Share Like
Simpan

Salah satu bentuk perawatan bayi yang saya jadikan prioritas adalah menjaga kesehatan pencernaannya. Oleh sebab itu, pilihan makanan bagi si Kecil pun harus mendapat perhatian cukup. Dulu, setelah memasuki usia enam bulan, ia sudah mulai membutuhkan nutrisi lebih dari menu MPASI. Sayangnya, ada beberapa hal yang harus diwaspadai saat memberikan menu MPASI karena dapat menyebabkan bayi sembelit.

Agar bayi sehat, saya mulai mencari referensi terpercaya. Mulai dari artikel di media massa sampai pendapat Ibu lainnya. Ternyata, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan si Kecil susah BAB saat dikenalkan MPASI, Bu. Ini di antaranya. 

  1. Menu yang dikonsumsi si Kecil minim serat. Akibatnya, usus si Kecil kesulitan mencerna makanan.
  2. Porsi yang diberikan terlalu banyak. Meski Ibu menginginkan si Kecil dengan asupan nutrisi tercukupi, atau si Kecil terlihat sangat menyukai MPASI-nya, sebaiknya tetap sesuaikan porsi MPASI-nya secara bertahap ya, Bu.
  3. Perubahan tekstur makanan yang terlalu cepat. Usus si Kecil masih beradaptasi dari ASI menuju makanan padat lainnya. Ini membutuhkan proses dan waktu, Bu.
  4. Kurangnya asupan air dalam makanan yang dikonsumsi. Bisa jadi, makanan yang Ibu berikan terhitung terlalu kering atau minim cairan. Sebaiknya, tambahkan ASI ke dalam menu MPASI si Kecil, dan kurangi secara bertahap hingga perutnya terbiasa

Saat si Kecil terkena sembelit, janganlah panik, Bu. Berdasarkan artikel yang saya baca, Ibu dapat melakukan beberapa hal ini sebagai bentuk perawatan bayi agar sistem pencernaannya berangsur membaik.

  • Hentikan konsumsi makanan penyebab sembelit terlebih dulu

Jika Ibu biasanya memberikan menu MPASI berupa nasi atau wortel rebus, lebih baik singkirkan menu ini terlebih dulu, Bu. Kedua menu ini adalah beberapa makanan yang dapat menyebabkan konstipasi atau sembelit. Terutama jika perut si Kecil belum beradaptasi dengan bentuk makanan ini

  • Berikan makanan tinggi serat

Dikarenakan salah satu penyebab sembelit adalah kekurangan serat, maka berikan berikan perawatan bayi usia 6 bulan berupa menu MPASI yang kaya serat. Salah satunya kacang hijau. Menu satu ini cukup mudah dicerna dan kaya nutrisi sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizinya. Selain itu, Ibu juga dapat memberikan bubur pepaya, apel atau pir untuk mempermudah usus mencerna makanan.

  • Bantu si Kecil sedikit berolahraga

Si Kecil butuh banyak bergerak untuk memperlancar pergerakan feses di ususnya. Jika ia sudah mulai belajar merangkak, biarkan ia merangkak selama beberapa saat. Jika si Kecil belum bisa merangkak, bantu ia menggerakkan kakinya dengan pola mengayuh sepeda

  • Berikan pijatan ringan

Lakukan perawatan bayi saat sembelit dengan memberikan pijatan ringan di bagian perutnya. Caranya, gunakan tiga jari Ibu (jempol, telunjuk, dan jari tengah) di kiri bawah pusarnya, lalu berikan tekanan secukupnya ketika melakukan pijatan. Lakukan selama kurang lebih tiga menit.

Nah, tak sulit bukan mengatasi sembelit pada bayi?  Jika setelah melakukan tiga perawatan bayi di atas, Ibu belum melihat perubahan dari si Kecil, sebaiknya segera konsultasi ke pihak medis, ya. Apalagi, jika gejala sembelit ini diikuti susah makan, fesesnya berdarah, atau berat badan bayi mulai turun. Semoga si Kecil sehat selalu, Bu!