Whatsapp Share Like Simpan

Hormon progesteron adalah suatu jenis hormon yang diproduksi oleh ovarium (indung telur). Bersama dengan hormon estrogen, jenis hormon ini juga dikenal sebagai hormon seks wanita. Secara umum, fungsi progesteron yaitu untuk membantu kelancaran kehamilan dan tumbuh kembang calon janin sampai waktu kelahirannya tiba. Namun, sebenarnya fungsi progesteron tak hanya itu saja lho, hormon ini memiliki banyak manfaat yang perlu Ibu ketahui. Bahkan, hormon progesteron bisa Ibu temukan secara alami maupun buatan. 

Fungsi Progesteron Berdasarkan Jenisnya

Hormon progesteron secara alami terdapat dalam tubuh dan dilepaskan oleh ovarium. Namun, ada pula progesteron buatan atau sintetik yang diproduksi di laboratorium untuk keperluan medis. Penggunaan progesteron buatan sebagai obat bisa beraneka ragam, di antaranya dalam bentuk obat minum, obat oles, dan obat suntik. Tiap bentuk obat memiliki tujuan pengobatan yang berbeda-beda. 

Memahami fungsi progesteron ini dapat membuat Ibu lebih memahami mekanisme tubuh sendiri. Berikut ini beberapa fungsi progesteron yang dibedakan berdasarkan jenisnya, antara lain:

Fungsi Progesteron Alami 

Fungsi progesteron alami memiliki beberapa peran penting dalam tubuh, di antaranya:

Fungsi Progesteron Buatan

Fungsi progesteron buatan umumnya berperan dalam beberapa kondisi, antara lain:

  • Merangsang atau menginduksi menstruasi
  • Mengobati perdarahan rahim yang berhubungan dengan ketidakseimbangan hormon dan sindrom pramenstruasi
  • Berperan dalam metode kontrasepsi hormonal. Misalnya pil KB, KB suntik, dan KB implan
  • Digunakan bersamaan dengan estrogen sebagai bagian dari terapi hormon pengganti
  • Untuk meredakan gejala yang ditimbulkan akibat penghentian konsumsi obat-obatan tertentu
  • Menangani gejala menopause
  • Mengobati dan mencegah gejala alergi yang disebabkan oleh hormon
  • Melebarkan leher rahim
  • Mengobati nyeri payudara pada wanita yang terserang gangguan pada payudara

Meski fungsi progesteron cukup banyak, namun penggunaan progesteron buatan harus dihindari pada penderita penyakit tertentu karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Sebagai contoh, pada penderita kanker payudara, perdarahan vagina yang belum diketahui penyebabnya, serta penderita gangguan fungsi hati. Penggunaan hormon progesteron buatan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, agar mendapat penanganan yang lebih tepat.

Baca juga: Pentingnya 9 Asam Amino Esensial untuk Tumbuh Kembang Anak Lebih Optimal

Fungsi Progesteron Saat Hamil

Seperti yang Ibu ketahui, hormon progesteron sebenarnya sudah ada dari sebelum hamil, namun kadarnya akan mengalami peningkatan ketika Ibu hamil. Meningkatnya kadar hormon progesteron selama kehamilan memicu munculnya rambut-rambut halus pada bagian payudara atau perut, Ibu akan merasa pusing, mulas, mual, hingga sembelit. Meskipun begitu, berikut ini beberapa fungsi progesteron saat hamil:

  • Menjaga otot rahim tetap rileks selama kehamilan 
  • Menjaga ketebalan dinding rahim selama janin berkembang
  • Menjaga sistem imun tubuh terhadap kehadiran janin di tubuh
  • Menyiapkan payudara untuk memproduksi ASI

Jenis Hormon Kehamilan Lainnya 

Selain hormon progesteron, ada jenis hormon kehamilan lainnya yang perlu Ibu ketahui. Hormon kehamilan ada yang baru muncul saat hamil, namun ada pula yang sudah ada sebelum kehamilan, dengan kadar yang berbeda. 

Hormon kehamilan memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan Ibu hamil dan janin. Akan tetapi, terkadang perubahan hormon tersebut bisa menimbulkan keluhan saat hamil, misalnya mudah lelah dan konstipasi. Selain progesteron, berikut ini beberapa jenis hormon kehamilan dan hormon yang mengalami perubahan saat hamil:

  1. Human chorionic gonadotropin hormone (hCG)

    hCG merupakan hormon kehamilan yang diproduksi di plasenta. Hormon inilah yang sering dijadikan acuan positifnya kehamilan pada test pack.. Hormon hCG berfungsi untuk menjaga kehamilan dan perkembangan janin.

  2. Human placental lactogen (hPL)

    hPL diproduksi oleh plasenta sejak kehamilan menginjak usia 2 minggu. Hormon ini berperan dalam menyiapkan nutrisi yang dibutuhkan janin dan merangsang kelenjar susu di payudara hingga masa menyusui.

  3. Hormon Estrogen

    Sama seperti progesteron, hormon estrogen sudah terdapat di tubuh wanita sebelum hamil. Namun, kadarnya akan meningkat secara signifikan sejak masa kehamilan. Kenaikan kadar hormon estrogen memicu munculnya rasa mual, terutama pada trimester pertama kehamilan. Pada trimester kedua, hormon estrogen ikut berperan dalam pembesaran saluran susu di payudara.

  4. Hormon Oksitosin

    Hormon oksitosin berperan penting dalam proses melahirkan. Hormon ini berperan untuk melenturkan leher rahim pada akhir kehamilan, sehingga bayi lebih mudah untuk keluar. Di saat yang sama, hormon oksitosin juga akan menstimulasi puting susu untuk memproduksi air susu dan merangsang kelenjar Montgomery di sekitar puting dan areola, sehingga setelah lahir bayi langsung bisa menyusu.

    Baca juga: [9 Fungsi Asam Amino] bagi Tubuh & Sumbernya

  5. Hormon Prolaktin

    Hormon prolaktin akan mengalami peningkatan sebanyak 10–20 kali lipat ketika Ibu sedang hamil. Peningkatan hormon ini bermanfaat dalam mempersiapkan jaringan payudara untuk menyusui dengan membantu menghasilkan produksi ASI yang melimpah.

Itulah fungsi progesteron dan beberapa hormon kehamilan lain yang berperan penting untuk kesehatan Ibu dan janin. Namun, terkadang kehadiran hormon-hormon tersebut menimbulkan ketidaknyamanan terhadap Ibu hamil. Hal ini termasuk kondisi yang wajar, akan tetapi jika ketidaknyamanan yang Ibu rasakan terasa sangat mengganggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. 

Selain mengetahui fungsi progesteron dan hormon kehamilan, penting bagi Ibu untuk selalu menjaga kesehatan diri sendiri dan janin dalam kandungan hingga proses persalinan tiba. Salah satu caranya yaitu dengan memenuhi asupan nutrisi harian yang berkualitas. Ada banyak nutrisi Ibu hamil yang harus dikonsumsi, seperti protein, karbohidrat, lemak, serta berbagai vitamin dan mineral. Selain asupan nutrisi dari makanan sehari-hari, Ibu juga harus rutin mengonsumsi susu yang diformulasikan khusus Ibu hamil dan Ibu menyusui sebagai tambahan nutrisi. Ibu bisa memilih Frisian Flag MAMA yang mengandung protein, serat pangan, vitamin B9 (asam folat), zat besi, dan kalsium untuk mendukung kesehatan Ibu dan si Kecil selama di dalam kandungan hingga setelah lahir.