Whatsapp Share Like Simpan

Kondisi bayi susah BAB pasti membuat sebagian Ibu khawatir, apalagi kalau kondisi ini berpengaruh pada penurunan berat badan si Kecil. Banyak yang menganggap bayi susah BAB disebabkan oleh sembelit atau konstipasi yang dialami oleh si Kecil, tapi ternyata ada penyebab lain yang perlu Ibu ketahui. 

Meskipun sering dianggap sebagai kondisi yang normal dialami oleh bayi, tetapi sebaiknya Ibu perlu memperhatikan kondisi ini, karena bayi susah BAB yang muncul terlalu sering bisa mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil. Ibu pasti tidak ingin hal ini terjadi, bukan? Untuk itu, ketahui dulu penyebab dan cara mengatasi bayi susah BAB berikut ini, yuk! 

Frekuensi Rata-rata BAB Bayi

Bayi memiliki frekuensi BAB yang berbeda-beda, tergantung pada asupan makanan dan usianya. Sebenarnya tidak ada patokan pasti seberapa sering BAB yang normal pada bayi. Namun, melansir laman resmi mayoclinic.com, berikut ini frekuensi rata-rata[DK1] bayi BAB, antara lain:

  • Bayi usia 5-6 hari: setiap kali setelah menyusu.
  • Bayi usia 1 bulan: 4 kali sehari.
  • Bayi usia 2 bulan: 1 kali sehari.
  • Bayi usia 3 bulan dengan ASI eksklusif: bisa tidak BAB selama 10-14 hari. Di usia ini ia sedang mengalami pertumbuhan pesat, sehingga berusaha mencerna seluruh asupan yang masuk. Kondisi tersebut berlangsung hingga bayi memasuki masa MPASI.

Hal yang perlu Ibu khawatirkan adalah saat si Kecil mengalami perubahan frekuensi dan konsistensi BAB. Sebab, perubahan frekuensi BAB dibandingkan sebelumnya bisa jadi pertanda bahwa si Kecil sedang mengalami gangguan pencernaan.

Sebagai contoh, bila si Kecil terbiasa BAB setiap hari, tetapi sekarang ia sudah lebih dari 2 hari tidak BAB dan tinjanya menjadi lebih padat. Nah, kondisi tersebut perlu diketahui secara pasti. Apa penyebab bayi susah BAB? Adakah yang salah dalam pemberian ASI atau MPASI? Dengan mengetahui penyebabnya, maka Ibu dapat mengatasi kondisi tersebut. Namun, jika si Kecil terbiasa BAB seminggu sekali dan tidak ada tanda-tanda sembelit, maka hal tersebut masih normal. 

Artikel Sejenis

Tanda-tanda Bayi Susah BAB

Bayi yang mengalami susah BAB memiliki tanda-tanda sebagai berikut:

  1. Frekuensi BAB kurang dari 2 kali dalam seminggu.
  2. Bentuk kotoran yang lebih keras dari biasanya.
  3. Bayi terlihat kesakitan saat BAB.
  4. Bayi lebih rewel dan menangis sambil mengangkat kakinya.
  5. Pada kasus yang parah terdapat bercak darah pada popoknya yang disebabkan oleh dinding rektum robek terkena kotoran yang keras.

Penyebab Bayi Susah BAB

Penyebab bayi susah BAB bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Berikut adalah beberapa faktor penyebab bayi susah BAB: 

Bayi susah BAB bisa disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Dehidrasi

    Penyebab bayi susah BAB yang paling sering terjadi yaitu dehidrasi. Dehidrasi dapat menyebabkan tinja menjadi keras sehingga sulit untuk dikeluarkan. Penyebab bayi susah BAB ini dialami oleh bayi pada kondisi tertentu, seperti saat sakit atau tumbuh gigi yang membuatnya malas untuk minum

  • Makanan Padat

    Selain dehidrasi, makanan padat juga termasuk penyebab bayi susah BAB. Biasanya penyebab bayi susah BAB ini dialami oleh si Kecil yang sudah memasuki usia 6-12 bulan, yaitu ketika mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Ini karena peralihan yang awalnya hanya susu saja, kemudian mendapat asupan makanan padat dalam MPASI membuat saluran pencernaan si Kecil belum terbiasa. 

  • Perubahan lingkungan dan suasana

    Sama seperti orang dewasa, penyebab bayi susah BAB juga bisa dipicu karena perubahan lingkungan dan suasana lho, Bu. Bayi mungkin saja mengalami stres sehingga membuat ia susah BAB. Penyebab bayi susah BAB karena stres ini bisa dipicu dari situasi yang membuatnya tidak nyaman, lingkungan baru, perubahan cuaca, ataupun saat travelling. 

  • Kondisi Medis Tertentu

    Penyebab bayi susah BAB yang lebih serius bisa diakibatkan oleh kondisi medis tertentu lho, Bu. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk memantau kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil jika mengalami susah BAB. 

Sebaiknya Ibu mengetahui penyebab bayi susah BAB dengan cepat agar si Kecil mendapat penanganan yang lebih tepat. Sebab, jika penyebab bayi susah BAB tidak diketahui dan dibiarkan dalam waktu yang lama, maka akan berdampak pada kesehatan tubuh bayi secara keseluruhan.

Baca Juga: Tips Membuat Jadwal Tidur untuk Si Kecil Usia 0 – 3 Bulan

Cara Mengatasi Bayi Susah BAB

Setelah Ibu mengetahui penyebab bayi susah BAB, maka sekarang saatnya Ibu mencari cara untuk mengatasi kondisi tersebut. Kondisi ini bisa diatasi jika Ibu sudah paham betul penyebab bayi susah BAB. Sebab, setiap penyebab pasti memerlukan penanganannya sendiri. 

Sebagai contoh, bila penyebab bayi susah BAB dipicu karena makanan padat, maka Ibu perlu mengatasinya dengan cara memberikan menu MPASI yang tinggi serat dan teksturnya lebih lembut. Ibu tidak perlu khawatir ya, di bawah ini ada beberapa cara mengatasi bayi susah BAB yang bisa dicoba di rumah:

  • Buat Si Kecil Aktif

    Aktif bergerak akan membuat tinja terdorong oleh usus sehingga mempermudah proses BAB. Untuk itu Ibu harus mengajak anak untuk lebih aktif bergerak. Pada bayi yang sudah bisa merangkak, maka ajak ia untuk sering merangkak. Namun jika masih belum bisa merangkak, Ibu bisa menggerakkan kakinya seperti gerakan saat mengayuh sepeda.

  • Kombinasikan Makanannya

    Ibu sebaiknya tidak langsung memberi si Kecil bahan makanan yang berat sebagai awal MPASI-nya. Berikan makanan yang mengandung banyak serat dan dengan porsi yang sedikit lebih dulu. Agar hasilnya lebih maksimal, ada baiknya untuk memijat perut si Kecil lebih dulu sebelum jam makannya tiba.

  • Pijatan Perut

    Memijat perut juga bisa jadi salah satu cara mengatasi bayi susah BAB lho, Bu. Pijatan berpusat pada bagian bawah pusar bayi atau sekitar tiga jari pusar. Lakukan pijatan secara lembut dengan arah pijatan melingkar dari tengah ke luar. Perhatikan reaksi si Kecil. Jangan sampai ia merasa kesakitan saat Ibu memijatnya dan pastikan ia dalam kondisi rileks.

  • Cukupi Kebutuhan Cairannya

    Bayi membutuhkan cukup cairan untuk memperlancar proses pencernaannya. Berikan lebih banyak ASI jika si Kecil masih berusia di bawah 6 bulan. Namun jika sudah berusia di atas 6 bulan, Ibu bisa memberikan tambahan cairan berupa air putih atau jus buah selain dari ASI.

  • Mandikan dengan Air Hangat

    Mandi air hangat dapat membuat bayi merasa lebih rileks sehingga membuat saluran pencernaannya lebih mudah mengeluarkan tinja. Saat memandikan, lakukan pijatan pada perutnya untuk semakin mempermudah keluarnya kotoran.

Jika Ibu merasa khawatir, apalagi jika kondisi bayi susah BAB sudah berlangsung lebih dari 2 minggu, sebaiknya segera periksakan si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Apalagi jika kondisi bayi susah BAB disertai gejala lain, seperti muntah, demam, berat badan turun, adanya darah pada pup atau feses si Kecil, dan lain sebagainya. 

Ibu pasti ingin si Kecil tumbuh lebih prima, kan? Maka dari itu, Ibu juga perlu meningkatkan kualitas ASI dengan cara mengonsumsi susu Frisian Flag PRIMAMUM karena mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil.

Susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil.

Selain fokus mencegah kondisi bayi susah BAB, Ibu juga perlu memantau tumbuh kembang si Kecil secara keseluruhan, caranya dengan memanfaatkan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Fitur ini memudahkan Ibu untuk memantau tumbuh kembang si Kecil sesuai dengan grafik pertumbuhan dari WHO dan CDC. Ibu bisa langsung mencoba fitur Rapor Tumbuh Kembang di sini

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz