Share Like
Simpan

Seorang teman pernah mengeluh kepada saya. Selama hamil, kakinya mengalami pegal-pegal dan kram. Saking parahnya, ia pun enggan beraktivitas. Mendengar hal tersebut, saya pun tersenyum karena teringat pernah mengalami hal yang sama dulu.

Waktu itu, kehamilan saya baru saja mamasuki trimester kedua dan mulai merasakan sensasi pegal tersebut. Aduh Bu, walaupun nyerinya belum seberapa, tetap saja membuat tidak nyaman. Supaya masalah tidak berlarut-larut, saya pun mencoba berkonsultasi dengan Ibu saya.

Ia bercerita tentang keberhasilannya mengatasi kaki pegal dan kram saat hamil. Tahu tidak Bu, dia menjelaskan bahwa pegal pada kaki serta kram lumrah terjadi pada ibu hamil, lho. Bobot tubuh yang bertambah selama mengandung membuat kaki menahan beban yang lebih besar. Ini bisa memicu pegal, di samping ada faktor lainnya seperti kelelahan, tegang atau kurang Kalsium. Ia pun membagi tips untuk mengatasi masalah tersebut. Apabila Ibu juga mengalaminya, mari lakukan 7 jurus berikut:

  1. Stretching (peregangan). Pernahkah Ibu duduk agak lama kemudian saat bangun kaki terasa pegal? Nah, gerakan ringan seperti mengangkat kaki secara bergantian dan memutar pergelangannya dapat melancarkan peredaran darah sekaligus mencegah kram dan nyeri. Jurus ini merupakan favorit saya, karena bisa dilakukan kapan dan di mana saja. 
  2.  Yoga/Senam. Saya mengikuti kelas yoga untuk ibu hamil karena olahraga tersebut dapat membantu mengatasi nyeri dan linu. Hasilnya sangat terasa lho, Bu! Jika Ibu tidak sempat untuk mengikuti kelas yoga/senam, Ibu juga bisa mengikuti video tutorial Senam Segar Mama yang tersedia di sini.

  3.  Pijat. Saya juga suka dipijat di bagian kaki, apalagi kalau pasangan berbaik hati melakukannya. Pijatan lembut pada tungkai dan telapak kaki membuat otot relaks serta meredakan nyeri.

  4. Berendam air hangat. Di sore hari, saya mencoba berendam dengan air hangat. Mirip seperti pijat, kegiatan ini bersifat relaksasi. Apalagi kalau Ibu sering merasa pegal di malam hari. Rasa tegang hilang, tidur pun lebih nyenyak.

  5. Jangan forsir diri. Terkadang, saya lupa diri saat berada di pusat perbelanjaan. Saking bersemangatnya belanja mempersiapkan kebutuhan si Kecil, saya keasyikan  mondar-mandir sembari menjinjing banyak belanjaan. Padahal, berdiri terlalu lama dan membawa barang berat tidak baik untuk kaki.

  6. Beraktivitas. Sebaliknya, tubuh saya tetap butuh bergerak supaya terjaga kebugarannya. Asalkan aktivitas yang dilakukan tidak melelahkan. Artinya, bermalas-malasan di kasur seharian sambil menonton maraton serial Korea favorit harus ditunda dahulu ya, Bu.

  7. Konsumsi kalsium. Setelah bertanya pada teman dan mencari referensi dari literatur kesehatan, saya jadi tahu bahwa salah satu kunci penting mencegah kram betis adalah Kalsium. Makanya, saya rajin mengonsumsi makanan yang tinggi kalsium serta rutin minum Frisian Flag Mama, susu khusus ibu hamil. Tadinya, saya khawatir eneg saat minum susu. Namun, Frisian Flag Mama dengan rasa cokelat yang nikmat seperti es krim justru bikin ketagihan.

Bu, lega sekali rasanya saat pegal dan nyeri kaki mereda. Sebab jika dibiarkan, sakitnya akan menjadi, lebih-lebih ketika memasuki trimester ketiga. Untungnya, ketujuh jurus di atas tidak sulit dilakukan, yang penting konsisten menjalankannya ya, Bu! Semoga Ibu selalu sehat dan bugar hingga melahirkan.