Whatsapp Share Like
Simpan

Selamat ulang tahun yang pertama untuk si Kecil! Tak terasa ya, Bu, ia sudah berusia 1 tahun. Bagaimana dengan proses makannya? Apakah berjalan dengan lancar atau masih GTM alias Gerakan Tutup Mulut?

Menyuapi makan anak memang menguras tenaga ya, Bu. Kebanyakan pasti susah makan atau pilih-pilih makanan. Namun demi kelancaran proses tumbuh kembangnya, si Kecil harus tetap mendapatkan makanan yang sehat, Bu. Inilah jenis makanan untuk anak 1 tahun yang sehat dan baik untuk dikonsumsi si Kecil:

Telur

Rasanya tidak ada anak yang menolak makan telur ya, Bu. Sumber protein yang satu ini memang sangat enak dan yang penting sehat untuk dikonsumsi si Kecil. Dalam satu butir telur terdapat berbagai macam vitamin, diantaranya vitamin A, B2, B5, B6, vitamin B12, D, E, dan K. Selain itu ada juga asam folat, fosfor, selenium, kalsium, dan seng.

Telur memiliki tekstur yang lembut, rasanya gurih, dan bisa diolah menjadi berbagai macam masakan, seperti telur dadar, mata sapi, ataupun orak-arik. Telur juga bisa dicampur dengan bahan makanan lainnya untuk diolah menjadi kue, roti, bakso, sup, dan lainnya.

Susu

Terakhir, makanan untuk anak 1 tahun harus dilengkapi dengan susu yang memiliki banyak kandungan yang mendukung tumbuh kembangnya. Seperti susu Frisian Flag 123 PRIMANUTRI protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral serta omega 3, omega 6, minyak ikan, asam sialat, sphingomyelin, zinc, selenium, serat pangan inulin, dan kalsium.

Artikel Sejenis

Ikan

Makanlah ikan setiap hari. Itulah kalimat yang sedang digalakkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengingatkan masyarakat bahwa ikan merupakan jenis makanan yang sangat sehat dan sebaiknya rutin dikonsumsi. Ikan mengandung protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Ikan merupakan sumber protein makanan untuk anak 1 tahun yang kaya gizi dibandingkan dengan protein lainnya dan harganya pun lebih terjangkau. Apalagi Indonesia yang sebagian besar berupa perairan sangat kaya akan berbagai jenis ikan. Namun Ibu harus berhati-hati dalam memilih ikan, sebab kini laut Indonesia sudah tercemar oleh limbah merkuri. Pilihlah ikan air tawar yang cenderung lebih aman dari pencemaran, seperti bandeng, nila, gurame, mas, dan sejenisnya.

Daging

Makanan untuk anak 1 tahun juga termasuk aneka macam daging. Beberapa jenis daging yang bisa dikonsumsi oleh si Kecil antara lain daging ayam, sapi, dan kalkun. Dalam daging terkandung berbagai macam nutrisi, mulai dari protein, lemak, vitamin B kompleks, zat besi, selenium, seng, dan omega 3.

Dikarenakan di usia ini si Kecil belum memiliki gigi lengkap, Ibu harus mengolah daging hingga empuk. Untuk daging ayam dan kalkun bisa diolah menjadi aneka macam sayur, sedangkan daging sapi bisa dipresto dulu atau pilihlah daging sapi cincang.

Kacang-kacangan

Di usia 1 tahun, si Kecil sebaiknya mulai diperkenalkan dengan kacang-kacangan karena ada banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat untuknya. Berikut beberapa kacang yang baik untuk dikonsumsi si Kecil:

  • Kacang kedelai: mengandung protein yang berkhasiat untuk menunjang pertumbuhan, menjaga fungsi organ, pembentukan tulang, dan antibodi untuk tubuh.
  • Kacang merah: kaya serat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan zat besi untuk meningkatkan energi serta meningkatkan kemampuan berpikir dan daya ingat.
  • Kacang hijau: mengandung vitamin E untuk kesehatan kulit serta kalsium dan magnesium untuk kesehatan tulang.
  • Kacang almond: kaya antioksidan untuk kesehatan jantung dan menurunkan kadar kolesterol jahat.
  • Kacang mete: mengandung protein, lemak tak jenuh, dan serat.
  • Kacang hitam: kaya protein, serat, flavonoid untuk antioksidan, dan asam lemak omega 3 untuk perkembangan otak.

Meski kaya manfaat, tapi kacang dapat menyebabkan alergi bagi beberapa anak. Untuk itu Ibu perlu memperhatikan reaksi si Kecil setelah pertama kali mengonsumsinya. Jika aman, Ibu boleh terus memberikannya ke dalam menu MPASI si Kecil.

Buah-buahan

Sama seperti sayuran, buah-buahan juga kaya akan kandungan nutrisi. Jenis kandungan dan manfaatnya bermacam-macam, tergantung dari warnanya. Berikut adalah kandungan dan manfaat dari sayur dan buah sesuai warnanya:

  • Warna hijau: warna hijau menandakan bahwa kandungan vitamin dan mineral di dalamnya lebih banyak. Selain itu sayuran hijau juga mengandung beta karoten, zat besi, kalsium, fosfor, magnesium, dan serat yang sangat baik untuk kesehatan kulit. Sedangkan pada buah berwarna hijau mengandung asam alegat yang bermanfaat untuk menormalkan tekanan darah dan mematikan bibit sel kanker.
  • Warna merah: warna merah pada sayur dan buah terbentuk dari antosianin dan likopen. Antosianin merupakan zat antioksidan yang berfungsi dalam mencegah infeksi dan kanker kandung kemih. Sementara likopen juga merupakan zat antioksidan yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker, serta menghambat kemunduran fungsi mental dan fisik.
  • Warna biru/ungu: warna ungu pada sayur didapat dari senyawa antosianin yang mampu menghambat penggumpalan pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit stroke dan jantung.
  • Warna putih: warna putih pada sayur dan buah menandakan bahwa kandungan serat dan vitamin C di dalamnya tinggi. Jadi sayuran ini baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta melancarkan pencernaan.
  • Sayuran berwarna jingga: warna jingga menandakan sayur dan buah tersebut kaya akan beta dan alfa karoten yang mampu meremajakan sel-sel tubuh dan meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Sayuran berwarna kuning: sayuran dan buah berwarna ini mengandung tinggi kalium yang dapat mencegah penyakit stroke dan jantung. Ada juga kandungan pigmen lutein yang mampu mencegah kebutaan.

Sayur-sayuran

Rasa sayur yang cenderung tidak enak membuat si Kecil malas untuk memakannya. Padahal sayur mengandung banyak nutrisi yang sangat baik untuk tumbuh kembang si Kecil. Kandungan dalam sayur ternyata juga berbeda-beda, tergantung dari warnanya.

Itu dia, Bu, daftar makanan untuk anak 1 tahun yang sebaiknya rutin dikonsumsi oleh si Kecil. Kreasikan semua makanan tersebut agar si Kecil makan dengan lahap supaya tumbuh kembangnya jadi optimal, ya.

Ingin berkonsultasi seputar nutrisi anak? Ibu bisa kunjungi laman Tanya Pakar. Di sana Ibu dapat bertanya langsung kepada ahlinya. Namun jangan lupa untuk registrasi dahulu ya Bu agar Ibu bisa mengakses fiturnya.

Sumber:
Okezone.com, teen.co.id