Whatsapp Share Like Simpan

Jika Ibu seorang pecinta kopi, rasanya kurang lengkap jika tidak minum secangkir kopi di pagi hari. Namun, bolehkah Ibu hamil minum kopi? Sebab, kopi mengandung kafein yang bila dikonsumsi berlebihan justru akan berdampak buruk terhadap kesehatan janin. Tak sedikit Ibu hamil yang menghindari minum kopi selama kehamilan karena faktor kesehatan. Akan tetapi, ada pula Ibu hamil yang tetap mengonsumsi minuman satu ini. Jadi, sebenarnya manakah yang lebih baik? Nah, dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai Ibu hamil minum kopi, apa saja risiko, dan berapa takaran yang dianjurkan jika tetap ingin meminumnya. 

Pada dasarnya, saat hamil, Ibu boleh minum kopi. Namun, Ibu hamil minum kopi sebaiknya memerhatikan takaran atau jumlahnya sebelum mengonsumsi setiap hari. Sebab, kopi mengandung kafein, yaitu zat yang bersifat stimulan dan diuretik. Artinya, kafein yang ada di dalam kopi mampu meningkatkan efek samping tertentu, seperti tekanan darah dan detak jantung. Sementara, sifat diuretik kafein dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil saat hamil. Jika Ibu hamil minum kopi, biasanya akan lebih sering buang air kecil. 

Sebenarnya bukan hanya kopi yang perlu Ibu hamil batasi, namun juga makanan dan minuman lain yang mengandung kafein, beberapa di antaranya yaitu cokelat, teh, minuman bersoda, dan lainnya. Selain itu, kafein juga biasanya ditambahkan ke dalam obat flu dan minuman pembangkit tenaga (energy drink). Oleh karena itu, Ibu hamil wajib memerhatikan apa pun yang dikonsumsi dan baca informasi mengenai kandungan yang tertera pada kemasan. 

Apa Efek Samping Ibu Hamil Minum Kopi?

Berikut ini beberapa efek samping Ibu hamil minum kopi, di antaranya:

  1. Gangguan pada lambung

    Ibu hamil minum kopi dapat menyebabkan masalah lambung. Kafein yang terkandung dalam secangkir kopi mempunyai efek meningkatkan asam lambung dan gerak usus. Selain itu, kondisi mual hingga muntah yang dialami ibu hamil bisa semakin parah dengan efek minum kopi secara berlebihan.

    Artikel Sejenis

  2. Insomnia

    Efek samping Ibu hamil minum kopi selanjutnya yaitu insomnia. Kafein dalam kopi menjaga dari rasa kantuk. Perlu Ibu ketahui, metabolisme untuk kafein pada Ibu hamil menjadi 1,5 sampai 3,5 kali lebih lambat. Kondisi inilah yang menyebabkan kafein lebih lama berada dalam tubuh, sehingga dengan konsumsi sedikit saja Ibu dapat mengalami insomnia.

  3. Anemia

    Ibu hamil minum kopi juga bisa menyebabkan anemia. Umumnya, anemia pada ibu hamil disebabkan karena kurangnya asupan zat besi sebagai pembentuk hemoglobin (Hb). Sebab, minuman yang mengandung kafein memiliki senyawa fenol yang dapat menghambat penyerapan zat besi sehingga meningkatkan risiko anemia pada ibu hamil. Padahal, zat besi sangat dibutuhkan sebagai pengantar oksigen di dalam tubuh, khususnya bagi janin.

  4. Dehidrasi

    Seperti yang telah dijelaskan, kafein memiliki sifat diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine sehingga Ibu hamil minum kopi akan sering buang air kecil. Jika kondisi ini terus terjadi, kemungkinan kadar cairan dalam tubuh Ibu bisa menurun, sehingga menyebabkan dehidrasi saat hamil.

  5. Risiko terganggunya kesehatan plasenta

    Dilansir dari laman resmi American Pregnancy Association, kandungan kafein dalam kopi dapat melintas menuju plasenta. Dengan begitu, zat itu dapat tersalurkan ke tubuh janin yang ada di dalam perut ibu hamil. Kondisi ini bukannya bermanfaat, justru Ibu hamil minum kopi secara berlebihan dapat mengancam keselamatan janin karena dirinya masih belum mampu memetabolisme kafein yang masuk ke dalam tubuhnya.

  6. Berat badan lahir rendah

    Penelitian menunjukkan bahwa Ibu hamil minum kopi dengan kafein di atas 100 mg per hari dapat meningkatkan risiko bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Selain itu, Ibu hamil minum kopi secara berlebihan juga dianggap dapat meningkatkan risiko bayi prematur. 

  7. Keguguran

    Penelitian oleh American Journal of Obstetrics and Gynecology menyatakan bahwa Ibu hamil minum kopi dengan kadar 200 miligram atau lebih kafein setiap hari memiliki kemungkinan dua kali lebih tinggi mengalami keguguran dibandingkan Ibu hamil yang tidak mengonsmsi kafein. Oleh karena itu, Ibu hamil minum kopi juga harus melihat usia kehamilan, karena di trimester awal masih sangat rentan dan harus dipantau dengan sangat baik agar kesehatan janin tetap terjaga.

    Baca juga: Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang 9 Asam Amino Esensial

  8. Komplikasi kehamilan

    Seperti yang disebutkan, kafein merupakan zat yang bersifat stimulan dan diuretik. Nah, sifat stimulan ini dapat membuat tekanan darah dan detak jantung meningkat saat Ibu hamil minum kopi. Kondisi tersebut tentunya berbahaya dan meningkatkan risiko munculnya komplikasi kehamilan. 

Berapa Takaran Kopi yang Aman untuk Ibu Hamil?

Penting bagi Ibu hamil minum kopi untuk memerhatikan takaran setiap satu kali konsumsi. Sebaiknya Ibu hamil minum kopi tidak lebih dari dua cangkir atau setara dengan 200 miligram (mg) kafein per hari. Supaya takaran tersebut tidak melebihi batas normal, berikut adalah informasi mengenai jumlah kafein di beberapa jenis minuman dan makanan:

  • 60-200 mg kafein dalam satu cangkir kopi seduh
  • 140 mg kafein dalam satu cangkir kopi saring
  • 100 mg kafein dalam satu cangkir kopi instan
  • 40 mg kafein dalam satu botol soda
  • 75 mg kafein dalam satu cangkir teh
  • 25-50 mg kafein dalam 50 gram cokelat

Secara garis besar, Ibu hamil minum kopi memang tidak dilarang. Namun, takaran atau jumlahnya tidak boleh melebihi batas yang dianjurkan. Penting bagi Ibu hamil untuk lebih cermat dalam melihat kandungan gizi pada setiap makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. Untuk menyiasati hal tersebut, sebaiknya Ibu hamil penuhi asupan nutrisi dari makanan yang bergizi. Pilihlah makanan untuk Ibu hamil yang memang aman dan menyehatkan janin. 

Nutrisi yang Wajib Dikonsumsi Ibu Hamil

Dibandingkan mengonsumsi makanan dan minuman berkafein, sebaiknya Ibu hamil lebih banyak mengonsumsi nutrisi yang penting untuk menjaga kesehatan Ibu dan tumbuh kembang bayi. Berikut ini beberapa nutrisi Ibu hamil yang wajib dikonsumsi, antara lain: 

Protein

Protein merupakan nutrisi ibu hamil yang penting untuk dikonsumsi setiap hari. Nutrisi ini memiliki fungsi khas yang tidak bisa digantikan oleh zat gizi lain, di antaranya untuk pertumbuhan dan perkembangan, memelihara sel-sel dan jaringan tubuh, mengangkut zat gizi, dan sebagai sumber energi. Ibu bisa memenuhi asupan protein harian dengan mengonsumsi susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan, serta hasil olahannya. 

Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber kalori yang baik bagi ibu hamil. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi agar Ibu tidak merasa lemas saat beraktivitas. Ibu bisa mendapatkan karbohidrat dari nasi, pasta, kentang, sereal, oatmeal, dan gandum.

Zat Besi

Zat besi merupakan mineral yang penting dikonsumsi selama kehamilan. Ibu hamil sangat rentan terhadap rasa lemas dan pusing yang disebabkan kurangnya suplai darah dalam tubuh. Kebutuhan darah selama hamil juga meningkat karena Ibu mengalirkan darah ke janin. Untuk itu, zat besi sangat diperlukan sebanyak 27 miligram per hari agar membantu mencegah anemia. Sumber zat besi bisa Ibu temukan dari sayuran hijau, daging sapi, sereal, dan biji-bijian.

Kalsium

Tidak hanya bermanfaat dalam menguatkan tulang dan gigi sang ibu, kalsium juga berperan dalam pembentukan tulang dan gigi janin. Ibu bisa mendapatkan kalsium dari bayam, keju, yoghurt, salmon, dan sarden.

Vitamin B9 (Asam folat)

Vitamin B9 berperan penting dalam menjaga kesehatan janin agar mencegah risiko bayi cacat lahir. Ibu bisa mendapatkan nutrisi ini dari kacang-kacangan, hati sapi, sayuran hijau, telur, lemon, tomat, stroberi, mangga, dan jeruk.

Serat

Ibu hamil juga perlu mengonsumsi serat agar saluran pencernaannya lancar dan terhindar dari sembelit atau konstipasi. Selain itu, serat juga dapat menurunkan kadar kolesterol, mengontrol gula darah dan berat badan. Ibu bisa mendapatkan serat dari sayuran, buah, kacang-kacangan, dan gandum. 

Selain zat gizi di atas, Ibu hamil juga perlu memenuhi asupan nutrisi dari lemak, beragam vitamin, dan mineral lain. Salah satu nutrisi tambahan yang perlu dikonsumsi adalah Frisian Flag MAMA yang mengandung protein, serat pangan, vitamin B9 (asam folat), zat besi, serta kalsium yang dapat membantu menjaga kesehatan Ibu dan bayi dalam kandungan sampai lahir.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz