Share Like
Simpan

Bu, kita tentu merasa begitu bahagia ketika pertama kali mengandung si Kecil. Terkadang, perasaan itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang saya alami kala mengandung si Kecil dulu. Saking senangnya, saya tidak sabar ingin melakukan USG untuk melihat perkembangan sang janin. Jika berniat melakukan hal yang sama, ada baiknya Ibu mengenal terlebih dahulu apa itu USG dan jenis-jenisnya.

USG (Ultrasonography) merupakan sebuah metode dengan menggunakan gelombang suara ultra untuk mendapatkan pencitraan atau gambar organ tubuh internal. Melalui cara ini, Ibu juga bisa memperoleh informasi tentang perkiraan usia janin dalam kandungan. Pada awalnya, USG hanya bisa menampilkan pencitraan atau gambar hitam putih dan tidak bergerak (2D). Namun seiring perkembangan teknologi, kini Ibu bisa melihat janin dalam kandungan secara utuh (3D) bahkan bergerak (4D).

Wah, canggih sekali ya, Bu? Nah, agar Ibu semakin paham tentang apa itu USG, ayo kenali lebih dalam soal jenis-jenisnya berikut!

  • USG 2 Dimensi

Ini merupakan jenis USG yang paling sering digunakan di masa awal kehamilan. Meskipun hanya menghasilkan gambar berwarna hitam putih, USG 2 dimensi sudah mampu mendeteksi ukuran bayi, banyak air ketuban, serta kelainan fisik pada janin hingga 80%. Kelebihan dari metode ini yaitu biaya yang murah dan proses yang cepat. Jadi, jika kondisi janin Ibu normal dan tidak ada kemungkinan kelainan pada janin, USG jenis ini bisa menjadi pilihan.

  • USG 3 Dimensi

Metode ini mampu melihat pertumbuhan janin secara lebih detail sampai ke organ bagian dalam, sehingga bisa mendeteksi kelainan pada tulang hingga jantung. Berbeda dengan USG 2 dimensi, hasil USG 3 Dimensi tidak hanya bisa dimengerti oleh pemeriksa, namun juga oleh ibu dan anggota keluarga lainnya. Meskipun begitu, sebaiknya USG 3 dimensi dilakukan sesuai saran dokter,dan jika ada dugaan kelainan yang terjadi pada janin.

  • USG 4 Dimensi

Inilah jenis USG yang paling canggih. Pasalnya, USG 4 dimensi mampu merekam gerak dan perilaku janin secara langsung. Sama dengan USG 3 dimensi, metode ini juga bisa mendeteksi kelainan bawaan pada organ dalam. Namun, USG 4 dimensi juga tidak bisa dilakukan sembarangan lho Bu, karena selain biayanya yang cukup mahal, metode ini harus dilakukan atas rekomendasi dokter dan karena alasan medis. Biasanya, USG jenis ini direkomendasikan untuk Ibu hamil berusia di atas 35 tahun, atau  memiliki latar belakang keluarga dengan cacat bawaan.

Nah, sekarang Ibu sudah tahu kan jenis-jenis USG. Ada baiknya Ibu merencanakan jadwal pemeriksaan sesuai usia kehamilan. Sebelum melakukan tes ini, konsultasikan dahulu dengan dokter kandungan agar USG yang dilakukan sesuai dengan kondisi kehamilan Ibu. Sehat selalu untuk Ibu dan si Kecil!