Whatsapp Share Like Simpan

Makanan seafood atau makanan laut kerap kali jadi pilihan bagi Ibu untuk menjaga tumbuh kembang anak jadi anak yang pintar. Namun, tahukah Ibu jika makanan seafood juga membantu anak untuk tumbuh menjadi kuat dan sehat? Makanan seafood atau sumber makanan yang berasal dari laut merupakan salah satu sumber makanan hewani yang memiliki kandungan protein yang tinggi. Protein merupakan elemen penting dalam tumbuh kembang anak, membuat si kecil jadi sehat, kuat, dan pintar. Protein juga merupakan elemen penyumbang untuk 9 asam amino esensial atau yang lebih dikenal dengan istilah 9AAE. 

9 asam amino esensial atau 9AAE penting untuk selalu dihadirkan dalam tumbuh kembang anak. Pasalnya, jika terdapat kekurangan satu asam amino esensial akan mengurangi fungsi optimal yang dibutuhkan pada tumbuh kembang anak. Agar menjaga 9 asam amino esensial atau 9AAE, penting bagi Ibu untuk selalu memberikan makanan anak dari sumber makanan yang kaya akan protein. Sumber makanan penghasil protein yang besar di antaranya adalah. telur, susu, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan, serta hasil olahnya. Selain menjaga agar kebutuhan 9 asam amino esensial atau 9AAE terpenuhi, Ibu juga bisa mengajarkan anak berbagai macam rasa dan tekstur makanan sedari dini. Kekurangan 1 jenis 9 Asam Amino Esensial (9AAE) akan menurunkan potensi tinggi badan anak sebanyak -34%, dan kekurangan semua jenis 9 AAE akan menurunkan potensi tinggi badan sebanyak -50%.

Meskipun makanan seafood memiliki manfaat yang baik untuk tumbuh kembang anak, Ibu perlu berhati-hati dalam memberikan anak makanan. Kewaspadaan ini perlu diperhatikan karena dalam masa tumbuh kembangnya, tubuh anak masih mengalami penyesuaian yang terus berkembang. Dalam hal ini, Ibu perlu memerhatikan apakah anak memiliki reaksi alergi terhadap makanan seafood atau tidak. 

Untuk itu, penting bagi Ibu untuk mengenalkan berbagai jenis makanan seafood secara satu per satu dan bertahap, sehingga Ibu pun mudah mengetahui penyebab jika anak mengalami alergi terhadap makanan seafood. Ibu sudah bisa mulai memperkenalkan makanan seafood kepada anak sejak MPASI. Pengenalan seafood sejak dini akan membantu anak untuk mengenali rasa dan tekstur yang lebih mudah sehingga si buah hati tidak tumbuh jadi picky eater ketika sudah besar nanti.

4 makanan seafood yang baik dikonsumsi anak

Di luar jadi penyebab alergi, makanan seafood perlu diperkenalkan kepada anak demi menghadirkan manfaat yang baik tumbuh kembangnya. Berikut adalah beberapa rekomendasi makanan seafood yang baik dikonsumsi anak demi mendapatkan hasil tumbuh kembang yang optimal. Rekomendasi berikut merupakan pilihan bahan makanan yang mudah untuk diolah dalam berbagai macam hidangan, sehingga anak tidak mudah bosan menikmati seafood sebagai menu makanan rutin.

Artikel Sejenis

Kepiting

Jika Ibu memperkenalkan hidangan kepiting dalam bentuk utuh, rasanya sulit bagi anak untuk bisa tertarik memilihnya sebagai makanan. Salah satunya adalah karena kulitnya yang keras. Meskipun terlihat memiliki kulit yang keras, ternyata kepiting merupakan salah satu bahan makanan seafood dengan tekstur daging yang lembut. Tekstur daging yang lembut dari bahan makanan seafood satu ini sangat mudah diolah serta dikonsumsi untuk anak. Terlebih jika si kecil masih ada di usia 1 hingga 3 tahun. Selain mudah dikonsumsi, kepiting juga dikenal sebagai salah satu bahan makanan seafood yang memiliki kandungan protein tinggi yang dibutuhkan tubuh dalam memproduksi 9 asam amino esensial atau 9AAE. 

Selain protein, kepiting sebagai salah satu makanan seafood juga memiliki kandungan vitamin B12 dan zinc yang berperan dapat mempercepat proses penyembuhan luka anak. Manfaat lainnya yang berguna dalam menjaga anak mendapatkan masa tumbuh kembang yang optimal adalah peran kepiting yang dapat menjaga berat badan anak dengan ideal. Berat badan ideal dibutuhkan dalam masa tumbuh kembang, agar anak dapat leluasa beraktivitas untuk mendukung proses bermain dan belajarnya.

Ikan tuna

Dibandingkan salmon, mungkin ikan tuna masih kalah populer. Namun bahan makanan seafood satu ini juga memiliki kandungan yang tidak kalah pentingnya untuk proses tumbuh kembang anak secara optimal. Manfaat yang dibawa ikan tuna sebagai makanan seafood untuk tumbuh kembang anak salah satunya adalah perannya yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Peningkatan metabolisme tubuh ini terjadi berkat kandungan vitamin B yang dikandung di dalam salah satu makanan seafood ini. Dengan meningkatnya kinerja metabolisme, maka penyaluran energi dan penyerapan nutrisi anak akan lebih baik. 

Sehingga anak mampu menjalani hari beraktivitas, belajar, dan bermain dengan nyaman. Selain itu, ikan tuna juga memiliki kandungan vitamin D dan kalsium. Kandungan vitamin D dan kalsium yang terdapat pada makanan seafood satu ini berguna dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi anak, agar anak tumbuh jadi anak yang kuat. Di luar itu, ikan tuna juga merupakan salah satu makanan seafood dengan protein yang cukup tinggi, sehingga dapat membantu tubuh dalam mengolah 9 asam amino esensial atau 9AAE. 

Udang

Jika Ibu mengalami kesulitan meningkatkan nafsu makan pada anak, udang sebagai salah satu makanan seafood bisa coba Ibu tawarkan kepada anak. Pasalnya, makan adalah kegiatan yang dibutuhkan anak agar bisa mendapatkan energi dalam menjalankan aktivitas bermain dan belajarnya sehari-hari. Selain itu, produksi 9 asam amino esensial atau 9AAE juga hanya bisa diperoleh dari sumber makanan, makanan seafood adalah salah satunya. Udang dikenal memiliki manfaat dalam meningkatkan nafsu makan pada anak. 

Selain berguna dalam pembentukan 9 asam amino esensial atau 9AAE, protein pada udang juga dapat membentuk zat peptida di dalam tubuh anak. Zat peptida ini merangsang hormon cholecystokinin (CCK). hormon tersebut nantinya anak bekerja bersama sistem saraf dan perut yang memperlambat proses pencernaan sehingga anak nafsu makan anak pun jadi meningkat. Makanan seafood satu ini juga bermanfaat sebagai pencegah risiko anemia. Vitamin B12 yang dikandung oleh udang berperan dalam produksi sel darah merah agar memastikan Anak terhindar dari anemia

Cumi-cumi

Untuk teksturnya sendiri, cumi-cumi bisa jadi salah satu makanan seafood yang jadi favorit anak. Cumi-cumi memiliki tekstur yang kenyal dan empuk sehingga mampu menarik perhatian serta rasa penasaran anak untuk menyantap makanan seafood satu ini. Tidak hanya menarik dari segi tampilan, cumi-cumi juga merupakan salah satu makanan seafood atau makanan laut yang mengandung protein. Kandungan protein di dalam cumi-cumi tentu saja berperan sebagai salah satu komponen pembentuk 9 asam amino esensial atau 9AAE yang penting bagi pertumbuhan anak. Di luar itu, cumi-cumi diketahui juga sebagai sumber makanan seafood yang mampu menjaga kesehatan jantung anak. 

Cumi-cumi mengandung vitamin B6 dan B12 yang memiliki peran dalam menjaga kesehatan jantung anak. Tidak hanya itu, vitamin B6 dan B12 yang dikandung oleh makanan seafood satu ini juga bermanfaat bagi kesehatan saraf anak. Cumi-cumi juga memiliki kandungan EPA dan DHA. Kandungan tersebut merupakan asam lemak tidak jenuh. EPA dan DHA yang ada pada makanan seafood satu ini dipercaya untuk dapat mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah, memperbaiki sel-sel yang rusak dan melindungi jantung anak sebagai antioksidan.

Manfaat makanan seafood

Dengan banyaknya kandungan nutrisi yang penting bagi kesehatan, Ibu bisa mulai memperkenalkan makanan seafood kepada anak untuk bantu optimalisasi tumbuh kembangnya. Konsumsi makanan seafood secara rutin dinilai punya manfaat baik bagi pertumbuhan anak. Berikut adalah manfaat yang bisa Ibu berikan kepada buah hati tercinta.

  1. Tinggi protein untuk meningkatkan fungsi produksi sel baru

    Manfaat lainnya yang bisa anak dapatkan dari konsumsi makanan seafood adalah kemampuan tubuh dalam memproduksi sel baru. Dalam aktivitas sehari-hari di masa tumbuh kembang anak, sel di dalam tubuh terus melakukan regenerasi agar mengoptimalisasi pertumbuhan secara lebih baik. Untuk itu, kandungan protein yang ditemukan di dalam hidangan seafood punya peran penting dalam memperbaiki sel tubuh yang rusak. 

    Selain itu, protein yang dicerna tubuh anak melalui hidangan seafood ini juga berfungsi dalam meningkatkan antibodi. Antibodi yang baik akan membantu tubuh anak untuk melawan dampak dari infeksi. Sehingga proses atau masa penyembuhan yang dibutuhkan anak seusai terserang penyakit jadi lebih cepat. 

  2. Tinggi asam lemak yang dapat meningkatkan fungsi otak

    Fungsi otak yang optimal mampu membantu anak untuk tumbuh jadi cerdas. Salah satu manfaat lainnya dari makanan seafood adalah kemampuannya dalam meningkatkan fungsi otak anak. Meningkatnya fungsi otak anak dengan konsumsi seafood ini datang dari kandungan asam lemak yang tinggi. Biasanya kandungan asam lemak yang tinggi ini bisa didapatkan dari makanan seafood seperti ikan tuna. 

  3. Tinggi vitamin D untuk memperkuat tulang

    Ikan sebagai salah satu hidangan seafood diketahui memiliki kandungan vitamin D yang cukup besar. Kandungan tersebut dinilai bermanfaat dalam membantu pertumbuhan tulang anak. Vitamin D berperan untuk membantu tubuh lebih mudah menyerap kalsium yang nantinya akan membantu untuk memperkuat tulang dan gigi. 

    Di masa pertumbuhan anak, tulang dan gigi yang kuat jadi hal yang juga esensial untuk terus diperhatikan perkembangannya. Selain itu, konsumsi vitamin D yang cukup juga membantu anak terhindar dari risiko diabetes ketika sudah beranjak besar nantinya.

Tidak hanya memiliki kandungan protein yang tinggi, makanan seafood juga memiliki kandungan nutrisi dan vitamin lainnya yang dapat menghadirkan masa tumbuh kembang optimal pada anak. 

Selain makanan seafood, Ibu juga perlu melengkapi kebutuhan asupan nutrisi anak dari makanan yang mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE) lengkap, seperti Frisian Flag PRIMAGRO 1+ yang memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi untuk mendukung potensi tumbuh kembang anak lebih prima.

Susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ juga mengandung kombinasi 8 nutrisi penting untuk dukung kreativitas si Kecil, di antaranya DHA 4x lebih tinggi, asam lemak omega 3, asam lemak omega 6, minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi. Susu pertumbuhan ini pun diperkaya 5 nutrisi penting lainnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C tertinggi yang dikombinasikan dengan 9 Asam Amino Esensial (9AAE), serta mengandung serat pangan inulin yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan si Kecil. 

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz