Share Like
Simpan

Tumbuh kembang balita pada usia satu hingga tiga tahun memang semakin pesat ya, Bu. Namun, kemampuannya mencerna makanan belum sekuat orang dewasa. Itulah alasan kenapa ia lebih rentan terserang penyakit, salah satunya adalah sembelit. Ya, konstipasi atau yang kerap disebut sembelit merupakan kondisi tidak bisa buang air besar secara teratur, atau bahkan tidak bisa sama sekali.

Awalnya saya belum tahu apa penyebabnya. Setelah membaca berbagai artikel di internet, saya mendapatkan informasi bahwa kondisi ini disebabkan oleh pola makan si Kecil, yang cenderung mengonsumsi makanan minim serat, kurang minum air putih, serta jarang beraktivitas. Hal itulah yang menyebabkan makanan sulit dicerna dengan baik.

Pada usia ini, mungkin si Kecil belum bisa menyampaikan sepenuhnya apa yang ia rasakan saat ia sedang sembelit. Namun, Ibu bisa melihat gejala tersebut ketika ia tampak meringis kesakitan sembari menahan perutnya. Tanyakan padanya, “Apakah kamu sudah pup, sayang?” Jika ia menggelengkan kepala, Ibu perlu memerhatikan kapan terakhir kali ia BAB. Jika sudah terjadi selama beberapa hari dan tinjanya keras, maka kemungkinan besar ia mengalami sembelit.

Sebelum konsultasi masalah kesehatan anak ini ke dokter, Ibu bisa memberikan pertolongan pertama untuk mengatasi sembelit yang menyerang si Kecil. Dari perbincangan saya dengan seorang kerabat yang lebih berpengalaman, saya mendapatkan informasi tentang pertolongan pertama menangani sembelit dengan menggunakan bahan-bahan alami. Hal ini pernah saya praktikkan dan membantu sekali lho, Bu.

Penasaran bagaimana caranya? Mari kita simak bahan-bahan alami untuk membantu mengatasi sembelit yang mengganggu kesehatan balita.

  • Air putih

Kurang cairan merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan sembelit. Oleh karenanya, pastikan ia minum air putih yang banyak, agar makanan yang masuk ke tubuh dapat dicerna dengan baik. Air putih juga mampu membersihkan sistem pencernaan dan melancarkan metabolisme tubuh, sehingga kotoran yang menumpuk dalam perut si Kecil bisa dikeluarkan.

  • Jus buah

Ibu tentu sudah tahu bahwa buah-buahan baik untuk pertumbuhan balita. Sajikan ia jus buah segar, yuk! Jus jeruk atau jus apel bisa menjadi pencahar alami untuk membantu mengurangi sembelit. Apel kaya akan serat, serta Vitamin A dan C yang baik untuk melancarkan pencernaan si Kecil. Sedangkan jeruk mengandung banyak Vitamin C dan mineral yang dapat menetralisir bakteri di dalam perut dan mengeluarkan “sampah” yang sulit keluar.

  • Sayur-sayuran

Ibu tentu sudah tahu bahwa sayuran memiliki 1001 manfaat yang dibutuhkan si Kecil. Berbagai jenis sayuran seperti brokoli dan kol dapat membantu mengatasi sembelit. Jika ia tidak suka makan sayuran, maka Ibu bisa menyiasatinya dengan menyajikan menu lezat seperti bubur kentang dan kembang kol. Anak sehat adalah dambaan setiap orang tua, bukan?

  • Gandum

Konsumsi gandum dapat membantu mengatasi sulit BAB dan mengikat lemak tak jenuh di dalam tubuh. Sebagai menu sarapan si Kecil, Ibu bisa menyajikan sereal gandum yang disajikan bersama susu pertumbuhan. Menu sarapan ini tentu disukai olehnya karena tersedia berbagai pilihan rasa yang menggoda selera.

Bagaimana, Bu? Beberapa bahan makanan tersebut memang dapat membantu mengurangi sembelit yang dialami si Kecil. Namun, Ibu tetap perlu berkonsultasi dengan dokter anak, apalagi jika kondisinya tak kunjung membaik. Semoga informasi seputar kesehatan ini bermanfaat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang balita