Share Like
Simpan

Jumpa lagi, Bu! Bagimana kondisi kesehatan si Kecil hari ini? Berbicara mengenai kesehatan balita, pernahkah Ibu mendengar sebuah gangguan kesehatan bernama Cerebral Palsy? Jika belum, yuk simak penjelasan berikut ini.

Cerebral Palsy merupakan sebuah kelainan bawaan lahir yang paling umum terjadi. Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan cerebrum, salah satu bagian otak paling dominan yang terletak di depan dan terdiri atas dua belahan (hemisphere).  Lebih lanjut, kelainan yang juga dikenal sebagai kelumpuhan otak besar ini dapat menyebabkan balita kehilangan kepekaan dalam merasakan sesuatu dan membuat ia melakukan gerakan tubuh yang diluar kendalinya .

Ada tiga jenis Celebral Palsy yang biasa dialami balita, yaitu spastic cerebral palsy yang menyebabkan kesulitan untuk bergerak, athetoid cerebral palsy yang membuat balita kehilangan kontrol terhadap tubuhnya sendiri, dan ataxic cerebral palsy yang mengganggu sensor keseimbangan pada tubuh balita. 

Cerebral Palsy tidak bisa disembuhkan, apabila balita mengalaminya, ia akan membawa penyakit ini sepanjang hidup. Meski tidak bisa disembuhkan, namun Ibu bisa mencegahnya. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya? Beberapa saran berikut ini dapat Ibu lakukan:

1. Perhatikan pola hidup sebelum hamil 

Saat hamil, Ibu harus memastikan untuk menjalani pola hidup sehat. Ibu harus memerhatikan pola diet dan kebiasaan hidup sebelum si janin tumbuh dalam rahim. Mengonsumsi makanan sehat, berolahraga teratur, dan tidak merokok adalah beberapa hal yang dapat dilakukan. Selain itu, pastikan segala masalah yang berhubungan dengan kesehatan balita dapat dikendalikan.

2. Perhatikan apa yang dikonsumsi saat hamil 

Perhatikan berbagai vitamin dan asupan nutrisi yang harus Ibu penuhi. Selain itu, pastikan Ibu melakukan vaksinasi dengan tepat dan cermat. Menghindari obat-obatan terlarang, alkohol, dan rokok juga akan membantu mengurangi risiko Cerebral Palsy pada balita. Jika Ibu harus mengonsumsi obat-obatan tertentu, pastikan apapun yang dikonsumsi ada di bawah pengawasan dokter.

3. Berhati-hati setelah bayi dilahirkan 

Ketika si Kecil lahir, pastikan apapun yang Ibu lakukan terhadapnya tidak berisiko pada kerusakan otak yang akan meningkatkan kemungkinan Cerebral palsy. Jangan pernah menggoyangkan bayi terlalu keras dan cepat karena tindakan ini dapat meningkatkan kemungkinan kerusakan otak. Jika Ibu dan balita akan melakukan perjalanan menggunakan mobil, tempatkan anak pada dudukan khusus dengan baik sehingga jika terjadi sesuatu di luar perkiraan, balita akan terlindungi.

Demikian beberapa langkah yang dapat Ibu lakukan untuk mengurangi risiko Cerebral Palsy yang mengganggu kesehatan balita. Yuk, perhatikan hal-hal tersebut dengan saksama, demi masa depan si Kecil yang cemerlang. Salam sehat!