Share Like
Simpan

Bu, saya ingin berbagai pengalaman, nih. Dulu, waktu si Kecil telah lulus ASI eksklusif di 6 bulan pertama, saya senang sekali, Bu. Mengapa? Ya, karena inilah saatnya ia dikenalkan pada MPASI atau Makanan Pendamping ASI.  Saya pun jadi bisa bereksperimen dengan menu makanan baru!

Tahukah Ibu? Saat seorang bayi telah memasuki usia 6 bulan, ia membutuhkan asupan nutrisi yang lebih dari sekadar ASI. Ini bukan berarti kandungan nutrisi dalam ASI berkurang ya, Bu. Namun, tubuh bayi yang sedang berkembang pesat di usia tersebut, mulai membutuhkan Kalori, Zat Besi, dan nutrisi lebih dari sumber lain.

Menginjak usia 6 bulan pertamanya, sistem imun dan pencernaan yang ia miliki mulai berkembang dengan baik. Jadi, ia sudah mampu memproses makanan padat. Salah satu tandanya adalah saat si Kecil sudah mulai kuat menopang lehernya atau senang meraih makanan yang ada di piring Ibu, itu berarti ia sudah siap untuk mengeksplor makanan baru dalam tubuhnya.

Selain sebagai pemenuhan nutrisi, pemberian MPASI juga dapat dijadikan sebagai media pengenalan tekstur bagi si Kecil lho, Bu. Berikut ini adalah cara bagaimana mengajak ia belajar tekstur melalui MPASI. Simak yuk!

Tahap awal campur MPASI dengan ASI

Ada baiknya di masa peralihan ini, Ibu memperkenalkan MPASI yang dicampur dengan ASI. Hal tersebut dapat membantu si Kecil beradaptasi baik itu di lidah ataupun di sistem pencernaannya. Selain itu, dengan mencampurkan ASI, tekstur makanan menjadi lebih lembut dan mudah ditelan.

Di hari pertama pengenalan MPASI, saya memberikan ia alpukat yang diambil daging kuningnya saja, kemudian dihancurkan dan disaring. Selanjutnya saya campurkan dengan ASI sebanyak 2 sendok makan. Ibu harus melihat betapa lahapnya si Kecil saat itu.

Pada tahap awal pemberian MPASI, Ibu bisa memberikannya puree atau well-mashed food (makanan yang dihaluskan) dari  makanan yang tidak terlalu memiliki rasa. Misalnya, kentang dan jagung manis atau juga buah-buahan seperti alpukat, apel, dan lain sebagainya.

Finger food

Selagi si Kecil disuapi makanan, Ibu bisa memberinya finger food. Selain dapat mengalihkan perhatian dan membuatnya tidak bosan,  ia akan belajar bahwa puree atau sereal bayi itu lebih lembut teksturnya daripada makanan yang ada di tangannya tersebut.

Pemberian finger food ini tidak hanya akan membuatnya belajar tekstur di dalam mulutnya, namun ia juga akan belajar tekstur di tangannya juga, Bu. Baiknya lagi, kemampuan motoriknya juga akan terlatih karena si Kecil akan melakukan koordinasi mata, tangan, dan mulutnya.

Baby-led weaning

Saat disuapi, si Kecil biasanya akan mencoba untuk meraih sendok dengan tangannya. Bahkan, pada beberapa kasus ada anak yang cepat bosan ketika disuapi lalu menangis. Jika sudah demikian Ibu bisa menerapkan metode Baby-led weaning, yakni membiarkan bayi memakan dengan tangannya sendiri.

Menurut Gill Rapley, seorang bidan asal Jerman, di usia sekitar 6 bulan bayi sudah bisa menggenggam makanan kemudian memasukkannya ke dalam mulut. Suguhkan ia makanan yang bergizi tinggi dalam bentuk yang mudah dipegang dan digenggamnya. Letakkan di tempat yang mudah dijangkau. Tidak perlu dalam porsi yang banyak, cukup berikan dengan berbagai variasi. Jika si Kecil tidak memakan apapun yang disuguhkan, Ibu bisa memberikannya beberapa sendok puree atau mashed foods di sela-sela metode ini.

Sepanjang  pemberian MPASI, Ibu pun bisa mengajaknya untuk belajar peningkatan tekstur secara perlahan. Misalnya, minggu ini Ibu memberinya puree tunggal, selanjutnya berikan puree dengan campuran sayur lain dan daging halus agar lebih bertekstur.

Nah, melalui cara di atas, ia jadi dapat belajar mengenal berbagai macam tekstur dan rasa di makanannya, Bu. Hal ini juga ikut mencegahnya menjadi si picky eater atau "si Pilih-pilih Makanan", lho. Selamat mencoba tips ini dengan si Kecil, ya!