Whatsapp Share Like Simpan

Apakah Ibu sering merasa lemas saat hamil? Bisa jadi Ibu mengalami anemia atau kekurangan darah, sehingga perlu mengonsumsi makanan penambah darah agar tetap sehat dan bugar. Anemia memang menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh Ibu hamil. Gejala anemia pada Ibu hamil dapat berupa letih, lelah, kulit tampak pucat, jantung berdebar, sesak napas, sulit konsentrasi, pusing, hingga pingsan.

Anemia memang kondisi yang sering terjadi, tetapi Ibu sebaiknya tidak menyepelekan kondisi ini karena bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya jika dibiarkan terus menerus. Itulah sebabnya, Ibu perlu mengonsumsi makanan penambah darah yang sehat dan bergizi.

Sebenarnya penyebab anemia pada Ibu hamil bisa beraneka ragam, di antaranya karena kekurangan asupan zat besi dan vitamin B12, perdarahan, atau pola makan kurang sehat. Anemia yang disebabkan karena kekurangan darah disebut dengan anemia defisiensi zat besi.

Zat besi merupakan salah satu mineral yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin di sel darah merah. Hemoglobin sendiri berguna untuk mengikat dan mengirim oksigen ke seluruh tubuh agar organ-organ dapat berfungsi dengan baik. Nah, salah satu cara untuk mencegah anemia pada Ibu hamil, yaitu dengan mengonsumsi makanan penambah darah.

Rekomendasi Makanan Penambah Darah Bagi Ibu Hamil

Setiap orang memiliki kebutuhan zat besi yang berbeda-beda. Kebutuhan ini tergantung pada jenis kelamin, usia, dan kondisi kesehatan tubuhnya. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kementerian Kesehatan RI, jumlah asupan zat besi yang direkomendasikan untuk Ibu hamil yaitu sekitar 19-27 mg per hari. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Ibu bisa mengonsumsi beberapa jenis makanan penambah darah, di antaranya:

Artikel Sejenis

1. Daging

Daging merah dan daging putih merupakan sumber zat besi hewani yang direkomendasikan sebagai makanan penambah darah. Di dalam 100 gram daging merah, seperti daging sapi terdapat sekitar 2,7 mg zat besi. Dari jumlah ini, Ibu sudah bisa memenuhi setidaknya 15 persen asupan zat besi harian. Sementara, pada 100 gram daging putih, seperti daging ayam terdapat 1,3 mg zat besi, sehingga sekitar 13 persen asupan zat besi sudah bisa Ibu penuhi.

2. Sayuran hijau

Makanan penambah darah selanjutnya yaitu sayuran hijau yang meliputi brokoli, bayam, kale, sawi, dan kubis. Misalnya saja, pada 100 gram brokoli terdapat sekitar 0,75 mg zat besi. Selain kaya akan zat besi, makanan penambah dari yang satu ini pun memiliki kandungan vitamin C yang berperan untuk membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. 

3. Makanan laut

Beberapa jenis makanan laut atau seafood, seperti ikan, kerang, kepiting, dan udang ternyata termasuk makanan penambah darah yang aman dikonsumsi oleh Ibu hamil. Selain zat besi, makanan laut juga kaya akan protein dan asam lemak omega 3 yang dapat meningkatkan perkembangan otak janin.

Meskipun begitu, Ibu tetap harus mengontrol asupannya agar tidak berlebihan. Selain itu, pastikan mengolah makanan laut dengan matang merata. Sebab, makanan laut yang mentah atau setengah matang masih mengandung parasit yang berbahaya bagi tumbuh kembang janin.

4. Sereal

Ibu ingin mengonsumsi makanan penambah darah yang lebih sehat? Sereal adalah jawaban yang tepat. Sereal termasuk makanan penambah darah yang bisa Ibu konsumsi saat sarapan atau dijadikan camilan sehat. Pilihlah sereal yang diperkaya dengan berbagai nutrisi, seperti zat besi, protein, dan karbohidrat. Sebaiknya Ibu hindari konsumsi sereal yang tinggi akan gula tambahan, ya.

5. Kacang-kacangan

Ada beragam jenis kacang-kacangan dan biji-bijian yang bisa jadi makanan penambah darah karena kaya akan zat besi, seperti kacang kedelai, kacang almond, kacang mete, biji labu, biji bunga matahari, dan lain sebagainya. Selain sebagai sumber zat besi, kacang dan biji-bijian pun merupakan sumber kalsium yang bermanfaat bagi pertumbuhan janin dalam kandungan.

6. Buah-buahan tertentu

Selain kaya akan vitamin dan mineral, beberapa jenis buah-buahan ternyata bisa menjadi makanan penambah darah bagi Ibu hamil lho. Beberapa di antaranya adalah semangka, pisang, stroberi, apel, delima, jeruk, bit, dan kurma. Ibu bisa mengonsumsi makanan penambah darah ini sebagai nutrisi tambahan yang bergizi dan sehat.

7. Susu ibu hamil

Bagi Ibu hamil yang menderita anemia, dianjurkan untuk mengonsumsi nutrisi kalsium, zat besi, vitamin C, vitamin B9 (asam folat), dan vitamin B12 untuk membantu menambah darah. Keempat nutrisi ini terkandung dalam susu Frisian Flag MAMA yang baik dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui.

Jika Ibu mengalami gejala anemia selama hamil dan kondisinya tidak membaik meski sudah mengonsumsi berbagai jenis makanan penambah darah, sebaiknya segera periksakan keluhan Ibu ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Sebab, anemia pada Ibu hamil yang dibiarkan terus menerus bisa memicu komplikasi yang berbahaya pada janin dalam kandungan.

 Baca juga: Ibu Hamil Minum Kopi? Ini Efek Sampingnya untuk Janin

Nutrisi yang Sebaiknya Ada pada Makanan Penambah Darah

Pada dasarnya, Ibu hamil bisa mencegah anemia dengan mengonsumsi makanan penambah darah yang mengandung sejumlah nutrisi, di antaranya:

  • Zat besi

    Zat besi termasuk nutrisi yang sangat penting untuk membantu produksi hemoglobin yang dibutuhkan sel darah merah.

  • Tembaga

    Tembaga termasuk mineral yang berfungsi untuk membantu tubuh meningkatkan produksi sel darah merah. Jika kadarnya rendah, maka tubuh hanya menyerap zat besi dalam jumlah sedikit. Akibatnya, produksi hemoglobin dalam sel darah merah berkurang.

  • Vitamin B9 (asam folat)

    Vitamin B9 (asam folat) juga termasuk nutrisi yang dapat membantu meningkatkan jumlah sel darah merah di dalam tubuh. Untuk itu, pengidap anemia biasanya wajib mengonsumsi makanan penambah darah yang kaya asam folat.

  • Vitamin B12

    Makanan penambah darah juga sebaiknya mengandung vitamin B12. Sebab, vitamin ini mampu meningkatkan fungsi sumsum tulang agar lebih banyak menghasilkan sel darah merah normal. Jika kekurangan vitamin B12, maka bentuk sel darah merah yang dihasilkan akan abnormal.

  • Vitamin C

    Seperti yang telah disebutkan, makanan penambah darah sebaiknya mengandung vitamin C juga. Ini karena vitamin C merupakan salah satu nutrisi yang membantu proses penyerapan zat besi dalam tubuh.

Seperti yang telah disebutkan, susu Frisian Flag MAMA merupakan susu yang diformulasikan khusus ibu hamil dan menyusui dengan kandungan zat besi, tembaga, vitamin B9 (asam folat), vitamin B12, dan vitamin C yang penting untuk menambah darah saat Ibu mengalami anemia. Mengonsumsi susu 2 gelas sehari dapat meningkatkan jumlah asupan zat besi dalam tubuh, sehingga terhindar dari risiko anemia.

Selain kelima nutrisi tersebut, susu Frisian Flag MAMA juga diperkaya dengan nutrisi penting lainnya, seperti protein, karbohidrat, lemak, kalsium, serat pangan (inulin), serta 29 vitamin dan mineral lainnya untuk mendukung kesehatan ibu hamil dan menyusui secara optimal, serta mendukung tumbuh kembang si Kecil. Selain itu, ibu hamil juga tetap perlu memenuhi kebutuhan gizi harian dengan mengonsumsi makanan sehat yang kaya manfaat dan menghindari makanan yang dilarang untuk ibu hamil.

Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh Ibu hamil, di antaranya adalah:

  • Susu yang belum dipasteurisasi
  • Daging mentah atau setengah matang
  • Sushi dan sashimi
  • Terlalu banyak kafein
  • Alkohol
  • Terlalu banyak jeroan

Dibandingkan mengonsumsi makanan dan minuman tersebut, sebaiknya Ibu membiasakan diri untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menerapkan pola hidup sehat, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Semoga kondisi Ibu selama kehamilan tetap fit, serta buah hati lahir dengan selamat dan sehat, ya.