Share Like
Simpan

Jika diolah dengan tepat, ati ampela, usus, babat, paru-paru, dan jeroan lainnya memang bisa menjadi hidangan yang menggugah selera. Jujur, saya termasuk orang yang menyukai makanan yang satu ini, Bu. Namun, mengingat selama mengandung saya perlu lebih memerhatikan kesehatan wanita hamil, saya pun lebih berhati-hati termasuk dalam mengonsumsi jeroan. Bahkan, saya sampai berkonsultasi ke dokter untuk mencari tahu boleh tidaknya jeroan masuk ke daftar makanan ibu hamil.

Berikut penjelasan yang saya dapat dari dokter seputar pengaruh konsumsi jeroan terhadap kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan. Simak yuk, Bu:

Manfaat Jeroan

- Membantu Pembentukan Sel Darah Merah
Saat hamil, tubuh Ibu akan lebih rentan terkena anemia atau kekurangan sel darah merah. Sebab, darah dalam tubuh tidak hanya dialirkan ke tubuh Ibu sendiri, tetapi juga ke tubuh janin. Untuk itu, demi menjaga kesehatan wanita hamil, Ibu dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang bisa memicu tubuh memproduksi lebih banyak sel darah merah. Nah, ati ampela dan jeroan lainnya termasuk di antaranya, Bu. Ibu bisa mengolahnya sesuai selera untuk meningkatkan nafsu makan Ibu.

- Membantu Memenuhi Kebutuhan Vitamin, Mineral, dan Protein
Sebagai salah satu jenis jeroan, hati mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk menunjang kesehatan kehamilan, seperti Vitamin A, D, E, K, B12, Zat Besi, dan Folic Acid. Bahkan, pada 100 gram hati ayam mengandung lebih dari 50% kebutuhan zat besi dan 40% kebutuhan protein harian Ibu hamil.

- Membantu Memenuhi Kebutuhan Protein Ibu Hamil
Beberapa jeroan seperti babat, ginjal, jantung, dan lidah, diketahui memiliki kandungan Protein yang tinggi, namun rendah lemak. Dengan kata lain, jeroan bisa membantu Ibu memenuhi kebutuhan Protein harian tanpa membuat kadar lemak di tubuh Ibu menjadi berlebihan.

- Mendukung Pembentukan Otak Janin
Untuk mengoptimalkan perkembangan otak janin dalam kandungan, Ibu hamil disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung Folic Acid atau Asam Folat, Bu. Nah, karena termasuk jenis makanan yang tinggi kandungan Asam Folat, konsumsi hati ayam bisa mendukung pembentukan sel otak janin sehingga si Kecil kelak bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Perlu Lebih Hati-hati Saat Mengonsumsi Jeroan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hati mengandung Vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Sayangnya, Vitamin A dalam hati hadir dalam bentuk Retinol. Menurut info yang saya dapat dari dokter, dalam jumlah banyak, Retinol bisa meningkatkan risiko janin tumbuh cacat, Bu. Untuk itu, sebagai gantinya, Ibu dianjurkan memenuhi kebutuhan Vitamin A harian melalui konsumsi telur, mentega, dan keju.

Selain karena kandungan Retinol di dalamnya, Ibu juga perlu lebih berhati-hati saat mengonsumsi hati karena merupakan organ ini merupakan tempat racun pada tubuh diserap. Dengan kata lain, semakin buruk kualitas pakan (makanan untuk hewan) yang dikonsumsi ayam/sapi, makin banyak pula kandungan racun pada organ hatinya. Hal ini tentu bisa merugikan kesehatan Ibu dan janin, karena mungkin saja racun yang terkandung pada organ hati berpindah ke tubuh Ibu dan si Kecil.

Lantas, Berapa Banyak yang Bisa Dikonsumsi?

Tenang, Bu, Ibu masih bisa makan jeroan selama hamil, kok. Hanya saja, jumlahnya perlu dibatasi. Menurut dokter, dalam sehari, ibu hamil bisa mengonsumsi jeroan maksimal sebanyak 2500 International Units (IU) Vitamin A. Apabila lebih dari itu, janin bisa berisiko lahir cacat dan Ibu mengalami komplikasi kehamilan. Sebagai referensi, setiap 120 gram hati ayam umumnya mengandung 36.000 IU vitamin A, sedangkan satu porsi hati sapi umumnya mengandung 30.000 IU. Berarti, batas maksimal konsumsi hati ayam kira-kira sebanyak 8 gram saja. Sementara, untuk hati sapi, terbatas kira-kira 9 gram saja.

Selain itu, supaya kesehatan wanita hamil dan janin senantiasa terjaga, imbangi juga konsumsi jeroan dengan asupan sehat lain seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan, Bu. Hal lain yang tak kalah penting, hindari melanjutkan konsumsi jeroan apabila timbul gejala-gejala tertentu seperti pusing, mual,dan sebagainya. Supaya lebih aman, Ibu juga bisa berkonsultasi ke dokter dulu sebelum mengonsumsi jeroan.
Nah, semangat terus menjaga kesehatan di masa kehamilan, ya, Bu!