Share Like
Simpan

Bagi Ibu yang tengah menginginkan kehamilan atau sedang hamil, satu hal pasti yang tidak boleh diabaikan adalah memperhatikan makanan sehari-hari.

Makanan bisa membantu mempermudah terjadinya kehamilan, selain beberapa faktor lain tentunya. Gizi yang terkandung dalam makanan ibu hamil akan memengaruhi kesehatan. Bagi Ibu yang tengah menginginkan kehamilan, satu hal pasti yang tidak bisa diabaikan adalah memperhatikan makanan sehari-hari.

Makanan sebelum Ibu Hamil

Agar bisa ’mempermudah’ proses hamil, cobalah perhatikan makanan yang Ibu konsumsi, selain faktor-faktor lain. Jenis makanan yang perlu dikonsumsi untuk ‘mempermudah’ hamil adalah:

  • Wortel, kacang polong, kentang manis, dan jeruk – untuk membantu agar siklus haid teratur.
  • Sayuran hijau - mengandung antioksidan, zat besi, dan folat untuk memelihara kesehatan organ reproduksi.
  • Susu dan produk susu, seperti yogurt dan keju – sumber protein tinggi yang bisa meningkatkan kesuburan. Pilihlah susu sapi yang utuh daripada yang bebas lemak. Terlalu banyak mengonsumsi susu bebas lemak dikhawatirkan dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, dan tentunya mengganggu kesuburan wanita.
  • Kacang-kacangan - kaya akan omega-3, yakni lemak sehat yang dapat membantu kesuburan.
  • Jambu biji, kiwi, jeruk, brokoli, tomat, stroberi (buah berri) - banyak mengandung vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan, bermanfaat menjaga kesehatan sel, meningkatkan penyerapan asupan zat besi, dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh. (Bagi pria, antioksidan sangat baik untuk memperbaiki mutu sperma)
  • Kuning telur, kedelai, kubis, asparagus, bit, pisang, brokoli, kacang hijau - kaya akan asam folat yang berkhasiat meningkatkan produksi sel-sel telur.

Makanan untuk Mendukung Ibu Hamil

Banyak ibu hamil menyangka kalau dirinya harus “makan untuk berdua”. Padahal sebenarnya tak begitu. Makanan ibu hamil cukup untuk sendiri dan jangan berlebihan. Jumlah kalori yang dibutuhkan ibu hamil sekurangnya 2.000 kalori per hari (tergantung usia kehamilan), yang bisa diperoleh dari berbagai sumber karbohidrat, daging dan sumber protein lain, sayuran hijau, dan buah-buahan, serta susu.

Berikut ini panduan makan yang dianjurkan untuk ibu hamil:

  • Makanan berprotein tinggi, jumlahnya harus satu setengah kali lebih banyak dibandingkan saat tidak hamil. Sebab protein sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan janin dan pergantian jaringan.
  • Makanan dari terigu, lemak, dan gula sebaiknya dibatasi. Makanlah karbohidrat kompleks seperti beras merah untuk kekuatan.
  • Beragam buah-buahan segar dan sayuran hijau untuk mendapatkan beragam kandungan vitamin dan mineralnya.
  • Minum banyak ‘air putih’ dan cairan lain, seperti teh, sup, atau jus buah, untuk menjaga metabolisme tubuh agar tetap berlangsung baik.
  • Makanan kaya akan asam folat, seperti hati, buncis, semangka, jus jeruk, brokoli, dan sayuran hijau. Vitamin ini dibutuhkan untuk membantu pembentukan saraf dan otak. Jika selama hamil kekurangan asam folat, maka dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan saraf pada bayi.
  • Makanan kaya akan zat besi, untuk mencegah anemia. Sumber zat besi terbaik: daging segar, sereal, kacang-kacangan, dan buncis.
  • Makanan kaya mineral, yang terdapat pada makanan laut, sayuran hijau, dan buah-buahan.
  • Susu, kaya akan kalsium yang sangat penting bagi kesehatan ibu dan janinnya. Bagi ibu hamil dengan berat badan berlebih, dianjurkan untuk minum susu rendah lemak (susu low fat) atau susu bebas lemak (susu non-fat). Jika diperlukan, Ibu pun dapat mengonsumsi suplemen, termasuk kalsium; tentunya sesuai dengan saran atau anjuran tenaga medis.

Ibu hamil sebaiknya makan enam hingga tujuh kali sehari, tetapi dalam porsi kecil, bukan tiga kali ‘makan berat’ seperti saat tidak hamil. Beristirahatlah setelah makan. Bila memungkinkan, berbaringlah kira-kira dua puluh menit. Bila ibu hamil lebih merasa mual saat siang hari, cobalah untuk tidur siang lebih lama.

Penambahan berat badan selama masa kehamilan sebaiknya berkisar antara 10-15 kilogram. Ibu hamil sangat tidak disarankan untuk berdiet, apalagi diet ketat, karena asupan kalori yang terlalu rendah dapat mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan rendah (kurang dari normal). Selain itu, asupan gizi yang tidak mencukupi dan tidak seimbang dapat mengganggu pertumbuhan saraf dan otak janin. Kalau makanan ibu hamil mau dikurangi, maka kurangilah makanan junk food dan soft drink.

Hindari pula semua makanan yang diawetkan (termasuk makanan kaleng) dan memakai zat pewarna. Jangan minum minuman beralkohol, kopi, dan jangan pula merokok. Bila ibu hamil membiasakan diri untuk makan makanan yang sehat (dan terus berlanjut setelah melahirkan), sangat mungkin si Kecil akan sehat pula.

Dari uraian di atas, mudah bukan pemilihan dan penerapan makanan ibu hamil? Semua bisa diperoleh dalam makanan sehari-hari dengan tetap menerapkan gizi seimbang.