Share Like
Simpan

 

Seiring membesarnya ukuran perut Ibu di trimester tiga, ada beberapa aktivitas sederhana yang mungkin terasa lebih sulit dilakukan ketimbang sebelumnya. Salah satunya yaitu naik-turun tangga. Terkait hal ini, saya punya cerita tersendiri.

Sekitar dua tahun lalu, sewaktu kandungan memasuki usia delapan bulan, saya sempat meminta pindah kamar pada suami, dari lantai atas ke lantai bawah. Selain karena kondisi hamil tua yang membuat tubuh lebih cepat lelah, alasan lainnya adalah karena saya ingin menjaga kehamilan tetap aman. Saat itu saya merasa, berat badan yang kian bertambah membuat saya agak kesulitan menjaga keseimbangan tubuh.

Namun, pindah kamar ke lantai bawah ternyata tak membuat saya terbebas dari rutinitas naik-turun tangga. Beberapa pekerjaan rumah, seperti menjemur pakaian, tetap mengharuskan saya naik-turun tangga setiap hari. Ini sebabnya saya mencari tahu tips aman naik-turun tangga untuk Ibu hamil. Nah, dari sebuah artikel di forum diskusi Ibu hamil online, saya mendapatkan beberapa tips bermanfaat berikut.

1. Usahakan Selalu Berpegangan

Selalu berpegangan adalah tips aman naik-turun tangga pertama yang saya dapatkan, Bu. Mengingat berat badan yang meningkat membuat Ibu kesulitan menjaga keseimbangan, usahakan tangan Ibu selalu berpegangan kuat pada handrail (pegangan tangga) atau dinding saat menaiki maupun menuruni tangga. Bila karena kondisi tertentu (misalnya, membawa barang) Ibu tidak bisa berpegangan dengan dua tangan, usahakan salah satu tangan Ibu tetap berpegangan pada haindrail.

Berpegangan pada handrail akan membantu Ibu menjaga keseimbangan tubuh. Selain itu, bila terjadi sesuatu yang tak diinginkan (misalnya, tergelincir atau terpeleset), Ibu tidak akan langsung terjatuh. Dengan begitu, kehamilan terhindar dari risiko tak diinginkan.

2. Pastikan Area Tangga Dalam Kondisi Terang

Tips aman kedua yaitu pastikan area tangga yang akan Ibu naiki mendapat pencahayaan yang cukup. Hal ini penting karena kondisi yang terang membuat Ibu bisa melihat anak tangga dengan jelas. Risiko terjatuh pun menjadi lebih kecil. Oleh karena itu, apabila tangga yang hendak dilewati terlihat gelap atau minim cahaya, luangkan waktu untuk menyalakan lampu terlebih dulu, ya. Ibu juga bisa menggunakan lampu flash di handphone sebagai cahaya bantuan.

3. Pilih Alas Kaki Datar dan Tidak Licin

 

Selanjutnya, perhatikan juga alas kaki yang Ibu kenakan saat menaiki ataupun menuruni tangga. Menurut artikel yang saya baca, jenis alas kaki yang sebaiknya digunakan ialah alas kaki datar dengan sol yang terbuat dari karet, sehingga tidak licin.

Sebaliknya, Ibu disarankan menghindari jenis alas kaki berhak tinggi baik di dalam ataupun di luar rumah. Selain membuat kaki lebih mudah kram, jenis alas kaki seperti itu menyulitkan Ibu menjaga keseimbangan tubuh. Dengan kata lain, risiko kecelakaan di tangga pun semakin besar jika Ibu mengenakan alas kaki berhak, Bu. Jika Ibu tetap ingin tampil modis, sekarang banyak kok pilihan alas kaki datar dengan model dan desain yang tidak kalah cantik dengan sepatu berhak.

4. Perhatikan Setiap Anak Tangga Sebelum Memijaknya

Kondisi anak tangga yang akan dipijak juga patut Ibu perhatikan. Pastikan anak tangga tersebut dalam kondisi baik dan tidak rapuh ya, Bu. Apabila hendak menaiki tangga di luar ruangan, cek terlebih dulu apakah kondisi tangga dalam keadaan kering, sehingga tidak licin saat dipijak.

Hal lain yang tak kalah penting, perhatikan pula alas setiap anak tangga. Di beberapa tempat, anak tangga biasanya dilapisi karpet atau bahan anti licin. Nah, untuk memperkecil risiko tersandung, hindari juga menginjak lubang pada alas tangga tersebut.

Meski keempat tips di atas sudah Ibu praktikkan dengan baik, tetap ada kemungkinan penggunaan tangga memengaruhi kondisi kehamilan Ibu. Menurut obrolan di forum diskusi ibu hamil, Ibu sebaiknya menghindari menggunakan tangga berlebihan di trimester ketiga karena ada beberapa risiko berikut.

-Janin Kekurangan Suplai Oksigen

Karena bobot tubuh Ibu bertambah secara signifikan di trimester akhir kehamilan, naik-turun tangga tentu terasa lebih melelahkan ketimbang sebelumnya. Kondisi ini dapat membuat Ibu tersengal-sengal. Bila hal ini terjadi, kadar oksigen di tubuh Ibu pun menurun, sehingga janin berisiko kekurangan suplai oksigen

-Edema (Bengkak)

Mengingat Ibu perlu ekstra hati-hati saat berada di tangga, durasi berdiri pun semakin lama. Efeknya, cairan tubuh berisiko terkumpul di area kaki, sehingga kaki Ibu terlihat membengkak. Selain tidak nyaman, hal ini berisiko membuat Ibu lebih sulit bergerak.

-Kram Otot

Kontraksi otot yang terjadi selama naik-turun tangga juga memicu kaki menegang. Bila hal ini terjadi, Ibu lebih berisiko mengalami kram. Rasa sakit akibat kram ini dapat membuat Ibu enggan bergerak aktif, lho. Padahal, jelang hari kelahiran si Kecil, Ibu hamil dianjurkan untuk lebih banyak bergerak agar otot-otot tubuh bagian bawah semakin siap menghadapi proses persalinan.

Supaya tips ini dapat Ibu terapkan sehari-hari, sebaiknya bagikan informasi kepada Ayah dan orang rumah lainnya ya, Bu. Jika Ibu lupa atau tengah terburu-buru, ada orang lain yang