khawatir dari calon ayah merupakan sesuatu yang sangat wajar terjadi, Bu.Selain mengkhawatirkan kesehatan Ibu, ia juga memiliki ketakutan tersendiri akan menjadi orang tua. Banyak hal yang berputar di pikirannya saat ini, mulai dari masalah ekonomi keluarga hingga kemampuannya untuk menjadi Ayah yang baik. Apabila Ibu merasakan kegelisahan sang Ayah, sebaiknya temukan waktu bersantai untuk mengobrol soal masalah ini. Coba tenangkan Ayah dengan memberinya dukungan moral dan berikan apresiasi akan usaha yang telah dilakukannya, ya.

  • Ayah berhak untuk terlibat dalam kelas prenatal

Selain berkonsultasi dengan dokter kandungan, Ibu juga bisa mengajak Ayah untuk melakukan konsultasi kehamilan di kelas prenatal. Di sini, Ibu dan Ayah tak hanya mendapatkan beragam informasi seputar kehamilan, namun juga persiapan menjelang proses persalinan, seperti cara menenangkan Ibu yang sedang mengalami kontraksi atau mempersiapkan Ayah ketika mendampingi Ibu di ruangan bersalin.

  • Sang ayah berhak menemani saat proses persalinan

Saat berkonsultasi masalah kandungan dengan dokter, Ibu juga bisa menambahkan topik tentang persiapan sang calon ayah yang ingin berada di sisi Ibu saat melahirkan. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan diri calon ayah ketika berada di ruangan bersalin, seperti ia harus siap melihat Ibu yang kesakitan saat kontraksi datang atau ketika ada kondisi tak terduga saat proses persalinan. Apabila Ayah sudah berbekal berbagai macam informasi seputar proses persalinan, maka di hari kelahiran si Kecil nanti setidaknya Ayah sudah bisa mengantisipasi beberapa hal yang mungkin terjadi di ruang bersalin, Bu.

  • Berhak merasa takut kehilangan waktu bersenang-senang

Ini adalah salah satu kekhawatiran yang dialami oleh suami saya, Bu. Kebetulan, ia memang seseorang yang hobi sekali berwisata alam. Saat berdiskusi seputar kehamilan  ini, saya hanya bisa mencoba membesarkan hatinya bahwa merawat bayi tak selalu harus menjadi beban. Jika dilakukan bersama-sama dengan bantuan anggota keluarga lain, mengurus si Kecil bisa menjadi aktivitas baru yang juga menyenangkan. Baiknya lagi, setelah si Kecil besar nanti, ia bisa mengajaknya berwisata alam bersama-sama. Untungnya, membayangkan dirinya berwisata alam dengan si Kecil, langsung membuat suami saya merasa optimis, Bu. Malahan, suami sayasudah mempunyai rencana tahunan agar si Kecil juga ketularan hobi serunya ini!

Bagaimana, Bu? Apakah poin-poin yang saya sebutkan di atas sudah cukup membantu?saran saya, sering-seringlah berdiskusi dengan suami agar Ibu dan Ayah bisa saling memahami keinginan dan perasaan masing-masing. Semakin sering berkomunikasi, ikatan Ibu dan Ayah akan semakin terjalin serta persiapan diri sebagai orang tua bisa semakin mantap. Nah, apabila Ibu memiliki cerita lain seputar hak istimewa sang calon ayah, yuk bagikan dengan ibu-ibu lain di forum diskusi seputar konsultasi kehamilan!