Share Like
Simpan

Hari-hari menjelang melahirkan benar-benar  menyibukkan saya, lahir dan batin. Mulai dari bolak-balik mengunjungi dokter kandungan, belanja ini-itu, hingga harap-harap cemas lantaran ingin segera bertemu si Kecil. Ibu tentu paham rasanya, bukan? Sayangnya, dulu waktu mengandung si Kecil, saya sempat terjangkit flu karena saking sibuknya.

Panik luar biasa. Itulah yang saya rasakan waktu mulai batuk-batuk, demam disertai sakit kepala dan hidung meler. Kekhawatiran berkecamuk di benak saya. Bagaimana kalau setelah melahirkan saya tidak boleh menggendong dan berdekatan dengan Si Kecil? Tentu akan sangat sedih. Atau lebih parah lagi, bagaimana jika efeknya buruk bagi janin sehingga kesehatan si Kecil jadi taruhannya?

Sekarang saya menyadari bahwa perasaan was-was dan galau seperti itu wajib dibuang jauh-jauh. Saya pun ingin membagi pengalaman sekaligus solusi untuk Ibu yang menghadapi hal serupa. Kuncinya, tetap tenang dan menyingkirkan pikiran negatif, Bu. Di sisi lain, jangan sepelekan kondisi ini. Yakinlah bahwa Ibu bisa mengatasinya.

Flu vs Pilek

Saya sempat mengira bahwa flu dan pilek sama saja, Bu. Ternyata, flu disebabkan virus influenza dan gejalanya lebih berat dibandingkan pilek. Jika saja saya rajin mencuci tangan, menghindari berdekatan dengan orang yang terjangkit flu, memakai masker ketika berada di tempat ramai serta memperbanyak istirahat saat mulai lelah, mungkin saya bisa terhindar dari virus ini. Sayangnya, waktu itu saya cuek saja Bu, karena merasa kuat.

Saya pun langsung menghubungi dokter kandungan melalui telepon, sekalian membuat janji check up. Di telepon, dokter menenangkan dengan mengatakan bahwa jika ditangani dengan baik, gejala influenza bisa reda dalam waktu 4 sampai 7 hari.

Buah & Makanan Bergizi Sebagai “Obat”

Walau sudah didiagnosa flu, saya tidak diberikan obat lho, Bu. Bahkan, dokter terus-menerus mengingatkan agar selama hamil tidak mengonsumsi obat, yang ringan sekalipun, tanpa berkonsultasi terlebih dahulu. Saya justru dianjurkan banyak makan buah serta menu bergizi lainnya untuk mempercepat penyembuhan sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh.

Supaya nggak bosan, saya pun memborong aneka buah yang kaya vitamin C, seperti apel, jeruk, papaya dan kiwi. Dokter juga menyuruh banyak meminum air putih. Kalau biasanya 8 gelas, menjadi 10 sampai 12 gelas dalam sehari. Susu juga penting dalam proses pemulihan, Bu. Saya memilih Frisian Flag Mama, susu yang membantu memenuhi nutrisi ibu hamil.

Ekstra Istirahat

Memperbanyak istirahat juga sangat efektif untuk melawan flu. Bukan hanya fisiknya, tapi istirahatkan juga pikiran Ibu. Singkirkan kecemasan serta perasaan negatif. Pastikan Ibu tidur dengan nyenyak. Berada di sekitar orang-orang terdekat juga membantu agar kita lebih relaks. Apalagi, jika hari-H persalinan sudah dekat. Mereka pun bisa ikut menjaga Ibu.  

Nah, semua itu harus dijalani dengan konsisten, Bu. Proses pemulihannya memang tidak instan. Saya sendiri perlu waktu sekitar seminggu. Jika gejala flu tak kunjung membaik, konsultasikan dengan dokter. Begitu pula saat akan melahirkan. Pastikan dokter kandungan mengetahui kondisi kesehatan Ibu. Mudah-mudahan Ibu lekas sembuh, ya. Ingat, pikiran positif Ibu sangat baik bagi si Kecil serta dapat membantu kelancaran persalinan