Share Like
Simpan

Jika Anda sedang mengharapkan kehamilan atau berpikir untuk hamil, tidak ada salahnya mempersiapkannya sedini mungkin. Upaya yang difokuskan pada kesehatan sebelum memasuki masa kehamilan bertujuan untuk melahirkan bayi yang sehat. Ada yang memerlukan persiapan beberapa bulan sebelum masuk masa kehamilan dan ada juga Ibu yang memerlukan waktu yang lebih lama. Beberapa hal di bawah ini dapat membantu Ibu agar lebih siap memasuki masa kehamilan nanti, baik kehamilan pertama, kedua ataupun kehamilan berikutnya.

1. Buatlah rencana dan bertindaklah
Ibu dapat mulai merencanakan kehamilan dengan memikirkan tujuan memiliki anak atau tidak memiliki anak, dan bagaimana mencapai tujuan ini. Hal ini disebut dengan rencana hidup reproduktif. Misalnya bila Ibu berpikir ingin menunda kehamilan, pilihlah kontrasepsi yang sesuai untuk mencapai tujuan tersebut. Jika Ibu berpikir untuk hamil, sangatlah penting untuk mengambil langkah-langkah agar Ibu dapat hamil sehat dan melahirkan bayi yang sehat pula.

2. Temui dokter / bidan
Berkonsultasi dengan dokter / bidan mengenai kesehatan reproduksi Ibu. Diskusikan mengenai riwayat dan kondisi medis saat ini yang mungkin dapat memengaruhi masa kehamilan nantinya. Dokter / bidan juga dapat memberikan saran mengenai masalah dalam kehamilan sebelumnya, obat apa yang saat ini sedang dikonsumsi Ibu, serta menganjurkan vaksinasi yang diperlukan dan beberapa langkah sehat yang dapat dilakukan sebelum masuk masa kehamilan guna mencegah kecacatan pada bayi. Buat daftar pertanyaan yang akan didiskusikan dengan dokter / bidan.

3. Minum 400 mikrogram asam folat setiap hari
Jika seorang wanita memiliki kadar asam folat yang cukup setidaknya 1 bulan sebelum dan selama kehamilan, dapat membantu mencegah kecacatan pada otak dan tulang belakang bayi. Asam folat dapat diperoleh melalui makanan, seperti sayuran berwarna hijau tua (bayam, sawi hijau, caisim mini), asparagus, brokoli, papaya, jeruk, stroberi, rasberi, kacang-kacangan, alpukat, okra, kembang kol, seledri, wortel, buah bit, dan jagung. Sebagian susu untuk ibu hamil pun mengandung asam folat cukup tinggi, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan Ibu. Ibu dapat memilih susu untuk ibu hamil yang rasanya enak untuk mengurangi rasa mual, serta tentu merupakan produk yang berkualitas tinggi.

4. Stop minum alkohol, merokok dan narkoba
Kebiasaan merokok, minum alkohol, atau bahkan menggunakan narkoba, dapat menyebabkan berbagai masalah selama kehamilan, juga janin yang dikandung, Bayi dapat lahir prematur, lahir dengan cacat bawaan hingga kematian janin.

5. Hindari polusi dan lingkungan yang terkontaminasi racun
Hindari zat racun dan lingkungan yang terkontaminasi zat berbahaya di lingkungan kerja maupun di rumah, seperti bahan kimiawi, insektisida, kotoran kucing dan sebagainya. Semua zat tersebut dapat membahayakan kesehatan reproduksi pada Ibu maupun ayah, dan dapat membuat pasangan sulit untuk mendapatkan anak/hamil, serta dapat mempengaruhi kondisi janin di dalam kandungan.

6. Capai dan peliharalah berat badan ideal
Berat badan berlebih atau obesitas memiliki risiko tinggi untuk menyebabkan kondisi serius, termasuk berbagai komplikasi selama kehamilan, penyakit jantung, kencing manis, dan beberapa kasus dapat memicu kanker (kanker rahim, kanker payudara dan usus besar). Berat badan kurang pun dapat menyebabkan Ibu memiliki risiko kesehatan. Kunci untuk mencapai berat badan ideal dan memeliharanya bukanlah merupakan perubahan jangka pendek, melainkan perlu dilakukan perubahan gaya hidup, termasuk makan makanan sehat dan olah raga.

7. Mintalah bantuan bila Ibu mengalami KDRT
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat menyebabkan cedera hingga kematian, termasuk selama kehamilan. Banyak wanita yang bertahan dari KDRT mengalami trauma fisik dan mental. Mintalah bantuan bila Ibu mengalami KDRT, karena kekerasan dapat menghancurkan hubungan dalam keluarga.

8. Pelajari riwayat keluarga
Konsultasikan pada dokter mengenai riwayat kesehatan keluarga yang perlu mendapat perhatian. Mungkin dokter akan menyarankan untuk konsultasi lebih lanjut dengan ahli genetik, sehingga dapat mengurangi risiko keguguran, kematian janin, ketidaksuburan atau kesulitan mendapat keturunan atau kondisi lain/cacat lahir yang diturunkan secara genetik. Selain itu, konsultasi tersebut dapat menjadi panduan untuk mempersiapkan kehamilan yang akan dijalani oleh Ibu.

9. Menjaga kesehatan mental
Kesehatan mental termasuk bagaimana kita berpikir, perasaan dan aktivitas kita untuk beradaptasi dengan kehidupan, sehingga dapat menjalani kehidupan dengan baik dan berharga. Setiap orang tentu pernah merasa khawatir, cemas, sedih dan stres. Namun bila semua perasaan buruk ini dialami dalam jangka waktu lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari, maka perlu mendapat bantuan. Konsultasikan pada dokter atau tenaga medis lainnya.

10. Memiliki kehamilan yang sehat
Saat Ibu memasuki masa kehamilan, pastikan Ibu tetap menjalani kebiasaan sehat yang telah dilakukan dan lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.