Whatsapp Share Like Simpan

Meski memiliki rasa yang sama-sama lezat, ternyata kalori telur berbeda antara bagian kuning dan putihnya lho, Bu. Kuning telur memiliki kadar kalori yang lebih tinggi dibandingkan putih telur. Selain itu, protein dalam putih telur juga lebih tinggi, lalu apakah kalori telur ini berpengaruh terhadap kesehatan si Kecil? Nah, Ibu akan mengetahui penjelasan seputar kalori telur, manfaat, dan cara mengolahnya yang tepat dari artikel ini. Jadi, simak penjelasannya sampai selesai yuk!

Kandungan Nutrisi dan Kalori Telur 

Telur merupakan sumber protein hewani yang mengandung hampir semua zat gizi makro dan mikro, termasuk kalori telur di dalamnya. Putih telur merupakan sumber protein, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, dan selenium. Sementara, kuning telur mengandung lemak, kolesterol, dan kalori telur yang lebih tinggi, serta beberapa jenis mineral. 

Berikut adalah nutrisi yang terkandung dalam dua butir telur ayam ras seberat 100 gram: 

  • Kalori telur: 154 kkal
  • Protein: 12,4 gram
  • Lemak: 10,8 gram
  • Karbohidrat: 0,7 gram
  • Vitamin A: 104 mikrogram
  • Vitamin B1: 0,12 mg
  • Vitamin B2: 0,38 mg
  • Kalsium: 86 mg
  • Fosfor: 258 mg
  • Zat besi: 3 mg
  • Kalium: 118,5 mg
  • Natrium: 142 mg

Selain beragam nutrisi di atas, telur ayam juga mengandung dua senyawa antioksidan, yaitu lutein dan zeaxanthin yang baik bagi kesehatan tubuh. Mengacu pada nutrisi tersebut, bagaimana perbedaan kalori telur di bagian kuning dan putihnya? 

Nah, kalori telur di bagian putihnya memang lebih rendah dibandingkan kuning telur. Namun, bukan berarti kuning telur tidak aman dikonsumsi oleh si Kecil. Meski kalori putih telur lebih rendah, bukan berarti kuning telur tidak sehat ya, Bu. Kuning telur memang mengandung lemak dan tinggi kalori, namun bagian ini pun mengandung lebih banyak vitamin dan mineral yang baik. Dengan catatan, Ibu perlu memberikan telur sesuai batas normal agar si Kecil mendapat gizi yang seimbang. 

Artikel Sejenis

Karena perbedaan kandungan inilah yang membuat kuning telur dan putih telur saling melengkapi untuk menambah nutrisi untuk tumbuh kembang anak. Setelah mengetahui kadar kalori putih telur yang rendah, lantas apakah mengonsumsi putih telur aman untuk anak-anak?

Idealnya, kebutuhan kalori masing-masing anak berbeda tergantung dari usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan aktivitas hariannya. Namun, untuk anak laki-laki usia 4-6 tahun dengan aktivitas fisik sedang direkomendasikan mendapat kalori 1400-1600 kkal per hari. Sedangkan, anak perempuan direkomendasikan mendapat kalori 1200-1400 kkal per hari. 

Akan tetapi, Ibu tidak perlu khawatir si Kecil tidak mendapat cukup kalori telur karena Ibu bis memberikan kalori dari makanan sehat lainnya. Selain itu, tubuhmjuga memiliki alarm sendiri, yaitu rasa lapar yang dapat membantu mengatur berapa banyak kalori yang perlu dikonsumsi.

Bagaimana Jumlah Kalori Telur Setelah Diolah?

Anak-anak pasti gemar mengonsumsi olahan telur, ada yang memilih telur rebus, telur dadar, telur mata sapi (ceplok), telur orak-arik, hingga olahan lain yang ditumis atau dibakar. Selain lezat, olahan telur juga mengandung beragam nutrisi yang baik bagi kesehatan. 

Namun, perlu Ibu ketahui bahwa kalori telur akan bertambah sesuai dengan cara pengolahannya. Nah, pertanyaannya adalah mana yang lebih baik dikonsumsi si Kecil? Untuk mengetahui jawabannya, lebih baik Ibu ketahui dulu kandungan nutrisi dalam masing-masing olahan telur yang biasa dikonsumsi si Kecil yuk! 

  • Kalori Telur Rebus 

    Melansir laman resmi fatsecret.com, pada 1 butir telur telur rebus ukuran sedang biasanya mengandung kalori sekitar 77 kkal. Dari jumlah kalori telur tersebut, 64 persen di antaranya terdiri atas lemak, 3 persen karbohidrat, dan 33 persen protein. 

  • Kalori Telur Mata Sapi (Ceplok

    Berbeda dengan kalori telur rebus, pada telur mata sapi atau telur ceplok memiliki kandungan kalori sekitar 92 kkal. Perbedaan ini dipengaruhi oleh cara memasak karena telur mata sapi (ceplok) menggunakan minyak, mentega, atau margarin yang diproses dengan cara digoreng. 

    Dari jumlah kalori telur mata sapi ini, 70 persen di antaranya terdiri atas lemak, 2 persen karbohidrat, dan 28 persen protein. 

  • Kalori Telur orak-arik

    Meski pengolahannya sama-sama digoreng, ternyata kalori telur orak-arik sedikit lebih tinggi dibandingkan telur mata sapi (ceplok) lho, Bu. Melansir laman resmi fatsecret.com, pada telur orak-arik terdapat sekitar 101 kkal. 

    Dari jumlah kalori telur orak-arik tersebut, 67 persen di antaranya terdiri atas lemak, 5 persen karbohidrat, dan 27 persen protein. 

    Dari kandungan kalori telur di atas, sudah jelas bahwa telur rebus memiliki jumlah kalori yang lebih sedikit. Namun, bukan berarti si Kecil tidak boleh mengonsumsi telur mata sapi dan telur orak-arik ya, Bu. Kedua olahan telur ini sama-sama bergizi, tetapi konsumsinya perlu dibatasi. 

    Ibu juga perlu mengolah telur dengan cara yang tepat. Pastikan telur matang sempurna agar bakteri di telur mentah bisa mati. Akan tetapi, hindari memasak dan memanaskan telur terlalu lama dan lebih dari satu kali karena dapat merusak kandungan nutrisi alami di dalamnya. 

    Baca juga: Pentingnya 9 Asam Amino Esensial untuk Tumbuh Kembang Anak Lebih Optimal

Efek Samping Terlalu Banyak Konsumsi Telur

Meski manfaat telur sangat beragam, tetapi bahan pangan satu ini juga bisa menyebabkan risiko penyakit jika dikonsumsi secara berlebihan. Jika si Kecil terlalu banyak dan sering mengonsumsi telur, maka ia akan berisiko mengalami kondisi berikut ini: 

  • Risiko Alergi

    Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak telur bisa mengakibatkan reaksi alergi, khususnya pada anak-anak. Biasanya reaksi alergi muncul dengan tanda gatal-gatal, ruam merah, sakit mata, pembengkakan, serta hidung gatal dan mengeluarkan ingus.

  • Keracunan Bakteri Salmonella

    Walaupun telur baik untuk kesehatan si Kecil, ternyata ada efek samping lain bila dikonsumsi secara mentah lho, Bu, salah satunya terdapat bakteri salmonella yang bisa berasal dari putih telur mentah

    Bakteri salmonella bisa menyebabkan demam, diare, mual dan muntah, hingga feses berdarah. Karena itulah si Kecil harus mengonsumsi telur yang matang sempurna agar terhindar dari bakteri berbahaya. 

  • Mengurangi Penyerapan Biotin

    Mengonsumsi telur mentah secara berlebihan akan mengurangi penyerapan biotin dalam tubuh karena telur mentah mengandung avidin yang bisa mengikat biotin dan menurunkan penyerapannya. 

    Biotin sendiri merupakan vitamin yang berperan dalam metabolisme protein, karbohidrat, dan lemak serta dapat membantu menjaga kesehatan kulit, rambut, mata, hati, dan sistem saraf. Biotin dikenal dengan sebutan vitamin B7 atau vitamin H yang sering ditemukan dalam makanan. 

Seperti yang telah disebutkan, telur termasuk sumber protein hewani berkualitas yang wajib dikonsumsi sesuai batas normal. Protein memiliki fungsi khas yang tidak bisa digantikan oleh zat gizi lain, yaitu untuk membentuk dan memelihara sel-sel serta jaringan tubuh. Artinya, telur termasuk bahan pangan yang mendukung tumbuh kembang si Kecil lebih optimal.

Oleh karena itu, telur termasuk bahan pangan yang mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE) secara lengkap. Asupan 9 asam amino esensial (9AAE) sangat penting karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri, sehingga memerlukan bantuan dari sumber protein berkualitas, seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya.

Perlu diketahui bahwa protein hewani adalah jenis protein yang paling penting dan dibutuhkan oleh tubuh dibandingkan protein nabati, terutama di masa tumbuh kembang. Ini karena protein nabati, seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah memiliki asam amino pembatas yang menyebabkan asam amino lainnya tidak terserap dengan baik di dalam tubuh. 

Sementara, kebutuhan 9AAE harus terpenuhi dalam 9 jenis yang lengkap dan jumlah yang tepat agar tumbuh kembang anak lebih optimal. 9 jenis asam amino esensial ini meliputi leusin, isoleusin, valin, triptofan, fenilalanin, metionin, treonin, lisin, dan histidin.

Kandungan 9 asam amino esensial (9AAE) bisa secara lengkap Ibu dapatkan dalam Frisian Flag PRIMAGRO AAE 3+, kandungan nutrisi dalam susu pertumbuhan ini sudah ditingkatkan dari sebelumnya demi mendukung potensi tumbuh kembang optimal si Kecil. 

Susu Frisian Flag PRIMAGRO AAE 3+ juga diperkaya dengan 9 nutrisi penting lainnya, seperti minyak ikan, omega 3, omega 6, zat besi, zinc, protein, kalsium, magnesium, vitamin D3, serta vitamin dan mineral lain untuk mendukung potensi si Kecil tumbuh pintar, kuat, dan tinggi.