Whatsapp Share Like
Simpan

Jika pada orang dewasa pijat badan biasanya untuk relaksasi dan menghilangkan lelah, beda halnya dengan pijat khusus bayi, Bu. Pijat bayi merupakan bentuk stimulasi yang diberikan oleh tenaga ahli atau orang tua kepada bayi. Untuk manfaatnya sendiri sangat banyak lho, Bu. Inilah sederet manfaatnya beserta cara dan hal yang harus diperhatikan saat melakukan pijatan:

Manfaat Pijat Bayi

Pijatan pada bayi dapat memberikan berbagai manfaat berikut ini:

  • Membuat tubuh lebih rileks dan nyaman. Pijatan dapat berfungsi untuk menstimulasi sistem saraf pusat bayi, sehingga akan merangsang otak untuk memproduksi serotonin yang lebih banyak. Serotonin ini sendiri akan menurunkan hormon stres (kortisol) serta membuat napas dan detak jantung melambat. Dengan begitu, tubuh bayi pun menjadi lebih rileks dan nyaman.
  • Bayi lebih tenang. Saat bayi merasa tubuhnya rileks, ia pun menjadi lebih tenang, tidak mudah rewel, dan menangis secara berlebihan. Hal ini turut berdampak pada kualitas tidurnya lho, Bu. Ia dapat tidur dengan lebih nyenyak dan tidak mudah terbangun. Ibu bisa memberikan pijatan ringan selama 10-15 menit pada sore hari setelah ia mandi agar efeknya terasa di malam hari.
  • Mendukung perkembangan otak. Saat dipijat, bayi akan mendapatkan berbagai stimulan, seperti sentuhan, aroma minyak pijat, serta komunikasi. Ketiganya akan menghasilkan mielin, yakni zat di otak yang bermanfaat mengatur impuls saraf yang berhubungan dengan kemampuan motorik dan sensorik bayi.
  • Meringankan masalah pencernaan. Bayi yang memasuki masa MPASI akan sering bermasalah pada pencernaan. Pijat bayi ternyata dapat bantu meringankan sembelit dan sakit perut lho, Bu. Memberikan pijatan lembut pada bagian perut akan membuat pencernaan bayi pulih kembali.
  • Mengurangi risiko bayi mengalami kolik dan kembung. Efek pijatan bagi perut bayi lainnya adalah mengurangi risiko bayi mengalami kolik dan kembung. Keduanya merupakan gangguan yang sering dialami oleh bayi baru lahir yang disebabkan oleh sistem pencernaan yang belum berkembang sempurna. Pijatan akan melancarkan pergerakan usus dan pencernaan. Dengan begitu, bayi mengalami kembung dan kolik pun dapat diminimalisir.
  • Melatih indra dan sensitivitas. Pijat bayi juga dapat melatih indra peraba dan sensitivitas berkat sentuhan lembut dan berirama yang ia terima. Bayi akan mampu membedakan manakah sentuhan yang tepat dan yang terlalu keras.
  • Menaikkan berat badan. Berdasarkan sebuah penelitian, bayi yang mendapatkan pijatan menunjukkan kenaikan berat badan dibandingkan dengan bayi yang tidak pernah mendapatkan pijatan. Manfaat ini dapat lebih optimal jika diiringi dengan penggunaan minyak pijat, karena adanya efek hangat yang diberikan minyak tersebut mampu membuat bayi mencerna ASI secara lebih maksimal.
  • Meningkatkan kepadatan tulang. Bagi bayi prematur, pijat bayi dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kepadatan tulang. Selain itu, pijatan lembut juga akan membuat otot-otot bayi menjadi lebih fleksibel dan kuat.
  • Memperkuat hubungan dengan orang tua. Tidak harus tenaga ahli, Ibu juga bisa lho memberikan pijatan ringan kepada bayi. Sentuhan dan gerakan yang Ibu berikan merupakan media komunikasi, sehingga dapat memperkuat hubungan emosional antara Ibu dan buah hati.
  • Bantu mengatasi depresi pasca-melahirkan. Manfaat pijat bayi tidak hanya dirasakan oleh bayi saja, tapi Ibu pun turut merasakannya. Setelah melahirkan, beberapa ibu akan merasa lelah dan dapat berdampak pada depresi. Memijat akan menciptakan interaksi bersama bayi yang bermanfaat untuk memperbaiki suasana hati. Ibu yang tadinya merasa uring-uringan akan menjadi lebih senang menjalani hari-harinya merawat buah hati.

Langkah Memijat Bayi yang Benar

Untuk bisa memijat sendiri bayi di rumah, ikuti langkah-langkah berikut ini ya, Bu:

  1. Pastikan kondisi ruangan cukup tenang dan hangat.
  2. Sebaiknya dilakukan saat bayi dalam keadaan sudah kenyang dan tidak mengantuk.
  3. Hindari memijat bayi langsung setelah ia menyusu atau makan. Tunggu hingga 45 menit terlebih dulu supaya ia tidak muntah.
  4. Baringkan bayi di atas matras.
  5. Pakai minyak atau krim bayi untuk memijat bayi.
  6. Gosokkan minyak atau krim bayi di telapak tangan Ibu hingga terasa hangat, lalu mulai dengan mengusap telapak tangan dan kaki bayi menggunakan ibu jari. Mulailah dari arah tumit lalu ke jari.
  7. Dengan gerakan melingkar, usap betis dan tungkai bayi mulai dari pangkal paha.
  8. Pindah ke bagian tangan, usap telapak tangan dan lengan dengan gerakan melingkar.
  9. Dengan menyilangkan tangan di atas dada dan perut bayi, pijat kedua area tersebut dengan gerakan menyilang.
  10. Usap perut bayi searah jarum jam menggunakan ibu jari.
  11. Pijat kepala dan wajah bayi searah jarum jam.
  12. Pijat lembut leher hingga pantat bayi dengan posisi bayi tengkurap.

Hal yang Harus Diperhatikan

Dalam memijat bayi, ada beberapa hal yang harus Ibu perhatikan, yaitu:

  • Fokus pada bayi. Pastikan Ibu hanya berfokus pada bayi. Hindarilah hal-hal yang dapat mengganggu fokus tersebut, seperti gadget atau televisi.
  • Kuku tangan harus dipotong pendek. Supaya tidak melukai kulit bayi, jangan lupa untuk mengecek kuku tangan Ibu, ya, apakah sudah pendek atau belum.
  • Mempersiapkan tempat yang nyaman. Suasana tempat pijat akan mempengaruhi sesi pemijatan nantinya, Bu. Jadi buatlah suasana ruangan yang bersih, hangat, tenang, dan dilengkapi dengan alas pijat empuk.
  • Ciptakan komunikasi. Selama memijat, teruslah mengajak bayi berinteraksi untuk membangun bonding antara Ibu dan bayi. Bisa dengan mengobrol, mendongeng, atau bernyanyi.
  • Usia ideal. Pijat bayi sudah bisa dimulai sejak baru lahir hingga kurang dari 2 tahun.
  • Waktu memijat. Hindari memijat bayi saat ia mengantuk, habis menyusu, lapar, sedang bad mood, dan saat sedang sakit.
  • Bagian tubuh yang tidak boleh dipijat. Tidak semua bagian tubuh boleh dipijat ya, Bu, seperti area dekat mata, selaput lendir, ubun-ubun, tulang belakang, serta ulu hati. Memijat bagian-bagian tubuh tersebut dapat menimbulkan efek berbahaya bagi bayi.
  • Lakukan setiap hari. Memijat bayi sebaiknya dilakukan setiap hari dan tidak perlu dalam waktu lama, Bu. Cukup 10 hingga 15 menit saja.

Banyak ya, Bu, manfaat dari pijat bayi? Yuk, mulai rutin memijat bayi sendiri dari sekarang agar buah hati mendapatkan manfaatnya. Ikuti langkah-langkah di atas, ya. Selamat mencoba, Bu.

Artikel Sejenis

Laman Tanya Pakar hadir bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar tumbuh kembang bayi. Di sana ada para ahli yang akan membantu Ibu. Namun untuk bisa menggunakan fitur tersebut pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dahulu ya.

 

Sumber:

Doktersehat, alodokter, CNN Indonesia